MASYARAKAT WINONG TUNTUT PEMULIHAN EKONOMI DAN MEMINTA LAPANGAN PEKERJAAN KEPADA PLTU CILACAP

img 20201112 wa0004

CilacapBanyumaspos.com

Polemik yang terjadi di Dusun Winong, Desa Slarang Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap masih terus bergulir hingga saat ini.

Kali ini, Forum Masyarakat Winong Peduli Lingkungan (FMWPL) yang diketuai Riyanto kembali mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Selasa (10/11/2020) siang.

Kedatangan mereka tak lain untuk mengajukan beberapa tuntutan kepada pihak PLTU Karangkandri PT S2P, Cilacap.

Saat ditemui, Ketua FMWPL, Riyanto mengatakan, pihaknya menuntut adanya pemulihan ekonomi disekitar masyarakat. Pasalnya, selama 15 tahun hidup berdampingan dengan PLTU, perekonomian masyarakat sekitar tidak membaik malah semakin terpuruk.

“Selain itu, kita meminta adanya lahan latihan kerja PLTU ataupun lapangan pekerjaan. Soalnya, dari 283 jiwa yang ada disekitar PLTU, hanya 20 orang saja yang ikut kerja di PLTU,” imbuhnya.

Warga Winong juga minta adanya jaring pengaman yang berada di sebelah Timur pemukiman. Pasalnya, ada menara sutet yang bersebelahan dengan jalan yang sering dilalui warga. Dikhawatirkan jika tidak dipasang jaring pengaman, akan menyebabkan radiasi.

Tak hanya itu, mereka meminta kepada pemerintah dan PLTU, untuk mengatasi keberadaan ash yard yang berada di belakang pemukiman. Meski sekarang sudah tidak jadi pembuangan limbah B3, namun ash yard kini terisi air dan banyak anak-anak sering bermain dan berenang dilokasi tersebut dan dinilai sangat membahayakan.

img 20201111 wa0026

Menurut Riyanto, selama 15 tahun hidup berdampingan dengan PLTU, masyarakat telah kehilangan ekonomi, sosial dan budaya. Bukan semakin membaik malah semakin terpuruk.

“Apalagi dampak yang sedang kami rasakan, dampak abrasi itu. Kami harap pemerintah memperhatikan. Tiga tahun kami berjuang, namun belum mendapatkan hasil, dampak-dampak adanya PLTU masih membahayakan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sugeng, General Manager PLTU Karangkandri PT Sumber Segara Primadaya (S2P) Unit 1 dan 2 Cilacap, enggan memberi komentar lebih terkait hasil audiensi tersebut.

“Nanti ditanyakan ke DLH saja, semua hasil rapat sudah dinotulensikan,” katanya singkat.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilacap, Awaluddin Muuri mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keinginan masyarakat terkait peningkatan taraf perekonomian secara umum baik penghasilan, pendidikan, tenaga kerja PLTU S2P.

“Pemberdayaan masyarakat sudah dilakukan, tapi belum maksimal. Harapan kami, pemerintah ke PLTU S2P lebih dimaksimalkan lagi,” katanya.

Selain itu, sarana prasarana lain, seperti pagar demi keamanan masyarakat khususnya anak-anak di kolam abu atau ash yard diharapkan agar segera terlaksana.

“Nanti dilanjutkan pertemuan mereka sendiri. Sudah dibuat notulen intinya PLTU siap memenuhi keinginan-keinginan masyarakat Winong secara maksimal,” pungkasnya.

Penulis : GAL

Next Post

Jalin Silaturahmi, Danrem 071/Wijayakusuma Komsos Dengan HDCI

Kam Nov 12 , 2020
Banyumas – Banyumaspos.com Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Dwi Lagan […]
img 20201110 wa0045