Selain Bahas Persiapan HUT RI Ke 75 Polemik krisis Air  mencuat di Rakor Bulanan Kecamatan Cibeber

 

img20200720100618

CIANJUR- Banyumas Pos

Rakor Bulanan kali ini adalah Rakor pertama di masa new normal,Camat Cibeber Ali Akbar didampingi Kapolsek Cibeber Kompol.Jony WB dan Danramil 0803 Cibeber Kapten Inf. Ferderikus Teda memimpin acara tersebut.

Dalam agendanya rakor dihadiri seluruh Kepala Desa se Kecamatan Cibeber namun ada beberapa Kades yang tidak hadir, acara dilaksanakan di gedung Serbaguna Kantor Desa Cikondang, Senin, 21/07/20.

Para kepala Desa yang hadir diantaranya Kades Cikondang,Kades Mayak,Kades Cipetir,Kades Cihaur,Kades Cibadak,Kades Peuteuycondong,Kades sukamaju,Kades Sukaraharja,Kades Sukamanah,Kades Cibokor dan Kades Cimanggu sementara lainnya diwakili oleh Sekdes masing masing, hadir juga kepala Puskesmas Cibeber,beberapa Kepala Sekolah, para pendamping dan ODP Pertanian.

Acara rakor Bulanan membahas persiapan HUT RI ke 75 tahun 2020, peringatan HUT RI tahun ini ditengah masa pandemi Covid-19 tepatnya di masa New Normal atau adaptasi Kebiasaan Baru dimana Pemerintah tengah menanggulangi dan berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

img 20200720 100822

Dalam acara tersebut Camat Cibeber Ali Akbar menyoroti poin-poin penting yang harus diperhatikan Pemerintahan Desa diantaranya pemantauan serta himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan umum seperti acara pernikahan,dan acara lainnya yang bersipat perkumpulan masa, termasuk acara peringatan HUT RI ke 75 yang akan dilaksanakan pada bulan depan.

Langkah langkah solusi telah di instruksikan kepada para kepala Desa dan seluruh peserta Rakor untuk mengantisipasinya dengan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan seperti wajib menggunakan masker dan menyediakan tempat cuci tangan dan menjaga jarak dengan mengurangi jumlah orang pada setiap acara kegiatan.

Gubernur Jawa barat telah menginstruksikan penerapan sangsi denda untuk masyarakat yang tidak menggunakan masker ditempat umum dengan ada beberapa poin pengecualian seperti sedang makan minum,sedang berpidato atau berolahraga kardio tinggi dll, sebesar 100-150 ribu pagi para pelanggar.

Ini dikuatkan oleh Kapolsek Cibeber Kompol.Jony WB yang menyatakan akan menindak tegas bagi para pelanggar aturan Gubernur tentang penggunaan masker namun akan diadakan sosialisasi wawar kepada warga beberapa hari sebelum diterapkan sangsi pada tanggal 27 Juli mendatang.

img20200720100936

“Sejauh ini kita masih memantau acara pernikahan warga masyarakat, kedepannya kita akan ambil tindakan untuk dibubarkan, ketika tidak menerapkan protokol kesehatan dan bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum akan dilakukan penilangan, operasi dilakukan oleh tim gabungan dari Sat-Pol PP, TNI dan Polri, denda berbentuk tilang E-Tilang sebesar 100-150 ribu dimulai pada tanggal 27 juli-09 Agustus  namun sebelumnya akan dilakukan sosialisasi berupa wawar kepada masyarakat sebelum tgl 27 juli” ujarnya

Sementara itu Danramil 0803 Cibeber Kapten.Inf Ferderikus Teda, penerapan adaptasi kebiasaan baru, harus ditingkatkan

“Kita tidak boleh lengah, khususnya di pasar tradisional dan toko toko, memohon kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan pemerintah tentang protokol kesehatan, kami dukung pemerintah untuk tegakkan peraturan” kata kapten Teda.

img 20200720 100850

Yang menarik dalam rakor juga dibahas tentang krisis air yang terjadi di 9 desa di kecamatan Cibeber, akibat dari dampak jebolnya sodetan yang mengaliri kali tersier yang mengalir ke desa Cisalak dan menuju ke 8 Desa lainnya, Camat Cibeber mengatakan sudah dilakukan upaya pengaliran air ke kali yang menuju desa Cisalak dan lainnya seperti opsi pemasangan Pipa untuk solusi mengalirkan air ke kali Cisalak namun tidak memungkinkan karena kontur tanahnya tidak stabil karena tanahnya adalah pasir dan bebatuan, dan akhirnya diputuskan untuk menggunakan pompa air untuk menyedot dari sungai besar Cikondang dan dialirkan ke kali Cisalak,  pompa air sangatlah terbatas kapasitas kubikasi debit air yang disalurkan dan memerlukan biaya yang cukup tinggi, pompa air yang tersedia menghabiskan biaya solar sebesar  370 ribu / hari sedangkan masa perbaikan bendungan akan memakan waktu 120 hari maka total biaya yang harus dikeluarkan sebesar 44,4 juta.

OPD Pertanian Ayi Setiawan mewakili kepala UPT Dinas Pertanian yang turut hadir dalam acara rakor tersebut mengatakan, antisipasi krisis air yang terjadi belakangan ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pihak PSDA yang menangani masalah pengairan, sodetan yang jebol itu mengairi sekitar 1007 hektar itu hanya tanah sawah masyarakat saja, belum lagi kolam kolam masyarakat yang berfungsi untuk mandi, mencuci juga berwudlu di kolam masjid atau mushola, kini sudah banyak warga yang mengeluh dan kita harus mengoptimalkan petugas P3A dalam mendorong pelaksana proyek pembangunan bendungan Sungai Gede Cikondang untuk segera mengalirkan air ke kali Cisalak yang juga akan sampai ke 8 desa lainnya yang sekarang terdampak kekeringan.

img20200720105316

“Saran kami pemasangan pipa segera dilaksanakan agar air tetap stabil namun siapa yang menanggung pembiyayaanya, ini sudah menjadi masalah umum atau masyarakat,padahal ketika sosialisasi proyek pihak pelaksana pembangunan bendungan sungai gede Cikondang. Berkomitmen untuk tetap mengalirkan air ke kali Cisalak walaupun sedang dikerjakan proyek pembangunan Bendungan sungai gede Cikondang,” tegas Iyus (Taufik winata)

Next Post

Kapendam IV: Jangan Remehkan Peran Wanita Dalam TMMD

Sen Jul 20 , 2020
Semarang – Banyumas Pos – Tentara Manunggal Membangun Desa Reguler […]
img 20200720 wa0147 768x512