TIGA BULAN SILTAP KADUS JAUHARI BELUM TERBAYAR BANJARNEGARA

img 20201102 wa0025

BanjarnegaraBanyumaspos.com

Sudah genap tiga bulan honor penghasilan tetap (Siltap) Kadus II desa Masaran Kec Bawa Kabupaten Banjarnegara belum dibayar.

Tiga bulan honor itu yakni, bulan Agustus, September dan Oktober 2020, sementara Siltap bulan sebelumnya sudah dibayarkan.

Alokasi Siltap sendiri diperuntukkan bagi penghasilan tetap, tunjangan beban kerja kepala desa dan perangkat serta Badan Musyawarah Desa (Bamusdes), insentif rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) serta operasional Linmas dan petugas Kamtibmas desa.

Beberapa pemerintah desa di Kabupaten Banjarnegara pekan ini sudah mengirimkan proposal pencairan Siltap. Soal kapan Siltap akan cair perangkat hingga kepala desa belum tahu pastinya. Pasalnya beredar kabar Alokasi Dana Desa di kas daerah masih kosong. Ditemui dirumahnya, Minggu (01/11) Eti Setiyana Kaur Keuangan desa Masaran enggan memberikan statmenya.,”Untuk masalah desa, kami membatasi bicara tentang persoalan pemerintahan, kalau mau silaturahmi kita, tidak melarang, besok ke kantor desa saja bersama Kades & Sekdes biarlah mereka yang menerangkan terkait siltap Kadus Jauhari, ” ungkapnya kemarin. Terkait hak yg belum diberikan tentang siltap, mungkin itu kebijakan Kades terkait kewajiban kinerja Kadus II desa Masaran. Kadus II Masaran Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara, mulai terjadinya ketidak cocokan adanya proyek Pembangunan Tower diwilayahnya, terkait dengan konpensasi yg diberikan pengembang tower terhadap lingkungan yg terdampak. “Kemungkinan ketidak cocokan saya dengan pimpinan desa adanya proyek tersebut, hal pembagian perijinan serta hak-hak masyarakat yg harus diberikan,” ceritanya mengawali kadus tersebut sekarang diberhentikan dan tidak mendapatkan haknya tiga bulan Siltap. Mulai April adanya latar belakang Tower, yg diterima masyarakat serta hak yg diterima pimpinan terkait perijinan pembangunan tersebut membuat dirinya dianggap tidak loyal terhadap pimpinan hingga diberikan teguran tiga kali terkesan sangat subyektif.

img 20201102 wa0024

“Dulu saat Tower setelah tembusi kecamatan daerah, bagiannya tidak sebesar bagian dari Hak masyarakat yg diberikan langsung dari pengembang, tanpa kades yg memberikan, mungkin saya dianggap mementingkan kepentingan pribadi dan keluarganya, hingga muncul pemecatan, “pungkasnya. Sementara itu Wakil ketua BPD desa Masaran Kecamatan Bawang, kepada mengatakan terkait kebijakan kades memberhentikan Kadus Jauhari belum dimintai saran dan pendapat berkenaan dengan sanski pemberhentian. “Kami sebagai BPD belum dimintai saran dan pendapat terkait sanksi pemberhentian Kadus II desa Masaran,” tegas Munasir kepada, wartawan belum lama ini.

Penulis : Suryo

Next Post

Koramil 11/Punggelan Mebersihkan Puing Talud Longsor Yang Menimpa Rumah Di Desa Jembangan

Sen Nov 2 , 2020
  Banjarnegara – Banyumaspos.com 02/11/2020, Koramil 11/Punggelan Kodim 0704/Banjarnegara siaga […]
img 20201102 wa0035