TANGIS MENYAYAT PENGEMUDI ON LINE DALAM KEANGKUHAN PERUSAHAAN LEASING

img 20200408 wa0009

TANGIS MENYAYAT PENGEMUDI ON LINE DALAM KEANGKUHAN PERUSAHAAN LEASING

Jakarta (Banyumas Pos) – Harus….. Tidak bisa…. Saya hanya menjalankan tugas….. Inilah kata-kata dan sebuah kalimat yang sering diucapkan melalui moncong-moncongpara debt colector. Dengan angkuhnya bak Malaikat utusan Tuhan yang tak pernah kenal kompromi.
Tak peduli tangisan…. tak peduli jeritan hati. Tangisan menyayat Pengemudi on line sudah menjadi rahasia umum.
Siapa dibalik Perusahaan Leasing ini, dari himbau yang berwenang di Otoritas Jasa Keuangan hingga Peraturan Presiden pun dikangkangi.

Tapi para pengguna jasa Persuhaan Perbankan maupun Leasing tidak perlu terlalu menyalahkan, karena dalam Perpu Nomor 1 Tahun 2020 yang dikeluarkan, Selasa 31 Maret 2020 memberi peluang kepada pihak Perbankan maupun Leasing nasabah tetap harus mengikuti Ketentuan yang berlaku di masing-masing Perusahaan. Jubir OJK Sekar Putih Djarot dalam keterangannya Selasa, 31 Maret 2020 katakan ada 4 Perusahaan Leasing yang secara resmi sudah mengikuti arahan Pemerintah.
1. PT. FEDERAL INTERNATIONAN FINANCE (FIF)
2. WOM FINANCE
3. PT. MANDIRI TUNAS FINANCE (GROUP BANK MANDIRI)
4. PT. CANDRA SAKTI UTAMA FINANCE (GROUP TRAKINDO).

Pada dasarnya bahwa apa yang menjadi ketentuan- ketentuan dan persyaratan dari keempat Perusahaan Leasing tersebut hampir sama, yaitu mengisi Form bisa diperoleh melalui Website ataupun Email masing perusahaan. Setelah pengisian formulir sesuai data yang masuk akan dilakukan keringan angsuran maupun bunga melalui penjadwalan ulang, dan atau ketentuan lain. Pemerintah sudah sangat bijaksana dalam mengambil kebijakan tentang Relaksasi kredit. Tapi banyak Perusahaan Leasing juga yang bermain akal-akalan, sampai-sampai Keputusan Mahkamah Agung tentang ketentuan penarikan kendaraan sebelum ada keputusan Pengadilan pun dikembangkan menjadi….. Apabila.
Apabila inilah menjadi tenaga dalam para debt Colector yang masih petentang-petenteng dalam menghadapi nasabahnya, untuk katakan tarik mobil atau motornya diamankan dulu dikantor.

Dalam kondisi seperti sekarang ini sebetulnya bagi yang punya hati tentu tidak akan seenak moncongnya katakan “Mobil atau Motor” harus digudangkan. Sering kali para debt colektor mengatakan kami bejerja demi perut…. Lha terus yang mobilnya ditarik atau motornya ditarik Keluarganya ga punya perut. Semoga kesadaran karena Virus Corona membangkitkan kepekaan hati nurani bagi para pemangku kebijaksanaan di Perusahaan-perusahaan dan tidak harus institusi POLRI maupun TNI yang harus menumbuhkan kepekaan.
Perlukah harus Presiden Jokowidodo mengurus hal seperti ini. Joko Widodo selaku Presiden RI Panglima Tertinggi, Tidak Sendiri. Semoga dibumi pertiwi ini, tidak ada lagi Tangis Menyayat Pengemudi On line dalam Keangkuhan Perusahaan Leasing.(santo)

Next Post

ASN Disnakerkop dan UKM Peduli Warga Terdampak Corona

Rab Apr 8 , 2020
ASN Disnakerkop dan UKM Peduli Warga Terdampak Corona Sebagai bentuk […]
img 20200408 wa0011