TBC Bukan Penyakit Memalukan,Tapi Penyakit Yang Cukup Membahayakan Tapi Bisa Diobati

img 20200115 wa0008

img 20200115 wa0009

TBC Bukan Penyakit Memalukan,Tapi Penyakit Yang Cukup Membahayakan Tapi Bisa Diobati

Kebumen (Banyumas Pos)

Selasa,14/01/2020 Dinkes Kabupaten Kebumen mengumpulkan 46 petugas mikroskopis Puskesmas dan rumah sakit petugas perpus di Hotel Meothel dalam rangka Pertemuan Validasi Data.

Apa mikroskopis itu adalah petugas yang dia kena penyakit TBC paru atau cerita singkat TB paru itu memastikan bahwa rumahnya ada penderita,sehingga kita sudah pasti karena prinsip dari pemerintah yaitu mengobati yang sudah pasti, kenapa seperti itu karena pengobatan TB paru itu lama sehingga kalau yang belum pasti diobati itu nanti di dipikirkan, ternyata diagnosis nya belum tepat itu pada sudah minum obat prinsip kehati-hatian di program pemerintah pusat di nomor satukan, sehingga kita mengobati hanya yang sudah pasti yaitu yang terdiagnosa,dan rumahnya tato terdiagnosa dengan rontgen dan dan sebagainya.

itu gambarnya-gambaranya,kemudian selama ini pencapaian kita itu sudah cukup bagus walaupun saya katakan belum sempurna yang kita akan terus agar lebih sempurna lagi sebagai contoh kita ada namanya target suspect atau target di mana kira-kira itu orang harus diperiksa itu di Kebumen itu sekitar 12334 itu layak untuk di curigai itu tahun kemarin kita dari Rp 12.000 itu 9.978 -10.000 kurang sedikit itu sudah kita periksa, dan ternyata itu yang positif.

Tidak semua jadi masih belum tercapai yang positif tapi paling tidak kita harus waspada, sehingga seluruh suspect harus bisa kita kita periksa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen,Dr Budi Satrio dalam wawancaranya Kepada wartawati Banyumas Pos mengatakan,bahwa barangkali kenapa belum tercapai rekan-rekan mitra kerja potensial itu belum sempurna bersahabat kita dekati,ada tiga kelompok sasaran mitra kerja kita.

yang pertama adalah pengambilan keputusan dalam hal ini tergantung dari masing-masing wilayah sebagai contoh pengambil keputusan adalah mulai dari kepala keluarga ketua RT sampai camat itu itu pengambil keputusan ya mereka bisa berhubungan dengan penderita tetapi keputusan mereka untuk mendukung itu sangat berpengaruh.
Harapan saya bisa terjadi komunikasi yang bagus.

Sasaran kedua adalah orang yang mendekatkan kita membantu mendekatkan kita dengan sasaran yaitu kader-kader atau yang tadi rekan itu ada teman-teman dokter ada kader posyandu ada dari Aisyiyah itu PKK kita kan terus lebih akrab kan lagi yang ketika ada si penderita sendiri itu yang sedang kita garap sehingga target yang tadi dikatakan ketemu suspect to nanti kita periksa itu bisa tercapai,
Dan insya Allah masyarakat akan menerima manfaatnya ketika penderita ketemu kemudian kita obati maka otomatis dia tidak jadi sumber penularan otomatis masyarakat akan jadi sehat tidak takut lagi ketularan penyakit TBC.

Harapan tadi semua suspect tadi kita periksa didorong oleh mitra kerja potensial dibantu oleh mitra kerja potensial sehingga semua penderita itu suspek dan penderita itu bisa ketemu ya ketika sudah ketemu selama ini ke sukses pengobatan sudah tinggi gitu ya tingkat proses mengapa loncat tinggi tetapi penemuan itu yang harus kita pakai baju. TBC itu bukan penyakit yang memalukan tidak perlu malu tetapi penyakit yang cukup membahayakan tetap bisa diobati iya jadi nggak usah malu tetapi bisa diobati walaupun agak lama pengobatanya,Ungkap Dr.Budi. (lia)

Next Post

Wakil Bupati Janjikan Hadiah Pada Sensus Penduduk 2020

Rab Jan 15 , 2020
Wakil Bupati Janjikan Hadiah Pada Sensus Penduduk 2020 BANYUMAS – […]
img 20200115 wa0006