Masyarakat Banyumas Megot Bareng, Jelang Hari Jadi Banyumas

img 20200221 wa0034

Masyarakat Banyumas Megot Bareng, Jelang Hari Jadi Banyumas

Menjelang peringatan Hari Jadi Banyumas ke 449 yang jatuh pada hari Sabtu 22 Februari 2020, Bupati Banyumas dan ribuan elemen masyarakat Banyumas lakukan flashmob senam kebugaran menggunakan instrument tari egat egot khas Banyumasan di Gor Satria Jum’at (21/2/2020). Mereka berasal dari perwakilan masyarakat dari semua desa yang ada di Kabupaten Banyumas.

Bupati Banyumas menyambut baik tari lengger Banyumas yang sudah dimodifikasi dan dengan koreografi yang baru dengan gerak senam, akan memudahkan masyarakat Banyumas untuk ikut menari bersama. Meski gerakan masih terlihat sulit semua yang datang terlihat antusias mengikuti senam ini. Sehingga harus diulang sebanyak dua kali.

“Saya ingin tari megat megot ini bisa di kenal sampai keluar Banyumas dan menjadi ciri khas Banyumas. Tari megat megot ini menggunakan instrument musikdari tari lengger khas Banyumas. Coba buatkan versi lain yang lebih mudah, soalnya tarian lengger ini masih sedikit susah untuk di ikuti. Di buat seperti tiktok dengan gerakan yang lebih mudah di ikuti sehingga orang gampang mengenal dan mengingat gerakannya. Sehingga tidak hanya warga Banyumas saja yang bisa tarian lengger ini atau megat megot.” Katanya.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Deskart Sotyo Djatmiko mengatakan senam tari Egat-agot juga akan dilakukan bersama dengan life music setelah upacara Hari Jadi Banyumas Sabtu (22/02/2020). Menurutnya Kesenian lengger berpotensi menjadi warisan budaya dunia. Sebab saat ini, kesenian tradisi asli Banyumas tersebut sangat populer di tengah masyaraka tersebut, sudah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menjadi warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia Tahun 2019. Artinya, saat ini, kesenian tersebut sudah diakui sebagai milik masyarakat Banyumas.

“Dengan latar belakang tersebut pemerintah daerah akan berupaya untuk mengusulkan kesenian tersebut sebagai warisan budaya dunia. Meski membutuhkan proses yang tidak mudah dan berliku untuk mendaftarkan kesenian ini. Seni lengger, juga merupakan identitas budaya yang memiliki nilai keunikan dan tradisi yang masih hidup. Kesenian ini lahir dari budaya agraris. Ciri khas gerakan tarinya yang tegas dan dinamis menunjukkan karakter orang asli Banyumas,” tambahnya. (Lia)

Next Post

Pramuka Penegak Kwarran Banyumas Ikuti Diklat Jurnalistik

Sab Feb 22 , 2020
Pramuka Penegak Kwarran Banyumas Ikuti Diklat Jurnalistik Dewan Kerja Ranting […]
img 20200222 wa0002