PIMPINAN MEDIA BIDIK EKSPRES KEMBALI DATANGI POLSEK BANTARSARI, KLARIFIKASI LAPDU KASUS PENGANIAYAAN WARTAWAN

img 20200729 wa0057

Cilacap, Rabu 29 Juli 2020

Terkait dua orang wartawan media online Bidik Ekspres bernama Parman (38 th) dan Praditiyo (33 th) yang menjadi korban penganiayaan dan mengalami luka, pada waktu peristiwa penyerangan dan penganiayaan yang dilakukan ratusan preman di kawasan Kedungborang Desa Binangun Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap Jawa Tengah minggu 26/07/2020, sampai sekarang masih menyisakan banyak masalah dan membuat geger masyarakat Kabupaten Cilacap dan sekitarnya.

Pimpinan media online Bidik Ekspres Eka Widaningsih kembali mendatangi Polsek Bantarsari Rabu 29/07/2020 untuk meminta klarifikasi kepada Kapolsek Bantarsari Iptu Adhy Sulasyani SH, terkait tindak lanjut laporan pengaduan (Lapdu) kasus penganiayaan tersebut, sebelumnya Eka juga sudah mendatangi Polsek Bantarsari mendampingi jurnalisnya itu senin 27/07/2020.
Menurut jawaban Kapolsek Bantarsari bahwa kasus penganiayaan wartawan sudah ditingkatkan prosesnya dari tahap penyelidikan naik menjadi penyidikan.

Eka Widaningsih mengatakan bahwa dua orang awak jurnalisnya itu, tidak ada kaitan dengan kasus penyerangan,Parman dan Praditiyo pada waktu peristiwa penyerangan sedang bertugas melakukan peliputan dan sebelumnya sudah meminta ijin dan pemberitahuan, terkait tugasnya selaku jurnalis kepada Kepala Desa Binangun Mardiyono.

Kami minta Kapolsek Bantarsari untuk bersikap tegas dan profesional menangani kasus ini dan segera menangkap para pelaku penyerangan dan penganiayaan tersebut, khusus terhadap jurnalisnya Eka minta pelaku penganiayaan dijerat dengan UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, tegasnya.

Sebagaima diberitakan sebelumnya, terjadi penyerangan dan perusakan gubug sekretariat dan penganiayaan terhadap beberapa orang pengurus dan ahli waris komunitas petani yang dilakukan oleh ratusan preman yang menyebabkan korban mengalami luka-luka dan beberapa unit peralatan elektronik juga dirusak hingga hancur berantakan.

img 20200729 wa0058

Tidak sampai disitu, bahkan pelaku penyerangan juga mencabut tiang bendera yang terletak di depan sekretariat dan melemparkan keatas atap sekretariat, mereka juga menginjak-injak dan merobek bendera merah putih sebagai simbol negara.

Sangat disayangkan,
Kepala Desa Binangun Mardiyono dan karyawan mantri Perhutani yang datang bersama ratusan orang pelaku penyerangan, beberapa orang diantaranya diketahui membawa dan mengacung-acungkan senjata tajam sambil berteriak dan melakukan pengancaman, Kades Binangun dan oknum mantri Perhutani tidak berupaya meredam aksi preman yang brutal, justru membiarkan peristiwa miris itu terjadi.

Beberapa orang ahli waris yang menyaksikan peristiwa itu, menduga Kepala Desa Binangun Mardiyono dan oknum karyawan yang menjabat mantri Perhutani itu adalah sebagai dalang atau provokator tindak pidana penyerangan dan penganiayaan.

Pasca peristiwa itu, merebak isu ditengah-tengah masyarakat yang membuat situasi keamanan menjadi semakin tidak kondusif dan meresahkan, hal ini dapat berpotensi terjadi konflik horizontal antar kelompok masyarakat.

img 20200729 wa0059

Masyarakat ahli waris berharap peristiwa tersebut tidak terjadi lagi, karena pengurus komunitas petani Kedungborang adalah pihak yang selama ini terbukti selalu konsisten dan gigih membantu serta memperjuangkan pengurusan legalitas hak atas tanah sesuai aturan yang berlaku dan berdasarkan kesepakatan bersama dengan masyarakat ahli waris yang dilaksanakan secara terbuka dan transparan.

Diketahui selama 53 tahun lebih tanah di kawasan Kedungborang seluas kurang lebih 5000 hektar diklaim dan dikuasai secara sepihak oleh PT. Perhutani KPH Banyumas Barat, pihak Perhutani diduga menguasai hanya berdasarkan dokumen Proses Verbal tahun 1959 dengan dalil tukar-menukar tanah yang diduga kuat sarat manipulasi, rekayasa dan penuh kejanggalan, hal ini terungkap pada waktu dua kali agenda mediasi yang dilaksanakan belum lama ini dengan pihak pengurus komunitas petani Kedungborang yang difasilitasi oleh instansi kantor ATR/BPN Kabupaten Cilacap.(warto)

Next Post

MERAJUT KEBERSAMAAN ANGGOTA SEKNAS CAKUNG MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN

Rab Jul 29 , 2020
Banyumas Pos , Jakarta Dalam menjalin kebersamaan dan kekompakan juga […]
img 20200729 wa0063