Ma’arif NU Banyumas Latih Tutor Sebaya Cetak Guru Penggerak

img 20200827 wa0044

Banyumas—-(Banyumas Pos) Terlepas pro dan kontra lahirnya Program Organisasi Penggerak (POP) bentukan Kemendikbud, LP Ma’arif NU tetap fokus menggerakkan guru menjadi agen penggerak perubahan. Terlebih di masa pandemi, guru Ma’arif terus ditingkatkan kemampuannya untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi informasi.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Cabang LP Ma’arif NU Kabupaten Banyumas, Dr. Fauzi, M.Ag saat pembukaan training of trainer (ToT) pembelajaran berbasis teknologi informasi (IT) bagi guru Ma’arif se-Kabupaten Banyumas zona 4 di Aula MTs Ma’arif NU 1 Wangon, Kamis (27/8).

Menurutnya, penguasaan guru terhadap pembelajaran berbasis IT dibutuhkan sebagai respon atas kemajuan dunia modern. Terlebih disaat masa pandemi, sarana pendukung belajar dari rumah sangat diperlukan, yaitu penguasaan aplikasi untuk pembelajaran.

“LP Ma’arif NU terus mendidik dan menjadi garda terdepan dalam melatih guru penggerak. Guru digerakkan untuk menjadi tutor sebaya dalam meningkatkan kemampuan praktis menciptakan pembelajaran berbasis IT,” jelas Wakil Rektor I IAIN Purwokerto itu.

Fasilitator training, Edi Guntoro menjelaskan secara umum materi yang dikembangkan adalah aplikasi pembelajaran populer di media internet. Pemberian materi lebih bersifat aplikatif dan memberdayakan tutor sebaya antarpeserta.

“Peserta diantaranya mempraktekkan zoom meeting, streamyard, dan bandycam untuk latihan menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Peserta diajak mengembangkan pilihan fitur untuk penguasaan aplikasi yang lebih menarik,” paparnya.

Selain materi ini, tambah Edi Gun panggilan akrabnya, peserta praktek membuat video pembelajaran edukatif. Kelak peserta menjadi guru penggerak pembelajaran berbasis IT sebagai tutor sebaya bagi guru lain pada satuan pendidikan masing-masing.

Sementara itu fasilitator lain, Zidni Rosyadi menjelaskan penilaian berbasis online dapat menggunakan beberapa aplikasi. Peserta dapat menggunakan googleform, quizziz, dan google classroom.

“Evaluasi pembelajaran daring dilakukan secara berkala oleh guru. Prinsipnya siswa mampu mengoperasikan aplikasi yang digunakan tanpa membebani dan didukung oleh jaringan internet yang cukup,” terang Kepala MTs Ma’arif NU 1 Kebasen tersebut.

Zidni menambahkan, penilaian berbasis online disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Penguasaan terhadap aplikasi evaluasi pembelajaran daring akan sangat membantu siswa mengerjakan tes atau ulangan dan tugas lainnya. (Lia)

Next Post

OJK Purwokerto Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Jum Agu 28 , 2020
Purwokerto—(Banyumas apos)Dalam rangka implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Otoritas […]
img 20200827 wa0045