PERNYATAAN KABARESKRIM SULUT EMOSI YANG MERASA ANTI NKRI DAN PANCASILA

img 20200302 wa0003

PERNYATAAN KABARESKRIM SULUT EMOSI YANG MERASA ANTI NKRI DAN PANCASILA

Jakarta (Banyumas Pos) – Pernyataan Kabareskrim, Komjen. Listyo Sigit Prabowo akhir-akhir ini mendapat reaksi, karena dalam pernyatannya singgung tentang kewaspadaan pemanfaatan pilkada 2020 oleh mereka yang anti Pancasila. Acuan pilkada tahun 2017
Prediksi tentang situasi dan kondisi tentu akan mengarah kepada sikap kewaspadaan untuk menghadapi apa yang akan terjadi adalah merupakan pekerjaan institusi Kepolisian yang bertanggung jawab terhadap keutuhan NKRI dan dasar negara Pancasila.

Tentunya perangkat Kepolisian melalui kinerja para intelnya telah mencium gelagat yang tidak menguntungkan bagi keamanan perhelatan Pilkada 2022yang akan mulai digelar pada bulan September di kurang kebih 270 daerah secara serentak.

Pengalaman pilkada 2017 jangan sampai terulang, agar tidak terjadi agama yang seharusnya menciptakan kerukunan dalam kesejukan bukan untuk kehancuran sebuah negara karena ngototnya untuk mengarah kepada tegaknya ideologi yang menyimpang.

Tersulutnya Wasekjen MUI terkait pernyataan Listyo Sigit Prabowo selaku Kabareskrim POLRI terkesan berlebihan dan justru mengarah kepada apa yang ada dibenak Ustad Tengku Zulkarnain sendiri. Bukan sudah menjadi kewajibannya mengingatkan agar jajaran Kepolisian untuk waspada terhadap tugas yang akan dilakukan atau akan dihadapi. Alangkah eloknya kalau Tengku sebagai Ulama sambil mengusap dada beristifar agar emosinya bisa terkendali, seandainya menurutnya pernyataan Kabareskrim sedikit terasa sengkring.

Biasanya kalau Ulama yang sebenarnya dalam pemikiran dan ucapannya membawa kesejukan bagi umatnya. Jangan menghadapi permasalahan dengan mengusap jenggotnya, tentu hasilnya berbeda. Pastinya kalau sambil mengusap jenggot tentu akan panas dan akan mengeluarkan hawa setan, melunturkan predikat Ulamanya. Pada akhirnya predikat Ulamanya sontak berubah menjadi Provokator, yang seolah-olah dirinya merasa lebih kuasa, kebih kuat dari petugas yang punya kuasa yang dipayungi oleh hukum. Karena seorang Kabareskrim selaku petugas negara tentunya tidak akan berperilaku serampangan dan sudah teruji (maaf) aklaknya. Termasuk bukan karbitan maupun dadakkan. Begitu pulang dari Tanah abang trus menyandang Kabareskrim.

Indonesia akan kembali tenteram dan damai seandainya para Ulama saling mengingatkan untuk menjaga perilaku dan ucapan. Ulama yang biasanya bijak dalam bertutur, dan sangat kharismatik penuh nasehat yang menyejukkan, membimbing umatnya menuju kehidupan yang Rohmatan lil Alamin.

Institusi Kepolisian tentunya akan menjaga wibawa Institusinya dan menjaga ketentraman mayarakat Indonesia tercinta. Sudah waktunya Pemerintah untuk segera bertindak tegas melalui POLRI yang diback up TNI. Bangsa Indonesia yang mendambakan keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila, menunggu penuh harap agar TNI & POLRI bersikap mumpung belum terlambat. Jangan jadikan Indonesia seperti Suriah.(santo).

Next Post

Danrem 071/Wijayakusuma Hadiri Penutupan, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Diktuk Ba Polri 2019/2020

Sel Mar 3 , 2020
Danrem 071/Wijayakusuma Hadiri Penutupan, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Diktuk Ba […]
img 20200303 wa0006