PULUHAN WARTAWAN CIANJUR GELAR AKSI PROTES, KECAM AKSI PERAMPASAN HANDPHONE WARTAWAN SAAT LIPUTAN DEMO RUU CIPTAKER DI SUKABUMI

 

img 20201009 wa0019
CIANJUR – Banyumas Pos

Aksi intimidatif dan anarkisme terhadap seorang wartawan dari Media Tribun Jabar, saat meliput aksi demo buruh menolak disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh DPR RI (05/10/20) di Sukabumi, mendapat reaksi keras dari puluhan wartawan Cianjur.

Puluhan wartawan dari berbagai media Online,Cetak,Radio maupun Televisi menggelar aksi protes di depan kantor PWI Cianjur,sebagai aksi solidaritas sesama wartawan, dengan melepas ID Card serta melakukan orasi,Jum’at 09/10/20.

Aksi perampasan Handphone serta menghapus dokumen rekaman video milik wartawan Tribun Jabar Fauzi Noviandi, terjadi saat kericuhan pecah dalam unjuk rasa Buruh,Kamis 08/10/20, memprotes disahkannya UU Cipta kerja Omnibus Law oleh DPR RI pada tanggal 05/10/20 lalu.

img 20201009 wa0021

Dalam gelar aksi protesnya, salah seorang wartawan Cianjur Eka Merdeka, dalam orasinya mengutuk dan mengecam keras tindakan oknum yang merampas Hand Phone wartawan Tribun Jabar sebagai bentuk intimidasi terhadap wartawan dan telah melanggar Undang Undang tentang Pers nomor 40 tahun 1999.

” Kami mengutuk keras, aksi terhadap orang yang sudah mengancam dan mengintimidasi terhadap wartawan, itu sudah melanggar undang undang nomor 40 tahun 1999″ tegasnya.

 

img 20201009 152117Sementara itu ketua PWI kabupaten Cianjur Moch Ikhsan sangat menyayangkan sekaligus mengecam keras adanya aksi perampasan Hand Phone dan diintimidasi minta dihapus video hasil liputan sebagai tugas dan kewajiban pewarta.

“Jelas, itu sudah melanggar UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, PWI Cianjur mengecam keras, adanya aksi perampasan handphone milik wartawan juga anggota PWI. Bahkan menghapus isi video aksi unjukrasa di Sukabumi,” ucap ikhsan.

“Kenapa masih terjadi intimidasi terhadap wartawan di tengah kebebasan Pers, Profesi sebagai jurnalis tentu punya aturan dan kode etik dalam bekerja. Kalau dengan aksi perampasan, lalu menghapus video, itu merasa suatu bentuk intimidasi dan tak benar,”tambahnya.

Ikhsan meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas atas insiden tersebut.

Wakapolres Cianjur Kompol Hilman yang hadir di kantor PWI kabupaten Cianjur mengatakan, sejak awal sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian dari Sukabumi.

img 20201009 wa0017

Hilman berpesan, agar PWI Cianjur tetap kondusif dan ikut menjaga ketertiban masyarakat melalui pemberitaan yang sesuai fakta dan seimbang.

“Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang lagi menimpa rekan-rekan wartawan,” singkatnya.(taufik winata)

Next Post

KURANG DARI 19 JAM PEMBOBOL BRANKAS DI BEKUK.

Jum Okt 9 , 2020
Madiun,Banyumas Pos–Dalam Tempo Kurang dari 19 jam Komplotan pelaku Pencurian […]
img 20201009 225139