Patuh Terhadap Protokol Kesehatan, Desa Panjangsari Raih Juara Pertama Lomba Video Kampung Siaga Candi Merdeka Covid-19 dari Polres Kebumen

img 20200825 wa0038

Polres Kebumen – (Banyumas Pos) Desa Panjangsari Kecamatan Gombong berhasil meraih juara pertama lomba video “Kampung Siaga Candi Merdeka Covid-19” yang digelar Polres Kebumen dengan total 522 point.

Pada lomba yang diinisiasi oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan ini, sedikitnya diikuti 26 desa mewakili 26 Polsek.

Kesempatan siang ini Kapolres Kebumen memberikan hadiah kepada jauara 1, perwakilan Desa Panjangsari Miswanto yang juga Kaur Perencanaan Pemdes setempat.

Didampingi Kapolsek Gombong AKP Triwarso Nurwulan, Miswanto mendapat piagam penghargaan dan uang pembinaan dari Kapolres Kebumen.

Diungkapkan AKBP Rudy, lomba yang diadakan kurang lebih satu bulan itu untuk menarik minat masyarakat agar lebih peduli terhadap protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Hal ini juga sebagai implementasi Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Penilaian melalui video, dan juga fakta di lapangan. Adapun juri, kita libatkan dari BPBD Kebumen, Dinas Kesehatan Kebumen, serta dari Polres Kebumen sendiri. Peserta Lomba adalah desa binaan Polsek, yang diusulkan oleh tiap-tiap Polsek,” jelas AKBP Rudy di sela kegiatan, Selasa (25/8).

Juara pada urutan nomor dua diraih Desa Wonorejo Kecamatan Karanganyar dengan total point 487.

Pada posisi juara 3, diraih oleh Desa Jatijajar Kecamatan Ayah dengan total point yang diperoleh adalah 482 point.

“Kami berharap dari kegiatan ini, akan banyak desa menerapkan protokol kesehatan oleh masyarakatnya. Desa yang menang bisa menjadi contoh desa-desa lainnya,” ungkap AKBP Rudy.

Sedikit informasi tentang pemenang juara 1 Desa Panjangsari Gombong, pemerintah desa setempat sejak awal covid-19 merebak di Kebumen sudah memperketat tentang pelaksanaan protokol kesehatan di desa itu.

Bahkan hingga sampai saat ini, warga yang akan bertamu di desa Panjangsari wajib lapor di pemerintah desa. Hal ini untuk mengetahui riwayat perjalanan untuk memperkecil kemungkinan penyebaran corona.

Termasuk pelaksanaan hajatan warga masyarakat yang mulai digelar, di Desa Panjangsari secara disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan jaga jarak, cuci tangan serta menggunakan masker.

img 20200825 wa0039

“Desa Panjangsari sejak awal sudah komitmen. Mulai dari unsur pemerintah hingga warga masyarakat sudah kompak (patuh terhadap protokol kesehatan),” kata Miswanto.

Di desanya, tiap-tiap RT telah menyiapkan rumah karantina bilamana terjadi kasus positif corona (orang tanpa gejala). Namun demikian, sampai dengan saat ini di Desa Panjangsari masih nol kasus positif covid-19. (Lia)

Next Post

Semua Merinding, Ini yang Dilakukan Kapolres Kebumen saat Acara Bedah Rumah

Rab Agu 26 , 2020
Kebumen -(Banyumas Pos) Pemandangan mengharukan terjadi saat serah terima bedah […]
img 20200825 wa0041