Ketua TP PKK Banyumas Kunjungi Karantina Desa Di Lumbir

img 20200511 wa0017

Ketua TP PKK Banyumas Kunjungi Karantina Desa Di Lumbir

Lumbir—(Banyumas Pos)Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Banyumas Ny Erna Husein mengunjungi dua lokasi berbeda Minggu (10/05/2020). Tempat karantina yang di huni kurang lebih 50 pemudik dari berbagai kota . Tempat karantina tersebut adalah Balai Desa Besuki dan Lumbir, Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas.

Ketua TP PKK Erna Husein meminta masyarakat untuk bersama bersikap positif dan membuka hati mengenai kondisi saat ini. Erna mengatakan warga yang dikarantina sudah diberikan fasilitas seperti tenaga kesehatan serta kebutuhan makan dan minum.

“Untuk kondisi yang karantina, makan mereka dijamin, dokter dan perawat ada, kalau ada kekurangan sebaiknya dilaporkan,” katanya.

Hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19. Ketua PKK ini meminta dukungan penuh warga, sehingga penanganan lebih maksimal.

“Apalagi ditengah bulan Ramadhan, kesabaran dan kebaikan yang dilakukan baik oleh ODP maupun Gugus Tugas, semoga menjadi amal ibadah,” lanjutnya

Sementara Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid19 Kecamatan Lumbir dr. Mahar Barlian mengimbau agar semua pihak, terutama keluarga agar terus mendukung dan memotivasi anggota keluarganya yang dikarantina.

“Mereka semua sehat, tetapi untuk kepentingan keluarga dekat, tetangga, dan masyarakat luas, mereka harus bersedia dikarantina. Mereka rela demi kepentingan orang banyak jangan sampai mereka dikucilkan,” ucapnya.

Mahar juga menjelaskan, jika mereka sukses menjalani karantina hingga selesai, berarti pengorbanan yang bersangkutan dan pihak keluarga tidak sia-sia.

Salah satu peserta karantina, Srifatul Lutfiah (20 tahun) yang baru saja mudik dari Jakarta mengaku terpaksa pulang karena sudah tidak bekerja. Menurutnya jika tidak pulang kampung dia tidak mampu untuk membiayai hidup di Jakarta yang mahal dan harus ditanggung sendiri.

“Saya terpaksa pulang kampung dulu, karena saat ini Jakarta berlaku PSBB, sedang biaya hidup makan dan lain-lain bisa lebih dari 50 ribu, belum bayar kontrakan, daripada pusing lebih baik pulang kampung,” katanya.

Selama masa karantina di Desa Besuki, Srifatul justru merasa bahagia karena selama karantina ia dan penghuni lainnya mendapat pelayanan yang sangat baik dari petugas. Selama bulan Ramadhan, warga yang dikarantina diberi jatah makan sahur dan buka puasa dengan menu yang bervariasi.

“Untuk kebutuhan gizi diperhatikan sama petugas,” tambahnya. (Lia)

Next Post

Alumni SPGN Purwokerto Tahun 1987 Bagikan Sembako

Sen Mei 11 , 2020
Alumni SPGN Purwokerto Tahun 1987 Bagikan Sembako Banyumas—(Banyumas Pos)Alumni SPG […]
img 20200511 wa0019 780x407