SOSIALISASI INOVASI PRODUK KERAJINAN DAUN KERING OLEH KKN FEB KELOMPOK 6 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

img 20200813 wa0046

Purbalingga -Banyumas pos. 13/08/2020. Pengrajin daun kering di sekitar Desa Baleraksa RT 3/2 termasuk dalam kategori banyak, namun pengetahuan terkait bagaimana mencari pasar dan keuntungan yang maksimal masih kurang. Sehingga dapat dikatakan belum optimal dalam pemasarannya.

Hal tersebut menjadi suatu momentum untuk para Mahasiswa KKN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dibawah bimbingan Bapak Alfato Yusnar , S.E,.M.Si untuk melakukan tindakan pendampingan dan pengembangan usaha daun kering dekorasi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dan pasar yang tepat , ” Iya mba , saya kurang mengetahui bagaimana cara memanfaatkan sosial media untuk mendistribusikan kerajinan ini , saya hanya melakukan promosi produk kami melalui whatsapp dan facebook saja” ungkap Jihad (13/08/20).

Dari pemaparan pengrajin tersebut, kelompok KKN UMP Fakultas Ekonomi dan Bisnis mencoba melakukan tindakan sosialisasi dan simulasi tentang strategi marketing mix , internet marketing dan inovasi produk.

img 20200813 wa0048

Sosialisasi dan simulasi dilakukan secara bertahap dengan si pengrajin.

Dalam kegiatan sosialisasi strategi marketing mix , mahasiswa KKN memaparkan secara jelas tentang 7P , sehingga saat ini pengrajin perlahan mampu untuk menelaah pasar , harga dan perluasan wadah promosi dengan memanfaatkan sosial media.

Sosialisasi pada hari yang berbeda  menjelaskan dan mempraktekan bagaimana cara melakukan promosi di sosial media.

Mahasiswa mendampingi pengrajin dalam pembuatan akun mobile marketplace seperti ( shoppe dan tokopedia ).

Tidak hanya itu, mahasiswa juga membantu dalam melakukan proses transaksi di aplikasi mobile marketplace tersebut .

Karena kurangnya pemahaman mengenai mobile marketplace, maka kami mencoba membantu para pengrajin untuk pemanfaatan sosial media guna memperluas wilayah pemasarannya. Selain mobile marketplace kami juga mencoba membantu promosi produk dengan membuatkan akun instagram sebagai perluasan promosi produk ” ungkap Endah ( 13/08/20).

Dan dalam sosialisasi inovasi produk, mahasiswa KKN mencoba untuk menginovasi produk dari segi warna, ” Kami mencoba menginovasi produk tersebut dengan pewarna menggunakan pernis agar produk tidak mudah rusak dan lebih menarik” ungkap Asih ( 13/08/2020 ).

img 20200813 wa0047

Dengan adanya tindakan tersebut saat ini produk daun kering bisa ditemukan di sosial media dan online marketplace seperti shoppe, tokopedia, facebook, instagram, whatsapp.

Kami sangat terbantu dengan adanya sosialisasi dan simulasi oleh mahasiswa KKN dari FEB UMP , sehingga produk kami menjadi semakin luas wilayah pemasarannya dan pendapatan kami mulai meningkat” ungkap Jihad. ( red Umar Salim)

Next Post

Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D Ikuti Webinar Bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi Pusat

Jum Agu 14 , 2020
Purbalingga – Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D yang […]
img 20200813 wa0021