KOTAK KOSONG, Demokrasi dan Filosofi Goni Bodol Kebumen

img 20201117 164246

KebumenBanyumaspos.com

Senin 14/11/2020. Filosofi KANDI/GONI yaitu sebagai wadah” hasil bumi pertiwi sebagai simbol kemakmuran bangsa indonesia dengan kekayaan alam yang secara relevan dg KEBUMIAN, sbg gudang tempat menampung (logistik). Nama “BODOL” memang cenderung terkesan unik dan antik, tidak mencerminkan kualitas pribadi seseorang namun, ini justru sangat bagus sebab, membantu kepercayaan diri dan semangat yang luar biasa menjadi pribadi yang sangat positif dan selalu berusaha berguna, bermanfaat bagi orang banyak, masyarakat Bangsa dan Negara.

img 20201117 164302
Menurut Bambang selaku budayawan dan Indra beserta para relawan KoKo kebumen, kepada Awak Media menyampaikan, Karung Goni banyak merekam sejarah kerja paksa Romusa” sebelum merdeka. Saat itu masyarakat terpaksa menggunakan Goni sebagai bahan sandang masih sangat berharga, Namun situasinya berbeda pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Saat ini Goni menjadi fenomena dan pilihan dalam pesta Demokrasi, (PILBUB) di kab Kebumen.

Melalui proses berkarya, mencoba mengeksplore kedua konteks materi Goni Bodol yang dituangkan dalam berbagai media. Empat suku Kata “GONI” Gruesome, Opposite, Nationalism, Independence. Dengan menggunakan Goni sebagaimana bentuk metafora, wadah aspirasi masyarakat kebumen banyak yang mempertanyakan status kemerdekaan dan kebebasan dalam BERPOLITIK dan Hak Asasi Manusia, berserikat, berkumpul Bersuara dan berpendapat baik melalui lisan dan atau tulisan saat ini.

Para Relawan KoKo menggunakan karung Goni yang di gambar KOTAK KOSONG dan bertuliskan berbagai bentuk aspirasi langsung dari masyarakat kebumen yang dikutip oleh para pemikir nasionalis tentang kebebasan berdemokrasi. Hal ini merangsang rasa ingin tahu para peserta pilkada kabupaten Kebumen hingga menjadi perbincangan di kalangan politisi kebumen dan luar kabupaten, bahkan Nasional.

img 20201117 164324

Goni menjadi bahan materi utama yang diolah di bentuk sebagai media seperti fesyen, performance, spanduk, sebagai simbul dan pesan moral kepada para politisi dan pejabat pemerintahan kebumen sebagai bentuk perlawanan kepada calon tunggal, sekaligus memberi pelajaran dan contoh kesederhanaan yang tidak perlu mengeluarkan biaya dan anggaran yang banyak, ratusan juta sampai milyaran rupiah.

Spanduk KoKo yang di buat dari karung bekas (Kandi Bodol) saat ini viral, tidak hanya memberikan perhatian masyarakat luas, tetapi juga mempromosikan dan berpartisipasi langsung dari masyarakat, yang pada gilirannya menimbulkan dampak pertanyaan mendasar, apa itu KOTAK/KOLOM KOSONG, kenapa memilih menggunakan Goni Bodol, dan hubungannya apa dengan pilkada di kebumen tahun ini.

Penulis : Adiyatama/041

Next Post

Tekan Angka Stunting, Bupati Kebumen Serahkan Bantuan Ikan Olahan

Rab Nov 18 , 2020
SRUWENG – Banyumaspos.com Angka konsumsi ikan di Kabupaten kebumen pada […]
img 20201117 wa0034