Perhutani Kuasai Tanah Rakyat Selama 53 Tahun

 

Cilacap (Banyumas Pos)

Sabtu 30 mei 2020 perkara sengketa yang terjadi di daerah kawunganten cilacap jawa tengah telah berlangsung selama 53 tahun lamanya.

Sutrisno adalah anak kandung ahli waris yang dahulu orang tuanya telah di bunuh oleh oknum pegawai PT Perhutani mengatakan,
“Tanah kami selama 53 tahun telah di rampas oleh PT perhutani, bukan hanya Desa kami yaitu Desa Bringkang namun ada 4 desa lainnya yang dirampas oleh Perhutani yaitu desa Grugu, Babakan, Binangun dan Citembong semuanya adalah murni desa bukan kawasan hutan yang di katakan oleh PT Perhutani dan kami akan merebut tanah ini kembali.” ujarnya.

Sementara itu Agus Waryoko,S.H dan Ananto Widagdo, S.H.,S.Pd dari A.S.A Law firm selaku pengacara dari ahli waris mengatakan,
“Perihal kasus yang sedang ditangani terjadi di daerah Kawunganten Cilacap adalah Kasus yang sudah lama terjadi.
Menurut Pengakuan dari ahli waris saat datang ke kantor kami banyak sekali pengurus-pengurus terdahulu yang mengatakan akan membantu mengurus sengketa tanah tersebut namun tidak pernah ada titik jelasnya semuanya nya berhenti di jalan yang tidak jelas alasannya.” ungkapnya.
“Dan ini menarik buat kami untuk mengoreksi Apakah memang ada oknum yang menghentikannya atau ada kendala lain semuanya akan kita bongkar” tegas Agus.

img 20200601 wa0090

“kami sebagai kuasa hukum yang diamanahkan oleh para ahli waris Alhamdulillah kasus ini sudah masuk ke ranah hukum kita laporkan ke Polda karna kami banyak menemukan kejanggalan dalam data yang di buat di seolah-olahkan serta penanganan kasus ini kami didukung oleh banyak sekali pengacara, karena kasus ini cukup unik dan menarik selama 53 Tahun tidak ada kejelasan tanah tersebut kasihan para ahli waris”pungkasnya.

Di lain kesempatan ketua komunitas petani kedung Borang bersatu Kusmiadi mengatakan,
Sejauh ini urusan sudah ditangani oleh penegak hukum Polda Jawa Tengah dan kami pun sudah menerima surat balasannya, tinggal kami menambah barang bukti tambahan yang diperlukan, dan alhamdulillah juga tanpa harus kami cari beberapa pengakuan atau keterangan yang mereka sampaikan ke kami secara langsung baik via telepon maupun berbicara Face to Face mereka mengatakan mereka adalah bagian dari pengurus masa lalu bahkan ada yang mengatakan mengikuti kasus ini dari tahun 90an, dan ini memudahkan kami untuk mengorek keterangan Nantinya di depan para penyidik ,karena banyak sekali kecacatan yang kami duga manipulasi dalam dokumen-dokumen terdahulu yang dibuat oleh oknum, kami menduga bahwa dalam kepengurusan masa lalu banyak terjadi kesalahan dan kita sudah sounding kan itu ke pihak yang berwajib, termasuk pengakuan langsung dari beberapa pengurus terdahulu yang mengatakan bagian pengurus dan tau persis katanya dan dia juga menyampaikan timnya terdahulu termasuk pembuat dokumen-dokumen yang kami duga manipulasi ini.
perkara yang diduga oknum tersebut Apakah mereka tersangka atau bukan itu bukan urusan kami itu urusan mutlak penyidik, kami hanya menambah barang bukti pelengkap untuk menguatkan kasus ini,tuturnya.

Di sisi lain juga beberapa ahli waris mengatakan bahwa kepengurusan massa lalu menghabiskan dana 500 juta lebih yang tertulis belum yang tidak tertulis hal ini kata ahli waris inisial N,
Kami menduga kami dulu hanya di manfaatkan oleh para oknum yang mengatasnamakan kami, buktinya belum ada tindak lanjutnya sampai saat ini.
Kami berharap pengurus sekarang yang di pimpin oleh pak JHON juga timnya mampu menyelesaikan masalah kami yang di bantu oleh pengacara A.S.A law firm Purwokerto yang di pimpin oleh AGUS WARYOKO, S.H dan ANANTO WIDAGDO, S.H.,S.Pd. serta di dukung pengacara-pengacara lain,
Yang lebih aneh lagi ada oknum yang mengatasnamakan dari instansi ATR/BPN yang telah mengukur lahan, namun begitu kami cek di kantor ATR/BPN ternyata dari instansi tersebut tidak pernah memerintahkan ataupun menugaskan orang untuk melakukan pengukuran di lapangan, hal ini kami duga kuat penipuan serta sudah kami laporkan ke pihak yang berwajib serta barang bukti sudah kami serahkan.

Kami harap tim yang yang sekarang mampu menyelesaikan urusan ini dan bisa mengembalikan hak kami yang telah di kuasai selama 53 tahun oleh PT Perhutani.Demikian keterangan yang diberikan salah seorang perwakilan warga Kedungborang kec.Kawunganten.(kontributor Kusmiyadi/warto)

Next Post

Kapolres Cianjur Appresiasi Personil Polri Dan Masyarakat Berprestasi Tangani Pandemi Covid-19

Sel Jun 2 , 2020
  CIANJUR – Banyumas Pos Kegiatan Apel Pemberian Reward kepada […]
img 20200602 wa0006