Tips Sehat dengan Moringa oleifera Lam

Tips Sehat dengan Moringa oleifera Lam

img 20201201 wa0025

Gambar: Moringa oleifera Lam
Sumber gambar: http://www.quranic-healing.com/2012/10/khasiat-daun-kelor-untuk-penyakit-medis.html

Moringa oleifera Lam atau kelor merupakan tanaman yang dapat berkembang dengan baik pada berbagai jenis tanah kecuali tanah yang banyak mengandung lempung. Pohon kelor akan tumbuh subur pada daerah dataran rendah dan dataran tinggi. Selain untuk dikonsumsi, pohon ini lazim ditanam sebagai tapal batas atau pagar hidup di halaman rumah, pekarangan atau kebun.
Kelor berasal dari kaki bukit Himalaya. Kemampuan adaptasinya terhadap kekeringan dan penyakit membuat kelor menyebar dengan cepat ke luar daerah asalnya termasuk ke seluruh Asia Selatan, beberapa negara di Asia Tenggara, Semenanjung Arab, Afrika hingga Amerika Tengah, Karibia, dan Amerika Selatan.
Masyarakat Jawa, Bali, Sunda dan Lampung lazim menyebut Moringa oleifera Lam dengan sebutan kelor, di Sulawesi disebut dengan kero, wori, kelo atau keloro. Orang Minang menyebut dengan munggai, di Aceh disebut murong, di Madura dikenal dengan marangghi, sedangkan orang Sumba menyebut kelor dengan kawano. Nama asing kelor dalam bahasa Inggris adalah drumstick tree, horseradish tree, mother’s best friend, west Indian ben, sedangkan dalam bahasa Spanyol kelor disebut dengan morango, atau moringa. Di Melayu kelor dikenal dengan nama kalor, merunggai, dan sajina.
Seiring dengan menyebarnya informasi tentang manfaat dan khasiatnya, maka kelor yang awalnya tumbuh liar mulai dibudidayakan secara khusus. Hal ini dikarenakan kelor telah terbukti memiliki potensi untuk mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit.
Kelor sangat kaya akan kandungan nutrisi dan senyawa yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan kebugaran tubuh, kesehatan, dan terutama sebagai sumber asupan gizi. Hasil penelitian Fuglie LJ yang dipublikasikan dalam buku The Miracle Tree: The Multiple Attributes of Moringa menunjukkan bahwa daun kelor mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin B, kalsium, kalium, besi, dan protein dalam jumlah sangat tinggi yang mudah dicerna dan diasimilasi oleh tubuh manusia.
Seluruh bagian tanaman kelor dapat dimanfaatkan mulai dari akar, daun, bunga, batang, dan biji/buahnya. Akar kelor dapat dibuat menjadi bumbu seperti empon-empon. Bunganya dapat digunakan untuk membuat teh herbal dan daunnya dibuat sayur seperti bayam atau kangkung. Batangnya dapat digunakan untuk menghancurkan tumor dan menyembuhkan bisul, mencegah pembesaran limpa dan pembentukan kelenjar gondok. Biji yang masih muda dapat dibuat bubur seperti kacang hijau. Minyak yang diambil dari biji yang sudah tua dapat digunakan untuk bahan kosmetik sebagai nutrisi bagi kulit, antiaging, pelembab dan tabir surya.
Berikut cara memanfaatkan tanaman kelor untuk kesehatan. Batu ginjal dapat diluruhkan dengan menggunakan daun kelor. Caranya yaitu ambil daun kelor secukupnya, cuci bersih kemudian direbus atau diolah menjadi sayur bening. Konsumsi rebusan daun kelor setiap hari dan imbangi dengan memperbanyak minum air putih. Lakukan secara rutin hingga sembuh. Sebagai pencegahan dianjurkan untuk mengonsumsi rebusan daun kelor atau sayur bening daun kelor minimal satu minggu sekali.
Penderita reumatik, nyeri, dan pegal linu dapat mencoba menggunakan kelor untuk mengatasi nyeri yang dirasakan. Ambil 2 – 3 tangkai daun kelor lalu cuci bersih. Tambahkan ½ sendok makan kapur sirih kemudian tumbuk kedua bahan hingga halus lalu usapkan pada bagian yang sakit (seperti menggunakan param/obat gosok). Lakukan rutin hingga tidak terasa sakit lagi.
Adanya bulu pada beberapa bagian tubuh dapat membuat tidak nyaman bagi sebagian orang. Cara menghilangkannya sebagai berikut. Ambil 5 genggam daun kelor dan 1 sendok makan kapur sirih. Tumbuk hingga halus kedua bahan tadi kemudian aduk hingga merata. Oleskan ramuan tadi pada bagian tubuh yang ditumbuhi bulu. Lakukan rutin hingga bulu benar-benar hilang.
Penderita biduren dapat mencoba ramuan dari daun kelor. Ambil 1-3 gagang daun kelor, 1 siung bawang merah, dan adas pulasari secukupnya. Cuci bersih semua bahan lalu direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih dan airnya tersisa 2 gelas. Saring kemudian minumlah selagi hangat dua kali sehari, pagi dan sore.
Jerawat yang membandel dapat disembuhkan dengan menggunakan kelor. Caranya ambil 2 – 3 tangkai daun kelor, cuci bersih kemudian rebus dengan 3 gelas air pada api kecil hingga air rebusan tersisa separuhnya. Gunakan panci dari kaca atau dari tanah liat. Saring air rebusan tadi dan minumlah selagi hangat. Lakukan rutian sehari dua kali hingga jerawat menghilang.

 

#*Prieharti, berkarya di PPM Zam Zam Cilongok, Banyumas

Referensi:
1) Khasiat & Manfaat Daun Kelor/Kurnasih – Pustaka Baru [2016].
2) Aneka Tanaman Obat dan Khasiatnya/Arif Fauzi – Media Pressindo, 2017.
3) Aneka Resep Ampuh Ramuan Tradisional/Titian Rahayu – Araska, 2011.
4) Aneka Manfaat Biji-bijian/Dini N Nuraini – Gava Media, 2011.

Next Post

ESA RAHMA S MEMENANGI LOMBA RESENSI BUKU 2020

Sel Des 1 , 2020
  Banjarnegara – Banyumaspos.com 30/11/2020, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas […]
img 20201201 wa0026