Tips Sehat dengan Curcuma xanthorrizha, Roxb.

gbr temulawak bp okt 2020
Gambar: Curcuma xanthorrizha, Roxb.
Sumber gambar: Budi Daya Temulawak (Tim Agro Mandiri, 2017)

Curcuma xanthorrizha, Roxb. dalam bahasa Indonesia dan Jawa disebut dengan temulawak. Di Jawa Barat temulawak disebut kondeng gede sedangkan di Madura disebut sebagai temu lobak. Temulawak berasal dari kawasan Indo–Malaysia. Selain di Asia Tenggara, tanaman ini dapat ditemukan di China, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat, dan di beberapa negara Eropa.
Temulawak merupakan tanaman dengan batang semu dan tingginya dapat mencapai sekitar 1 – 2 meter. Tiap batang memiliki daun sebanyak 2 – 9 helai dengan akar rimpang yang terbentuk sempurna, bercabang kuat, dan berwarna gelap. Meskipun dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi, akan tetapi temulawak lebih cocok dikembangkan di dataran sedang dan pada lahan yang teduh (terlindung dari terik sinar matahari).
Bagian tanaman yang dimanfaatkan adalah rimpangnya (bagian daging pada akar). Rimpang temulawak mengandung minyak atsiri, kurkuminoid, xanthorrizol, tumerol (minyak menguap) dan lainnya. Bermacam kandungan temulawak tersebut membuat tanaman ini memiliki efek yang bagus untuk kesehatan diantaranya dapat mengurangi rasa sakit, menekan pertumbuhan jamur, mengurangi gejala diabetes, mengurangi peradangan dan sembelit, mengandung antioksidan, mengurangi tumor, dan dapat memperbaiki kerja sistem hormonal yang mengontrol metabolisme. Banyaknya khasiat yang dimiliki tanaman ini membuat temulawak menjadi ikon jamu di Indonesia, layaknya seperti ginseng yang menjadi ikon Korea.
Temulawak dapat dimanfaatkan dalam kondisi segar maupun kering. Cara mengeringkan temulawak ada dua cara. Pertama, dengan memanfaatkan panas sinar matahari dan kedua, dengan menggunakan alat pemanas atau oven. Pengeringan temulawak dengan sinar matahari biasanya membutuhkan waktu antara 3 hari hingga 5 hari. Atur rimpang agar tidak saling menumpuk ketika sedang dikeringkan dan selama pengeringan temulawak harus dibolak-balik setiap 4 jam agar tingkat kekeringannya merata. Pengeringan dengan oven dilakukan pada suhu 50 – 60 derajat celcius dan pastikan juga rimpang temulawak tidak saling menumpuk ketika dikeringkan dengan oven.
Berikut beberapa cara mengobati penyakit atau gangguan kesehatan dengan menggunakan temulawak. Cacar air dapat disembuhkan dengan ramuan seperti berikut. Ambil 1,5 rimpang temulawak, cuci bersih lalu iris tipis-tipis kemudian keringkan. Keringkan juga 1 tangkai buah asam yang sudah masak. Selanjutnya rebus kedua bahan tadi dengan 1 liter air hingga mendidih dan airnya tersisa separuhnya. Saring air rebusan tadi dan minum selagi hangat. Sekali minum sekitar satu gelas. Lakukan sehari dua kali hingga sembuh.
Untuk mengatasi maag ambil 1 rimpang temulawak. Cuci bersih dan iris tipis-tipis kemudian angin-anginkan sebentar. Setelah itu rebus dengan sekitar 5 – 7 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal separuhnya. Saring air rebusan tadi dan minumlah selagi hangat satu gelas setiap hari.
Penderita asma juga dapat memanfaatkan temulawak untuk mengatasi penyakitnya. Ambil sekitar 1,5 rimpang temulawak, cuci bersih lalu diiris tipis-tipis kemudian keringkan. Setelah kering, rebus temulawak dengan gula aren 20 gram dan 4 gelas air hingga mendidih dan airnya tersisa sekitar 2 gelas. Saring air rebusan tadi dan minumlah ramuan ini selagi masih hangat satu gelas di waktu pagi dan sore. Lakukan rutin hingga sembuh.
Temulawak juga dapat digunakan sebagai alternatif memperbanyak produksi ASI (Air Susu Ibu). Caranya ambil 1,5 rimpang temulawak, cuci bersih lalu parut. Tambahkan tepung sagu dan air panas secukupnya hingga menjadi bubur. Konsumsi adonan bubur tadi seperti makanan biasa. Lakukan 2 – 3 kali seminggu selama menyusui.
Kulit yang cerah, halus dan tanpa jerawat dapat diperoleh dengan memanfaatkan temulawak. Agar tidak berjerawat, selain minum rebusan air temulawak, gunakan juga masker dari temulawak. Caranya dengan mencuci bersih temulawak lalu diparut. Balurkan parutan temulawak pada bagian wajah yang terkena jerawat. Diamkan beberapa saat lalu bilas dengan air hingga bersih. Penggunaan makser temulawak secara rutin juga bermanfaat untuk membuat kulit menjadi halus dan cerah.
#
*Prieharti, berkarya di PPM Zam Zam Cilongok, Banyumas
Referensi:
1) Therapy Herbal Back to Nature/Aditya BP dan Firzatullah DR – Pustaka Media, 2013.
2) Budi Daya Temulawak/Tim Agro Mandiri – Visi Mandiri, 2017.
3) Herbal Nusantara/Ibunda Suparni dan Ari Wulandari – Rapha, 2012.
4) Penyembuhan Alami dengan Herbal dan Pijat Refleksi/MB Rahimsyah AR – Dua Media, 2012.

Next Post

PAC. GP ANSOR, BANSER BERSAMA BABINSA KORAMIL 07/MANDIRAJA GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN MONUMEN TREK BOM.

Ming Okt 11 , 2020
Banjarnegara Banyumas Pos 10/10/2020, Dengan penuh persatuan dan kesatuan PAC […]
img 20201011 wa0032