KADISNAKERTRANS CIANJUR : KINERJA KITA DI 2019 LAMPAUI TARGET RPJMD

img 20200113 wa0013

KADISNAKERTRANS CIANJUR : KINERJA KITA DI 2019 LAMPAUI TARGET RPJMD

CIANJUR ( Banyumas Pos)
Pesatnya perkembangan pembangunan di suatu daerah tidak lepas dari kontribusi para Investor yang menanamkan modal di daerah itu sendiri, minat para investor akan sangat dipengaruhi oleh birokrasi perijinan dan sumber daya manusia. pembukaan perusahaan yang besar seperti pabrik akan bisa menyerap ribuan tenaga kerja dan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Dalam mengatur salah satu faktor penunjang investor dalam berinvestasi di suatu daerah adalah sumber daya manusia (tenaga kerja) Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur dalam bidang ketenaga kerjaan ada di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Disnakertrans) untuk itu kami wartawan Banyumaspos.com mencoba untuk mewawancarai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur Heri Suparjo,SKM,MH di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jalan Pangeran Hidayatullah No. 102 Cianjur sejauh mana kinerja Disnakertrans yang dipimpinnya di tahun 2019 dan apa target program kerja skala prioritas di tahun 2020 ini.
Di kabupaten Cianjur terdapat 824 perusahaan yang terdiri dari perusahaan besar, menengah dan kecil. Untuk tenaga kerja ,pemeritah Kabupaten Cianjur mempunyai target 100 ibu tenaga kerja per akhir Desember 2019 mencapai 88 ribu tenaga kerja terdiri dari 33 ribu di sektor formal dan 44 ribu di sektor non formal. Tingkat pengangguran di kabupaten Cianjur berdasarkan data BPS ketika itu di angka 10,18 % di tahun 2018, dan ada di peringkat ke dua terbawah di Jawa Barat, tetapi di tahun 2019 kita bisa mencapai peningkatan di angka 9,72 % sementara target RPJMD di angka 10,14 % itu berarti kita bisa melampaui target RPJMD 2019,sekitar 0.42 % dalam peralihan dari Dinsosnakertrans ke Disnakertrans di tahun 2017 kita sudah bisa menurunkan tingkat pengangguran yang cukup signifikan, salah satu program yang menyolok sebagai indicator adalah Jobfair, dari kelima kali jobfair yang di laksanakan terlihat indikasi penurunan peminat itu artinya sudah terjadi penyerapan tenaga kerja begitupun dengan permintaan pembuatan kartu kuning yang juga turun permintaannya, contohnya ketika di tahun 2017 permintaan pembuatan kartu kuning mencapai 150 orang perhari sampai sekitar 500 orang perhari di akhir lulus sekolah kini di sekitar 30-60 orang perharinya.
Ketika ditanya tentang kasus kasus ketenaga kerjaan yang telah di selesaikan di 2019 Kadisnakertrans menjelaskan, ada tiga bidang yaitu pertama hubungan industrial,bidang penempatan dan perluasan tenaga kerja dan bidang kelembagaan dan produktifitas dalam bidang hubungan industrial sendiri menitik beratkan pada upaya untuk bisa mempertahankan tenaga kerja yang sudah bekerja jangan sampai adanya pemutusan hubungan kerja jikalau ada permasalahan dengan difasilitasi dari triparted dan kalau tidak selesai bisa diselesaikan lewat pengadilan hubungan industrial. Contohnya di tahun 2019 ada 25 kasus yang berhasil terselesaikan.ungkapnya.
Di bidang penempatan tenaga kita berupaya kerja membuka lapangan kerja seluas luasnya dan penyerapan baik dalam negeri maupun luar negeri dan terakhir bidang kelembagaan dan produktifitas kita memberilan legitimasi kepada LPK-LPK untuk mengembangkan kompetensi dan juga mengadakan pelatihan pelatihan dan pembinaan untuk kelompok desa.
Menjawab pertanyaan berapa besar peminat tenaga kerja yang pergi ke luar negeri dan peminat kerja dalam negeri, Heri Suparjo menjelaskan “Dengan arus Investasi seperti sekarang ini terjadi penurunan secara signifikan untuk peminat tenaga kerja ke luar negeri, dalam tiga tahun belakangan ini dibawah 600 orang peminat untuk kerja ke luar negeri yang sebelumnya jumlahnya ribuan, dan itupun 60 % pekerja formal ini artinya dengan iklim investasi berbanding lurus dengan berkurangnya peminat tenaga kerja ke luar negeri, tenaga kerja yang fresh graduated ( baru lulus*red) mendominasi tenaga kerja yang terserap di industri seperti pabrik pabrik yang sudah banyak berdiri di kabupaten cianjur yang telah menyerap ribuan tenaga kerja sebagai contoh pabrik FYI ( Fou Yuen Indonesia) di tahun 2019 menyerap tenaga kerja sebanyak 11 ribu orang itu baru satu pabrik sedangkan kapasitasnya dapat menyerap sekitar 30 ribu orang tenaga kerja.dan semua itu kita prioritaskan untuk para tenaga kerja local/orang cianjur” tegasnya.
Target kerja skala prioritas Disnakertrans kabupaten Cianjur 2020 adalah menurunkan tingkat pengangguran terbuka, dari pencapaian 9,72 % di tahun 2019 kita akan kerja sebaik mungkin untuk bisa lebih baik lagi, pungkasnya (red.taufik winata)

Admin Online

Next Post

PERESMIAN DAN SUMPAH ANGGOTA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA ( BPD ) DI LANJUTKAN PEMBEKALAN ANGGOTA BPD SE KECAMATAN ADIPALA PERIODE 2019 - 2025

Sen Jan 13 , 2020
PERESMIAN DAN SUMPAH ANGGOTA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA ( BPD ) […]
img 20200113 wa0018