Tips Sehat dengan Antioksidan

img 20200301 wa0013 800x539
Tomat dan Belimbing Memiliki Kandungan Antioksidan yang Tinggi
Sumber gambar: Terapi Jus/Nadjibah Yahya dan Rachma S S, 2014

Tips Sehat dengan Antioksidan

Antioksidan merupakan senyawa yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Fungsinya yaitu sebagai penangkap radikal bebas. Radikal bebas merupakan senyawa atau molekul yang keadaannya bebas dan memiliki satu atau lebih elektron bebas yang tidak berpasangan. Elektron jenis ini akan sangat mudah menarik molekul lain sehingga radikal bebas tersebut menjadi lebih reaktif. Hal ini menyebabkan radikal bebas sangat mudah menyerang sel-sel sehat dalam tubuh.

Berdasarkan berbagai penelitian, antioksidan memiliki beragam manfaat diantaranya untuk memperkuat pertahanan tubuh terhadap serangan jantung dan stroke, meningkatkan perlindungan dari berbagai jenis kanker, melindungi mata dari katarak, menunda proses penuaan dini, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menurunkan resiko penyakit parkinson. Sederhananya, antioksidan merupakan benteng yang dapat mencegah tubuh dari serangan berbagai penyakit.

Pada dasarnya, tubuh manusia menghasilkan senyawa antioksidan sendiri. Akan tetapi antioksidan yang dihasilkan tubuh tidak cukup kuat untuk melawan radikal bebas. Faktor usia juga turut berpengaruh pada produksi antioksidan dalam tubuh. Seseorang dengan usia 40 tahun hanya mampu menghasilkan antioksidan sekitar 50% dari kebutuhan tubuhnya sendiri. Sedangkan ketika usia bertambah hingga mencapai 60 – 70 tahun kemampuannya akan turun menjadi 5 – 10%. Dengan demikian, tubuh memerlukan asupan antioksidan dari luar.

Terdapat beragam cara memperoleh antioksidan dari luar tubuh. Diantaranya dengan dimakan, diminum atau dioleskan. Perlindungan antioksidan dengan dioleskan biasanya berbentuk krim untuk melindungi kulit dari pajanan sinar matahari. Antioksidan yang dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara dimakan atau diminum yaitu berupa konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. Agar khasiat buah dan sayur secara maksimal dapat diperoleh, maka harus diperhatikan cara pengolahannya. Pengolahan yang kurang tepat akan mempengaruhi (menurunkan) kandungan antioksidan dalam buah dan sayur tersebut.

Pengolahan Sayuran

Beberapa jenis sayuran dapat dikonsumi langsung dalam keadaan segar atau mentah sebagai lalapan. Contohnya kemangi, tauge, kol, tomat, brokoli, dan mentimun. Sedangkan berbagai jenis sayuran yang lebih bagus dikonsumsi setelah melalui proses pengolahan adalah bayam, wortel, jamur, kentang, dan lain sebagainya.

Agar kandungan antioksidan dalam sayuran yang diolah itu tidak berkurang banyak, maka harus diperhatikan cara pengolahan yang tepat. Berikut cara pengolahan sayur yang dianjurkan. Cuci terlebih dahulu sayuran yang akan dimasak atau diolah dengan air bersih yang mengalir. Bila akan dipotong, usahakan jangan dipotong-potong terlalu kecil.

Sayuran lebih baik dimasak dengan cara dikukus atau direbus. Bila sayuran akan direbus, masukkan sayuran setelah air mulai mendidih dan masaklah sesingkat mungkin. Jangan masukkan sayur ketika air masih dingin karena kadar vitamin C nya akan berkurang hingga 10 kali lipat. Selama merebus sayur, sebaiknya panci dibuka tutupnya secara bergantian. Perebusan dilakukan sebentar saja agar sayur tidak terlalu lunak dan warnanya tidak pudar.

Memasak sayur dengan cara dikukus merupakan cara terbaik untuk memasak segala jenis sayuran. Cara ini baik untuk mempertahankan nutrisi dan mematangkan sayuran dalam waktu singkat. Bila akan ditumis, gunakan minyak sedikit saja dan jangan terlalu lama menumisnya agar kandungan nutrisinya tidak rusak. Usahakan memasak sayuran seperlunya saja atau untuk sekali makan. Hal ini bertujuan untuk menghindari pemanasan ulang. Pemanasan ulang pada sayuran akan mengurangi kandungan antioksidan di dalamnya.

Pengolahan Buah

Sebagian besar buah-buahan tidak baik dikonsumsi dengan diolah terlebih dahulu. Pengolahan buah bisa mengurangi atau menurunkan kandungan antioksidan yang dibutuhkan tubuh.

Jenis buah tertentu seperti apel, jambu, dan lainnya mengharuskan untuk dicuci terlebih dahulu. Cucilah buah dengan air bersih yang mengalir. Hal ini bertujuan agar kotoran yang menempel pada buah menjadi larut dan langsung terbuang. Cara ini dapat mengurangi 20% hingga 70% residu pestisida yang menempel. Buah tidak disarankan dibersihkan dengan direndam karena kotoran yang sudah larut dalam air dapat menempel kembali ke buah.

Bila buah akan diolah menjadi jus, jangan menambahkan sirup, gula pasir, atau susu kental manis. Tambahan bahan tersebut akan mengurangi khasiat dari jus yang dibuat. Variasikan jenis dan warna buah yang akan dibuat jus. Hal ini dikarenakan antioksidan yang dihasilkan dari berbagai buah akan lebih hebat dibandingkan dengan buah yang dikonsumsi sendiri-sendiri.

Jus sebaiknya diminum segera setelah dibuat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jus buah akan kehilangan 40 – 60% kandungan enzim dan nutrisinya bila dibiarkan selama 10 – 20 menit. Waktu terbaik minum jus adalah ketika perut masih kosong atau sekitar 30 menit sebelum makan.

#

*Prieharti, berkarya di Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Cilongok

Referensi:

Khasiat Buah dan Sayur Tumpas Segala Penyakit/Anggi Swastika, 2014.

Terapi Jus/Nadjibah Yahya dan Rachma S S, 2014

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh/Kenneth Cooper, 2007.

Next Post

Bintara Polisi Angkatan 40 Polres Cianjur adakan santunan kepada anak yatim di Pesantren AL-Intiqol Cianjur

Ming Mar 1 , 2020
Bintara Polisi Angkatan 40 Polres Cianjur adakan santunan kepada anak […]
img 20200301 wa0029