MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA FAHRUL RAZI SEDANG MIMPI BURUK

img 20200208 wa0002

img 20200208 wa0004

MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA FAHRUL RAZI SEDANG MIMPI BURUK

Jakarta (Banyumas Pos). Rencana atau masih berupa gagasan Menteri Agama Fahrul Razi akan memulangkan 600 Warga Negara Indonesia yang telah tergabung dengan kelommpok teroris Islamic State of Iraq and Syria, semoga hanya mimpi buruk Fahrul Razi Menteri Agama Republik Ibdonesia. Karena seperti pernah disampaikan Presiden Jokowidodo secara tegas dan berulang bahwa tidak ada di dalam Kabinet Indonesia maju Program Menteri, adanya adalah program Presiden. Jadi apakah wacana pemulangan 600 Warga Negara Indonesia (WNI) sebelumnya sudah di rembug dengan Presiden. Sungguh sangat berbanding terbalik, satu sisi Presiden berusaha untuk menjinakkan faham intoleransi dan radikalisme di Republik ini, dan gebrakan awal saat menjabat Menteri telah searah menjinakkan faham radikalisme dan intoleransi di Kementriannya, melalui pelarangan bercelana Cingkrang dan bercadar kepada para ASN saat menjalankan tugas, yang mengacu pada tata tertib kepegawaian. Tanpa ba bi bu…memunculkan wacana pemulangan Warga Negara Indonesia yang terlah tergabung dengan kelompok ISIS di luar negeri. Semoga hanya sebuah mimpi buruk Sang Menteri Agama, Fahrul Razi.

Kemungkinan pertimbangan kemanusiaan Fahrul Razi sebagai Menteri Agam perlu dihargai dan mewujudkan kehadiran negara dalam melindungi warga negara di negara asing.
Tapi barang kali akan lebih bijaksana sekiranya pertimbangan tersebut diukur dengan resiko keamanan warga negara di tanah air yang berjumlah ratusan juta rakyat, dibandingkan dengan 600 WNI yang jelas – jelas sudah menyalahi Undang – Undang Kewarga – negaraan No. : 12 Tahun 2006 Pasal 23 khususnya huruf (d), dan haruf (f). Bahwa : Kehilangan Kewarganegaraan disebabkan karena masuk dalam dinas Tentara Asing tanpa ijin terlebih dahulu dari Presiden, huruf (d) , dan huruf (f) ; menyebut secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian negara asing tersebut.
Bisa dijadikan pertimbangan pula bahwa kekejaman faham ISIS, bertentangan jauh dengan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Termasuk rencana bahwa 600 Warga Negara Indonesia yang sudah masuk ISIS dipulangkan selanjutnya akan dipekerjakan. Orang awam akan punya hitungan biaya pemulangan apa tidak lebih bermanfaat dan mulia untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah banjir dan longsor di mana – mana. Untuk mempekerjakan mereka, apakah tidak lebih mulia memperkerjakan banyak warga masyarakat di Tanah Air yang di depan mata dan sudah jelas – jelas setia kepada NKRI.

Beruntung Presiden Jokowidodo cepat bersikap untuk menolak dengan tegas untuk pemulangan 600 WNI yang sudah terafiliasi faham Islamic State of Iraq and Sirya (ISIS) yang tentu akan berdampak bagi keamanan negara dan paling tidak juga akan menambah pekerjaan institusi POLRI dan BNPT maupun TNI dalam menjinakkan faham Radikalisme, Intoleransi serta Teroris yang selalu mencari kelengahan dan peluang.
Tentunya kejadian ledakan bom pipa di Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan Riau yang melukai seorang Polisi berpangkat AKP, 6 Pebruari 2020 menumbuhkan rasa keprihatinan para pemangku kekuasaan dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Yang jelas 600 Warga Negara Indonesia yang sudah bergabung dengan Negara Islam Irak dan Sirya atau ISIS gugur Kewarganegaraannya. Kita tunggu bersama kelanjutan jadi atau tidaknya wacana Pemulangan 600 WNI ke Indonesia kepada para pakar Hukum untuk mengkaji lebih mendalam. Wallahu A’lam Bishawab. Semoga Menteri Agama, Fahrul Razi segera sadar dari mimpi buruk karena pekerjaan sebagai Menterinya semua Agama masih banyak untuk dijamah dengan segala kearifannya. Syukran, Jazakumullahu khairan.(santo).

Next Post

RAKONTEK BIDANG KESMAS DINKES  CIANJUR RESMI DIBUKA SEKDIS Dr.IRVAN NUR FAUZY

Sel Feb 11 , 2020
RAKONTEK BIDANG KESMAS DINKES  CIANJUR RESMI DIBUKA SEKDIS Dr.IRVAN NUR […]
img 20200211 wa0020