MASYARAKAT WAJIB CERMATI SEBARAN BATUAN KERJASAMA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMPROF DKI JAKARTA BAGI TERDAMPAK COVID – 19

img 20200412 wa0014

img 20200412 wa0013

MASYARAKAT WAJIB CERMATI SEBARAN BATUAN KERJASAMA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMPROF DKI JAKARTA BAGI TERDAMPAK COVID – 19

Jakarta (Banyumas Pos). Tidak main-main…..! Kebijakan Pemerintahan Jokowi – Makruf Amin yang tertuju kepada masyarakat terdampak Covid – 19 dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk mencermati agar kebijakan yang sangat dinantikan betul-betul tepat sasaran.

Kecermatan terhadap kebijakan Pemerintah sangat dibutuhkan khususnya soal sebaran bantuan maupun nilai yang diterima. Ini sangat penting dalam kondisi masyarakat yang sedang menghadapi situasi serba sulit akibat wabah covid – 19 yang sedang mendera.

Yang perlu diketahui dan dipahami bahwa, bantuan sembako bagi terdampak Cocid 19 adalah murni kebijakan Pemerintah pusat yang dilaksanakan melalui Pemerintah Daerah masing-masing Provinsi.

Untuk realisasi anggarannya Pemerintah Pusat membantu Gubernur terhadap kekurangan anggaran untuk memenuhi Kwantitas (Jumlah) dan Kwalitas(nilai) yang diberikan kepada warga terdampak Civid 19.

Jadi untuk Provinsi DKI Jakarta khususnya kalau ada yang mengklai MURNI KEBIJAKSANAAN Gubernur DKI Jakarta adalah kurang bijaksana. Jangan sampai menimbulkan ibarat Menari diatas perut orang lain. Walaupun ada istilah Gubernur Serasa Presiden.

Dalam mencermati suatu kebijakkan kita juga perlu berlaku bijak juga, agar bisa tetap menentramkan warga penerima bantuan, minimal ikut meringankan beban RW maupun RT di lingkungan kita masing. Karena walaupun bantuan bersifat berkala dan bersifat sementara, Ketua RW dan Ketua RT bakal menghadapi beberapa pertanyaan-pertanyaan yang diperlukan ekstra sabar.

Sebagai gambaran awak Banyumas Pos ikut nimbrung obrolan 2 pejabat RT dalam satu wilayah RW yang ada di Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Memang tidak mudah bagi Ketua RW maupun Ketua- ketua RT., dalam pelaksanaan di lapangan
Bagaimana tidak pusing, karena dari jumlah warga sekitar 2500 KK (Kepala Keluarga) hanya mendapatkan untuk 1500 KK., dan 1 RT yang mempunyai warga sebanyak sekitar 300 KK, hanya menerima paket sembako untuk 107 KK., begitu juga Ketua RT yang satu dari kurang lebih 185 KK, bernasib untuk mendistribusikan 87 KK.

Beruntung, yang juga belum tentu untuk. Kedua Ketua RT didampingi Sekertaris salah satu RT dan penulis, mengambil langkah :
— Yang akan diberikan kepada warga yang berdomisili di Rt. Masing-masing dengan mengutamakan warga yg betul-betul segera dibantu,
— Yang dikata gorikan warga adalah yang masih tinggal di lingkungan Rt. Masing-masing tanpa mensyaratkan harus KTP DKI, serta pengontrak maupun rumah sendiri,
— Bagi yang 1 rumah terdiri dari lebih dari 1 KK, maka sementara akan diberikan untuk 1 terlebih dahulu.

Yang perlu dicermati bersama, selaku masyarakat adalah, Contoh sebagai acuannya ;
1. Jumlah warga 2500 KK yang diberikan 1500 KK,
2. Jumlah 1 Rt 300 KK mendapat jatah 107 KK,
3. 185 KK dijatah 85 KK.

Jadi apakah sisa kurang baik dari tingkat RW maupun RT akan dipenuhi jadwal berikutnya, atau karena dari selisih jumlah warga masing-masing sudah mendapat bantuan dalam bentuk yang lain, misalnya karena sudah mendapat KJP/PKH/PRA KERJA atau yang lain.

Kata Bung Karno : Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya. “PAHLAWAN SEJATI TIDAK MEMBANGGA BANGGAKAN KEPAHLAWANANNYA”. Masih Belum Pahlawan, Tapi Tetap Santun.(santo).

Next Post

Himbauan MUI Kabupaten Cianjur Ditengah Wabah Virus Corona

Sen Apr 13 , 2020
Himbauan MUI Kabupaten Cianjur Ditengah Wabah Virus Corona CIANJUR – […]
img 20200413 wa0000