STIS KEBUMEN MEMBEDAH FENOMENA PILKADA KEBUMEN TAHUN 2020

img 20201206 wa0025

KebumenBanyumaspos.com

Sabtu,05/12/2020. Salah satu Perguruan Tinggi di kabupaten Kebumen, “STIS” mengadakan perkuliahan umum di Campus STIS Desa Sidomukti Kecamatan Ambal Kebumen. Menghadirkan Nara sumber, Dr.H. Hambali,S.Phil, S.H.,M.H Dr. H. Teguh Purnomo,SH., M.Hum., M.Kn Moderator: Dr. H. Kadar MC: Dyah Puspitasari, S.Si., MAP.
Perkuliahan ini mendapatkan respon baik dan Bagus oleh Pejabat KETUA STIS, Dr. Teguh Rohmani, S,Pd.M. M. yang Sekaligus sebagai Dosen di Kampus STIS Kebumen.

Perkuliahan umum di mulai pada pukul 13.30 s/d 15.00 di halamn kampus. Kuliah ini bertujuan, “memberikan pendidikan Politik dan Demokrasi sesuai Pancasila dan UUD1945” dengan adanya Warna dan suasana pilkada Baru di Kebumen (tidak seperti pilkada yang kemarin). Ternyata STIS memiliki potensi, dapat kita benahi sebagai salah satu Perguruan Tinggi maju di Kebumen serta mampu meluluskan Sarjana Hukum yg handal bisa memberikan kontribusi ilmunya di Kebumen, Melahirkan Mahasiswa yang berkualitas, ungkap Kadar,S.Pd.M,Pd. Perkuliahan ini di ikuti sekitar 25 Mahasiswa semester I sampai semester VIII.

img 20201206 wa0026

Negara tanpa adanya politik tidak akan maju, politik tanpa Di dasari dengan Demokrasi yang baik, juga tidak akan berjalan Mulus, dan tertib, Ungkap Teguh purnomo sebagai Narasumber. urutan landas pijak suatu negara yaitu : Moral Etika Konstitusi dst.
Selanjutnya, Bagaimana memaknai Implementasinya.

1. Moral, di NKRI ukurannya adalah moral Pancasila yang bisa diukur dg agama masing2 sbgmn sila pertama dari Pancasila.

2. Etika, karena agamanya berbeda maka diperlukan standar yg bisa mengikatnya yakni dg etika kepantasan, kepatutan, adab dalam beraktifitas.

3. Konstitusi, aturan tekstual yang mengikat seluruh warganya.
Sehingga dalam konteks ‘hajatan’ saat ini mestinya landasan pijak diatas harusnya diterapkan, shg rujukannya bukan hanya boleh atau tidak boleh, tetapi secara moral dan etika juga harus dilhat dan dipertimbangkan baik baik.

Mengenai hajat PILKADA Kebumen tahun ini yang di ikuti oleh satu Paslon. Teguh Purnomo menyampaikan, kuliah umum halaqoh akademis di hadapan civitas akademika STIS Kebumen, membahas kenapa kotak kosong ada di pilkada kebumen 2020, antara lain karena olygarki partai politik dan tidak adanya rasa berbagi Kepada calon bupati dan wakil bupati yang lain. Partai bisa memberikan dukungan atau rekom Di mungkinkan karena diduga ada pemberian Janji-janji, dan atau hal lainnya, Karena Financial, Serta Kurang di minati Karena Waktu jabatannya yang pendek. Kita akan dapat melihat respon rakyat sebagai pemilih di tempat pemungutan suara Nantinya. Adakah kecurangan atau tidak. Sebagai Mahasiswa Di Himbau untuk bisa di jadikan sebagai penelitian pembelajaran di kampus.

img 20201206 wa0027

UU No. 10 Tahun 2016 mengatur tentang pilihan Bupati dan Wakil Bupati. Terkait money politik/ wuwuran, setiap orang yang melakukan wuwuran akan di pidana minimal 36 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda minimal Rp 200 juta, maksimal Rp 1 milyard. Pidana sama sebagaimana diatas, berlaku juga bagi si penerima wuwuran.

Reporter : Adiyatama/041

Next Post

SANTRI SABILURROSYAD BANJARNEGARA IKUTI ENGLISH VOCAB MASTERY CONTEST

Ming Des 6 , 2020
  Banjarnegara – Banyumaspps.com 06/12/2020 Wanadadi – Sebanyak 24 santri […]
img 20201206 wa0022