Miris, Total 16 Perusuh Diamankan Polres Kebumen, Ada yang Bercita-Cita Jadi Polisi

img 20201013 wa0053

Kebumen – (Banyumas Pos) Delapan pelajar yang terlibat dalam tindakan anarkis saat demo di depan Gedung DPRD Kebumen hari ini datang ke Polres Kebumen memenuhi panggilan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Selasa (13/10).

Mirisnya beberapa pelajar yang diamankan tersebut masih duduk di bangku SMP kelas 2 serta kelas 1 SMK. Saat ditanya oleh penyidik Sat Reskrim, ia hanya ikut-ikutan demo dan tidak mengetahui tuntutan dari demo itu.

Ke delapan pelajar itu dikumpulkan Kapolres bersama dengan para orangtua di Gedung Tribrata Polres Kebumen. AKBP Rudy memimpin langsung pembinaan.

Setelah diberikan pemahaman oleh Kapolres, para pelajar tersadar apa yang telah dilakukan ternyata melanggar hukum. Aksi pelemparan batu dan perusakan fasilitas umum adalah pelanggaran.

“Para pelajar ini kita kumpulkan. Kita sadarkan. Kita gunakan metode hipnoterapi, komunikasi dari hati ke hati. Hasilnya mereka mengakui kesalahannya, dan berjanji tidak mengulanginya lagi,” jelas AKBP Rudy.

Setelah tersadar, para pelajar selanjutnya meminta maaf kepada orangtua karena telah mengecewakan. Para pelajar itu sungkem kepada orangtuanya di hadapan Kapolres.

Para orang tua mengaku tidak tahu saat anaknya bergabung bersama pendemo pada haru Jumat (9/10). Mereka bahkan terkejut saat mendengar kabar, jika anaknya terlibat dalam aksi anarkis sehingga diamankan Polres Kebumen.

Salah satu guru SMK di Kecamatan Prembun Cokrowinoto mengungkapkan muridnya yang terlibat dalam perusuhan dan berhadapan dengan hukum akan diberikan sanksi sesuai ketentuan sekolah, yakni pemberian point pelanggaran.

Peserta didiknya yang diamankan Polres Kebumen langsung diberikan point 50 persen. Jika point, telah mencapai 100 persen langsung dikeluarkan dari sekolahan.

img 20201013 wa0054

Kata lain, jika sebelumnya telah memiliki point pelanggaran 50 persen, ditambah 50 point setelah berurusan dengan Polres Kebumen, langsung dikembalikan kepada orangtua.

Cokro juga mendukung Polres Kebumen, jika ada pelajar yang ikut dalam kegiatan anarkis untuk diamankan dan diberikan sanksi sebagai pembinaan.

“Padahal murid kami yang diamankan itu, dia punya postur badan yabg bagus dan mempunyai cita-cita jadi polisi. Kami akan lebih mengawasi murid kami, supaya di kemudian hari tidak mengalingi lagi,” pungkas Cokrowinoto.

Dengan dipanggilnya delapan pelajar pada hari ini, berarti Polres Kebumen, total mengamankan 16 perusuh.

Para pelajar itu diamankan karena berbuat anarkis dan melakukan perusakan fasilitas umum. Gedung DPRD juga termasuk fasilitas umum. (Lia)

Next Post

Figur KepemimpinanTeti Tato Mulai Tercium Harum

Sel Okt 13 , 2020
Banyumas, Banyumas Pos- Ayam Alas berduka, yang merupakan desa wilayah […]
img 20201013 wa0058