OKNUM ASN PENCURI 360 BOX MASKER DI RSUD PAGELARAN DIRINGKUS SATRESKRIM POLRES CIANJUR

img 20200326 wa0007

img 20200326 wa0004

img 20200326 wa0005

OKNUM ASN PENCURI 360 BOX MASKER DI RSUD PAGELARAN DIRINGKUS SATRESKRIM POLRES CIANJUR

CIANJUR -Banyumas Pos

Hilangnya stock persediaan 360 Box Masker di gudang fharmasi RSUD Pagelaran membuat geram Kapolres Cianjur AKBP.Juang Andi Priyanto,S.I.K.,S.H.,M.Hum. Sat Reskrim Polres Cianjur pun segera bergerak dan tidak lebih dari 24 jam otak pelaku dan kawanannya diringkus dan digelandang ke Mapolres Cianjur, hal ini terungkap dalam Press Release di depan loby Mapolres Cianjur,Kamis 26/03/20.

Press Release di pimpin langsung oleh Kapolres Cianjur AKBP.Juang Andi Priyanto,S.I.K.,S.H.,M.Hum. didampingi Kasat Reskrim Polres Cianjir AKP.Niki Ramdhany,S.E.,S.I.K.,M.Si dan anggota Polwan dan Provost.

Terungkap dalam press release otak pelaku pencurian adalah seorang ASN yang bekerja di RSUD Pagelaran yang berinisial ISF, dalam melakukan kejahatannya ISF di bantu kawannya yang berstatus pekerja honorer yang berinisial RN dan YHG, hasil kejahatannya berupa 360 Box Masker dan alat kesehatan lainnya berupa alat suntik di jual ke penadah berinisial CRN alias Menx, keempatnya di ringkus Satreskrim Polres Cianjur di rumah masing masing dan digelandang ke sel tahanan Mapolres Cianjur,

Pencurian dilakukan dalam empat kali pencurian semenjak merebaknya kasus virus corona ramai di beritakan di televisi dan media online, hasil curiannya di pasarkan ke daerah Bogor untuk menghilangkan jejak dan sebagian di jual secara online.

Sulitnya masyarakat untuk mendapatkan masker pelindung karena permintaan masker di pasaran melonjak tajam, banyak spekulan yang bermain dengan menimbun stock dan bahkan memicu niat buruk dari beberapa oknum petugas Kesehatan di Rumah Sakit untuk menjualnya demi kepentingan pribadi.seperti yang terjadi di RSUD Pagelaran salah satunya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr.Irvan Nur Fauzy ketika dimintai tanggapannya dengan kasus pencurian Masker di RSUD Pagelaran yang dilakukan oleh oknum pegawainya sendiri mengatakan ” Kami menyesalkan dengan kejadian ini,karena pelaku adalah pegawai di RSUD Pagelaran yang berstatus ASN, kami menunggu keputusan resmi dari pihak yang berwenang nantinya, tentu saja tindakan administratif akan di terapkan dengan sangsi terberatnya adalah sangsi pemecatan” ungkapnya.

” Himbauan kami kepada seluruh tenaga kesehatan ataupun non kesehatan yang bekerja di bidang kesehatan tentunya ini adalah pembelajaran yang berharga untuk meningkatkan pengawasan terhadap barang milik negara untuk dikontrol lebih ketat” tegasnya.

Sementara itu Kapolres Cianjur mengatakan “Awalnya kami tidak tahu, tidak mencurigai siapapun, kami pikir orang luar yang mencoba mengambil dari rumah sakit, masker ini dijual bertahap yang pertama, mereka mendapat uang 24 juta, 18 juta dan 14 juta. Uangnya, dibelikan untuk membeli motor juga membeli kebutuhan rumah tangga dibagi-bagi sama mereka.” Ujar Kapolres.

“Alhamdulillah, hasil kerjasama kepolisian dengan masyarakat membuahkan hasil, masyarakat memberikan respon bahwa ini sangat dibutuhkan untuk keperluan orang banyak di rumah sakit” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Niki Ramdhany juga mengungkapkan aksi pencurian ini dilakukan dalam 4 kali pencurian.

“Untuk total kerugian materi kita masih menyelidiki, namun yang pertama itu merka mencuri 2 box yang satu boxnya berisi 40 buah, yang kedua 2 box, yang ketiga 3 box dan yang ke empat sisanya, total semua yang dicuri di RSUD Pagelaran 360 box,” ungkapnya.

AKP Niki juga mengatakan jajarannya hari ini akan pergi ke bogor untuk memeriksa ke apotek yang ada dibogor dengan harga 1 boxnya Rp80 ribu sampai Rp100 ribu.

“Karena munurut keterangan tersangka mereka menjual sebagian ke apotek yang ada di bogor sebagian ke perorangan dengan cara COD atau dijual via online,” ungkapnya.

Disisi lain Direktur RSUD Pagelaran Awi Darwijar mengatakan kejadian diketahui setelah ada permintaan masker dari RSUD Cianjur.

“Sebelumnya kita tidak mengetahui aksi pencurian ini, namun kita mengetahui masker tidak ada setelah ada permintaan masker dari beberapa rumah sakit lain diantaranya RSUD Cianjur,” jelasnya.

Barang bukti yang disita berupa satu unit kendaraan roda empat, satu unit roda dua, satu dus karton berisi 4 box masker, beberapa kartu ATM dari beberapa Bank, dua buah Handphone berbagai merk dan uang tunai sisa penjualan masker tersebut.
Para tersangka akan dijerat pasal 363 KUHP dan 480 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(red taufik winata)

Next Post

Anggota Satgas TMMD ke 107 Kodim 0608/CJR bangun Pos Ronda disambut Antusias oleh Masyarakat.

Kam Mar 26 , 2020
Anggota Satgas TMMD ke 107 Kodim 0608/CJR bangun Pos Ronda […]
img 20200326 wa0008