Tips Sehat dengan Zingiber Officinale

img 20200815 wa0052

Gambar: Zingiber Officinale

Sumber gambar: Jahe (Hieronymus B Santoso, 2005)

Zingiber Officinale atau jahe termasuk tanaman temu-temuan yang masih satu famili dengan temulawak, temu hitam, kunyit, kencur, lengkuas, dan lain-lainnya. Para ahli memperkirakan terdapat sekitar 1.400 jenis tanaman temu-temuan. Nama botani jahe adalah Zingiber. Nama ini berasal dari bahasa Sanskerta yaitu singaberi. Di Indonesia, jahe memiliki beragam nama. Jahe di Aceh di kenal dengan nama halia, di Minangkabau disebut sipodeh, orang Sunda menyebut zingiber officinale dengan jahe sedangkan di Jawa dan Bali lazim disebut jae. Di Bugis disebut dengan pase, di Ternate dengan garaka dan Tidore menyebut jahe dengan gora.
Bagian tanaman jahe yang dimanfaatkan adalah rimpangnya. Rimpang jahe dapat dimanfaatkan untuk penyedap makanan (bumbu dapur), bahan industri minuman dan parfum, kue, makanan ringan, manisan serta untuk obat-obatan. Tanaman jahe sebaiknya ditanam pada tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung humus. Jahe tidak cocok ditanam di tanah rawa dan tanah yang mengandung pasir kasar.
Ada tiga jenis jahe yaitu jahe putih besar, jahe putih kecil, dan jahe merah. Perbedaan itu timbul dikarenakan adanya perbedaan aroma, bentuk dan besarnya rimpang. Jahe putih besar dikenal dengan nama lain jahe badak atau jahe gajah. Rimpang jahe ini paling besar dibanding jenis jahe lain. Warnanya kuning atau kuning muda, seratnya sedikit dan lembut. Jahe jenis ini aromanya kurang tajam dan rasanya kurang pedas. Jahe putih besar banyak dimanfaatkan untuk rempah-rempah, makanan dan minuman.
Jahe putih kecil memiliki ukuran lebih besar daripada jahe merah akan tetapi masih lebih kecil dari jahe putih besar. Bentuk jahe jenis ini agak pipih, berwarna putih, seratnya lembut dan aromanya juga tidak tajam. Jahe jenis ini banyak digunakan untuk bahan baku minuman, rempah-rempah dan penyedap makanan.
Jahe merah serinhg disebut juga dengan jahe sunti atau sunti saja. Ukuran rimpangnya paling kecil diantara jenis jahe lain. Warnanya merah, seratnya kasar, aromanya tajam dan rasanya sangat pedas. Harga jahe ini paling mahal dibandingkan jenis jahe lain dan penggunaannya lebih banyak untuk industri obat-obatan.
Berikut cara memanfaatkan jahe untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Untuk mengobati masuk angin ambil 3/5 jari rimpang jahe, ½ jari bengle, ½ jari lempuyang, 1 jari cekur dan 3 jari gula enau. Cara membuatnya sebagai berikut, semua rimpang dicuci bersih kemudian dipotong seperlunya lalu direbus dengan 5 gelas air hingga airnya tinggal separuhnya. Tunggu hingga dingin kemudian saring dan minumlah 3 kali sehari.
Jahe juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi perut mulas. Caranya sederhana dan mudah sekali. Ambil 1 jari rimpang jahe. Cuci bersih kemudian parut jahe. Hasil parutan diberi air masak ½ sendok makan dan 1 sendok makan madu. Campuran bahan-bahan tadi diperas dan disaring lalu airnya diminum. Ampasnya jangan dibuang akan tetapi digunakan untuk menggosok perut. Lakukan sehari dua kali. Buat rebusan baru setiap kali minum.
Untuk mengatasi stroke dapat dicoba ramuan sebagai berikut. Jahe merah 20 gram, mengkudu segar 40 gram, daun dewa 30 gram, dan daun cermai 20 gram. Cuci bersih lalu iris-iris semua bahan tadi kemudian rebus dengan 4 gelas air hingga tinggal separuhnya (2 gelas). Minumlah ramuan ini 3 kali sehari setelah makan. Sebaiknya diminum selagi masih hangat.
Jantung koroner juga dapat diatasi dengan menggunakan jahe. Caranya ambil kulit pisang 50 gram, gula batu 20 gram dan jahe 15 gram. Cuci bersih semua bahan kemudian rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa separuhnya (1,5 gelas). Saring, dan minum selagi masih hangat. Rutinkan minum ramuan ini 2 kali sehari.
Gangguan asam urat juga dapat diobati dengan jahe. Caranya ambil 25 gram temulawak, 20 gram jahe merah dan 5 gelas air. Temulawak dan jahe dicuci bersih. Sebelumnya buang kulit rimpangnya terlebih dahulu. Rebus temulawak dan jahe dengan 5 gelas air hingga mendidih dan air rebusan tersisa 3 gelas. Angkat, saring dan minum. Selain minum rebusan tadi, sebaiknya penderita asam urat menghindari konsumsi minuman yang terlalu dingin dan makanan yang tinggi kadar purinnya. Untuk melemaskan otot yang kaku dapat diatasi dengan mengusapkan kain yang telah dicelupkan pada air hangat pada bagian tubuh yang terkena asam urat. Anjuran minum air putih hangat juga berlaku bagi penderita asam urat. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah dan menghangatkan tubuh.
#
*Prieharti, berkarya di PPM Zam Zam Cilongok, Banyumas
Referensi:
1) Jahe/Hieronymus Budi Santoso – Kanisius, 2005. 2) 40 Resep Ampuh Tanaman Obat untuk Mengobati Jantung Koroner dan Menyembuhkan Stroke/Irine Manganti – Araska, 2015. 3) Herbal Sakti Atasi Asam Urat/Neti Sutriana – Mutiara AU, 2014. 4) Aneka Daun Berkhasiat Obat/Dini Nuris N – Gava Media, 2014.

Next Post

Gadis 7 Tahun Disetubuhi Kakek 72 Tahun, Aksinya Dilakukan di Kali saat Sepi

Ming Agu 16 , 2020
Kebumen – (Banyumas Pos)Diduga melakukan persetubuhan kepada gadis di bawah […]
img 20200816 wa0001