SAT RESKRIM POLRES CIANJUR BERHASIL TANGKAP SEMBILAN PELAKU PENCABULAN ANAK DIBAWAH UMUR SALAH SATU KORBAN HAMIL SEMBILAN BULAN

img 20200128 wa0016

20200128 194524 rmedited

SAT RESKRIM POLRES CIANJUR BERHASIL TANGKAP SEMBILAN PELAKU PENCABULAN ANAK DIBAWAH UMUR SALAH SATU KORBAN HAMIL SEMBILAN BULAN

CIANJUR (Banyumas Pos)

Sat Reskrim Polres Cianjur berhasil membekuk sembilan pelaku pencabulan terhadap anak perempuan di bawah umur di medio Mei 2019 – Desember 2019. Hal ini terungkap pada jumpa pers yang dipimpin oleh Wakapolres Kompol.Jaka Mulyana didampingi Kasat Reskrim polres Cianjur AKP.Niki Ramdhani dan paur Subbag Humas Ipda.Budi Setiayuda di depan Gedung Mapolres Cianjur selasa 29/01/30.

Dalam jumpa pers di Mapolres Cianjur dihadirkan para pelaku dan Sejumlah barang bukti.

“Kita sudah mengungkap delapan laporan polisi terkait pencabulan dan persetubuhan anak. Kita sudah ungkap sembilan tersangka dengan berbagai macam barang bukti dan saat ini sudah dalam penanganan,tersangka sudah diamankan.” tutur Wakapolres Cianjur, Kompol Jaka Mulyana kepada awak media.

Para pelaku yang sudah menjadi tersangka yang berhasil ditangkap adalah MAS, NVO, SHD, ASM, JJR, ADH, SPA, RTN, dan ASR. Dalam kasus ini sudah ada delapan korban dengan rentang usia korban masih berumur yaitu 17 hingga 6 tahun.

“korban hampir semua di bawah umur, hubungan dengan tersangka ada yang keluarga ada yang tetangga. Rata-rata usia 17, 16, ada juga yang 13 tahun,” ungkap Wajapolres Jaka.

Jaka pun mengungkapkan, modus para pelaku ini ialah bujukan dan rayuan terhadap para korban. Dengan demikian, Jaka pun mengimbau agar para anak sekolah bisa diberi penyuluhan.

“Kami kepolisian, para kapolsek dan para babin kami akan gencar melakukan sosialisasi atau penyuluhan agar anak sekolah. karena rentan bujuk rayu sehingga terjadinya korban pencabulan sehingga terjadi persetubuhan di bawah umur,” jelasnya.

Jaka menyebut, faktor pendidikan dan ekonomi menjadi pemicu maraknya kasus ini di daerah Cianjur Selatan. Ia pun berharap Pemda bisa membantu anak-anak sekolah agar bisa membentengi diri dari hal tersebut

“Tentunya, bisa pendidikan maupun ekonomi. Kami berharap dari pemda bisa memberikan himbauan kepada masyarakat dan juga kepada anak-anak sekolah bisa lebih membentengi diri dari banyaknya kejadian seperti ini,” katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP.Niki Ramdhani memberikan perhatian khusus untuk kasus pencabulan anak dibawah umur
Di Naringgul ” kasus ini menjadi atensi para pimpinan di pemerintahan kabupaten Cianjur karena korban selain usianya di bawah umur sekarang korban sedang mengandung sembilan bulan, dan diperkirakan kelahiran bayinya akan melalui operasi sesar,sedangkan orang tua korban golongan tidak mampu” tuturnya.

Korban terganggu secara psikis dan diperlukan observasi dan assesmen untuk trauma healing.

Akibat perbuatan tersebut, tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur dijerat dengan Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(red.taufik winata)

Next Post

Danrem 071 : Wasrik Adalah Fungsi Kontrol Pelaksanaan Progja

Sel Jan 28 , 2020
Danrem 071 : Wasrik Adalah Fungsi Kontrol Pelaksanaan Progja Banyumas […]
img 20200128 wa0007