Polisi Kebumen Pecahkan Masalah Pembelajaran Jarak Jauh, di Wilayah Koneksi Buruk Internet Murid Tetap Bisa Belajar “Daring”

img 20200808 wa0022

Kebumen – (Banyumas Pos)Pandemi virus corona covid-19 berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Pembelajaran dilakukan melalui berbagai metode, diantaranya adalah pendidikan jarak jauh.

Jika dulu para murid bisa datang ke sekolah dan belajar di kelas, dengan system pendidikan baru ini, para murid harus aktif menerima materi yang disampaikan guru melalui internet (dalam jaringan) atau Daring.

Ya, pembelajaran ini dianggap efektif di tengah pandemi virus corona. Materi pembelajaran tersampaikan, program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran juga terlaksana.

Namun hal ini juga menjadi kendala sebagian murid, terutama yang tinggal di daerah buruk jaringan internet.

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Generasi penerus harus menimba ilmu di tengah keterbatasan.

Alasan ini yang mengetuk hati Bhabinkamtibmas Desa Sidoharjo, Kecamatan Puring Bripka Herdana. Setelah sukses dengan rumah baca (Rumah Cendekia dan Keilmuan) yang dikelola bersama istri dan keluarganya, kini ia memfasilitasi internet gratis bagi pelajar.

Semua murid yang mengalami kendala internet, bisa menggunakan fasilitas internet di rumah cendekia itu.

Saat Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan meninjau secara langsung rumah cendekia itu, para murid yang kebanyakan adalah pelajar SD dan SMP itu sedang belajar jarak jauh di rumah Bripka Herdana, Jumat (7/8).

“Semoga ini menjadi solusi bagi murid yang terkendala internet. Di rumah cendekia Bhabinkamtibmas itu, murid tetap bisa belajar dengan fasilitas internet gratis,” jelas AKBP Rudy saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8).

Seperti kita ketahui bersama, selain berdampak pada pendidikan, pandemi virus corona juga berdampak pada ekonomi. Tidak semua warga bisa memasang jaringan internet di rumahnya.

img 20200808 wa0023

“Rumaj cendekia Bhabinkamtibmas itu, untuk menjawab keluh kesah para orang tua yang sedang mengalami kesulitan membeli paket kuota internet karena keterbatasan biaya,” pungkasnya.

Sudah tiga bulan terakhir rumahnya ramai untuk pembelajaran jarak jauh. Dengan memperhatikan protokol kesehatan, sedikitnya 20 pelajar yang berada di sekitar rumah datang setiap hari secara bergantian.

“Semenjak anak-anak disuruh belajar di rumah, sudah kita persiapkan. Awal pertama baru sedikit kemudian mereka memberi tahu temen lain jadi ramai,” jelas Bripka Herdana. (Lia)

Next Post

Pemuda di Kebumen Cabuli Gadis di Bawah Umur, Katanya Sering Nonton Film Porno

Ming Agu 9 , 2020
Kebumen – (Banyumas Pos) Beberapa kasus pelecehan seksual baru-baru ini […]
img 20200808 wa0034