KOPDAR Relawan MAS KOKO (KOTAK KOSONG), Part I

img 20200924 wa0013
Kebumen(Banyumas Pos). Kamis, 24 September 2020. Mencetak Sejarah baru, gaya baru dalam pilkada kebumen, dengan segala daya upaya mesin politik dijalankan yang seolah olah memang berkehendak membuat statemen secara halus menggiring berbagai opini untuk paslon tunggal, kini telah melahirkan kumpulan masyarakat Milenial Presidium, MAS KOKO. Masyarakat Pejuang kotak kosong membuat semangat baru, dengan semangat yang tinggi, rapatkan barisan, satukan tujuan dengan mesin politik yang secara Otomatis legal dan sah secara Hukum dan Undang-Undang Pemilu. Hal ini juga tertuang dalam keputusan KPU RI NO 144/Kpts/KPU/Tahun 2016. (b) yang berbunyi tenteng pemilihan bupati dan wakil bupati dengan satu pasangan calon. Mas KOKO, dengan berbagai macam suku di kebumen tanpa membedakan agama, telah membuktikan bahwa betul adanya, bukan omong kosong, di sosmed/dunia maya, dan bukan janji kosong, ibarat buah kedondong.
Bukti yang telah di laksanakan kegiatan pada hari sabtu malam minggu(19/09/2020) dari sekitar pukul 19.30 dan berakhir kurang lebih pukul 22.15 Wib, bertempat di Pring Wulung Resto jatisari kebumen, yang di hadiri oleh beberapa pendiri presidium MAS KOKO, dan di hadiri oleh beberapa mantan (Anggotan Dewan) DPRD Kab Kebumen, sesepuh politikus PDI dari jaman presiden SUKARNO. para tokoh dan pemuka agama, LSM, komunitas, dari kalangan wirausaha UMKM sampai pengusaha, kelompok dan para petani pedagang dan masyarakat biasa. Awalnya undangan hanya 100 0rang, akan tetapi justru pendukung MAS KOKO lebih banyak yang hadir. Di sinilah sebenarnya wujud adanya Ruh “Mas KOKO” yang sejatinya memang tidak bisa di anggap remeh oleh para Elit politi kab kebumen.

img 20200924 wa0015
Panggih yang biasa di kenal Prastya Pgg ( nama FB) yang menjadi narasumber MAS KOKO, secara sopan dan santun memberikan penyampaian ulasan mengenai demokrasi kebumen saat ini di depan para tamu/audien mengenai Kotak Kosong. “Pada pemilihan Bupati Kebumen, di era kaum milenial ini, Rakyat adalah pemilik dan pemegang suara tertinggi. Sejatinya, Rakyatlah yg berhak menentukan siapa yg harus dipilih. Rakyatlah yg mengatur. Rakyat sebagai subyek. Bukan obyek. Tapi pada faktanya kini, suara tertinggi itu telah dikuasai oleh partai, Lalu dengan seenaknya seolah olah “dijual” oleh para elite kepada mereka yg haus kekuasaan, tanpa seizin pemilik suara atau rakyat (Kok enak betul). Lalu sekarang setelah para elite itu mengeruk keuntungan atas transakai tadi, rakyat dipaksa untuk memilih sesuai keinginan kalian. dimana logikanya. Amat disayangkan sekali jika sampai ada yang mengikuti keinginan itu. Sebelum terlambat, gunakanlah akal sehat kalian. Berpikirlah yg logis. Kita orang hebat. Kita orang orang cerdas. Kita inilah orang pemberani, bukan pembangkang, demokrasi kita terpimpin, bukan demokrasi yang dipaksa oleh pemimpin.

img 20200924 wa0014
Sekaranglah momentumnya kita beri pelajaran kepada para elite itu. Dengan memenangkan Kolom Kosong, artinya kita telah menggagalkan praktik yang di duga “proyek” transaksional mereka, sekaligus mengembalikan harga diri kita sebagai pemegang kendali demokrasi. Ketika Kolom Kosong yg menang, maka kita akan mendapatkan kepala daerah yg netral, karena beliau merupakan pejabat pilihan dari pemerintah, / Gubernur dan setingkatnya,(PLT) yang bisa jadi penunjukan dari Pegawai Negri sipil TNI ataupun Polri yang sangat dimungkinkan memiliki Kompetensi SDM bisa lebih baik dari yang disodorkan oleh elit partai politik. Para PNS, OPD pun kelak akan lebih “aman, dan nyaman” dalam bekerja, karena terbebas dari arusan dukung mendukung.
Dalam kesempatan tersebut, juga sekaligus membentuk relawan KOKO di berbagai wilayah, baik wilayah kabupaten, kecamatan, dan antar desa se kabupaten kebumen. Beni Prihatno yang juga sebagai penggiat umum di sela sela KOPDAR menyampaikan kepada awak media Banyumas Pos mengenai kesiapannya untuk selalu mengawal kegiatan perihal /mengenai relawan KOKO sampai ke PILKADA nantinya. Semua kegiatan mengenai kopdar ini tidak di khawatirkan lagi sebab sudah ada pengawalan dari pihak keamanan dan mematuhi protokol kesehatan. Aziz menambahkan, ini bukan merupakan suatu kegiatan yang Ilegal.(031/warto)

Next Post

Danramil 1318/Padaherang . Kodim 0613/Ciamis.bersama Muspika Kecamatan Meninjau Kesiapan Belajar Di SMK N 1.

Kam Sep 24 , 2020
Pangandaran – Banyumas Pos 24/09/2020. Di masa era New Normal […]
img 20200924 wa0033