PONPES SALAFIYAH RIYADLUL ALFIYYAH BENJOT>>TANGKAL RADIKALISME DENGAN PEMAHAMAN ALQUR’AN

img 20200126 wa0002

20200126 082833 rmedited

PONPES SALAFIYAH RIYADLUL ALFIYYAH BENJOT>>TANGKAL RADIKALISME DENGAN PEMAHAMAN ALQUR’AN

CIANJUR (Banyumas Pos)
Dalam beberapa tahun belakangan, paham dan gerakan-gerakan radikalisme di seluruh belahan dunia,juga termasuk di Indonesia semakin merebak dan menghawatirkan. Paham ini bahkan sudah merasuki semua kalangan dari kaum Intelektual sampai rakyat jelata.Pondok pesantren Salafiyah Riyadlul Alfiyyah yang beralamat di kampung Benjot Rt.01/04 Desa Benjot Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur Jawa Barat, adalah salah satu pesantren yang serius dalam menangkal paham radikal kepada para santrinya dengan pemahaman Alquran yang benar, itu terungkap dalam wawancara kami Banyumaspos.com dengan pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Riyadlul Alfiyyah KH.Fesy Syarchosi Alkautsar di Ponpes Salafiyah Riyadlul Alfiyyah,Sabtu 25/01/20.
Pondok pesantren Salafiyah Riyadlul Alfiyyah didirikan oleh KH.Saepudin bin H.Muhri pada tahun 1942, beliau wafat pada tahun 1986, dilanjutkan oleh KH.Jalaludin Kautsar sebagai generasi kedua sampai akhirnya beliaupun wafat pada tahun 2019 di Makkah Al-Mukaromah Saudi Arabia ketika beliau sedang menunaikan ibadah Umroh.kini dipimpin oleh generasi ketiga yaitu KH.Fesy Syarchosi Alkautsar.
Pondok Pesantren yang lebih tua dari Republik ini didirikan ketika waktu itu kampung Benjot masih hutan belantara dan menjadi tempat pusat maksiat dan sarang penyamun” ungkap KH.Fesy pada tahun 1942 ibunda dari pendiri Ponpes KH.Saepudin (Alm) mewakafkan tanahnya untuk dijadikan pesantren dan masjid. Dengan berjalannya waktu pondok pesantren Salafiyah Riyadlul Alfiyyah berkembang dan santrinyapun datang dari berbagai daerah di jawa barat sampai dari luar provinsi, dan puncaknya di tahun 1980 sampai tahun 2000 tercatat jumlah santri dan santriwati mencapai 200-300 orang.
Kini di era kepemimpinan KH.Fesy Syarchosi Alkautsar meneruskan arah kebijakan yang diterapkan oleh pimpinan sebelumnya KH.Jalaludin Kautsar yaitu mengembangkan Ponpes dengan dibentuk sebuah Yayasan yaitu yayasan Ponpes terpadu Salafiyah Riyadlul Alfiyyah dengan berbadan Hukum yang dikeluarkan ijinnya tahun 2013 dengan metode memadukan antara pendidikan pesantren (Salafiyah) dan pendidikan formal (umum) “untuk itu program kedepannya kita akan mendirikan sekolah SLTP dan SLTA di lingkungan Ponpes “ujar KH.Fesy.
Pendidikan di Ponpes Salafiyah Riadlul Alfiyyah diajarkan “Ilmu alat”/Tata bahasa Arab yaitu mencakup Nahu,Sorof,Bayan,Mantek,Balagoh dll dimana semua itu akan bisa para santri memahami isi Alqur’an dengan seutuhnya sehingga dengan demikian para santri bisa menangkal paham paham radikal yang berkembang marak saat ini. Disamping itu KH.Fesy menuturkan ponpes Salafiyah Riyadlul Alfiyyah aktif mensosialisasikan tentang bahaya Narkoba dan berita Hoax yang begitu menghawatirkan, di setiap ceramah ceramahnya yang disampaikan ke masyarakat.juga ponpes Salafiyah Riyadlul Alfiyyah pernah menjadi Navigator dan sekaligus Basecamp untuk Forum Silaturahmi Gabungan Mubaligh Muda Cianjur (FSGMMC) yang pembinanya adalah Kasat Reskrim Polres Cianjur pada saat itu dijabat AKP.Wardoli.”ungkapnya.
Kini Ponpes Salafiyah Riyadlul Alfiyyah sedang membangun Asrama Santriwati yang terhenti pembangunannya karena terkendala masalah biaya, proses belajar para santriwatipun dilaksanakan di dapur rumah KH.Jalaludin Kautsar (Alm) sungguh sangat miris,disisi lain Pemerintah gencar ingin mensejajarkan pendidikan ponpes dengan pendidikan formal dengan di telah diundangkannya UU 18 tahun 2019 tentang Pesantren.begitupun cita cita untuk membangun SLTP di lingkungan Ponpes harus terhenti sampai hanya pada pembangunan Pondasi yang teronggok di halaman lingkungan ponpes.
KH.Fesy Syarchosi Alkautsar menghimbau kepada Pemerintah Pusat maupun Daerah dan Departemen terkait untuk bisa membantu menyelesaikan rencana pembangunan yang telah sebagian di laksanakan agar proses pendidikan di Ponpes Salafiyah Riyadlul Alfiyyah Benjot bisa lancar dan semakin berkembang dan bisa menghasilkan manusia manusia calon pemimpin bangsa ini yang berakhlakul Karimah(Red.Taufik winata)

Next Post

Kunjungan Kapolres Kebumen dan Dandim 0709 Menjelang Malam Tahun Imlek Di Rumah Grup Muncul

Ming Jan 26 , 2020
Kunjungan Kapolres Kebumen dan Dandim 0709 Menjelang Malam Tahun Imlek […]
img 20200126 wa0009