Kades Tlaga Seakan-akan Lindungi Anak Buahnya yang diduga Meras Warganya

img 20200704 wa0010

BANJARNEGARA-BANYUMASPOS Awalnya Didesa Punggelan dukuh Slimpet  seseorang bernama Kosim (31) sering kehilangan uang di rumahnya, terakhir sebelum lebaran tahun ini kehilangan uang Rp 2.500.000,- (dua setengah juta rupiah), dan Pada puasa kemarin Orangtuanya yg bernama Margiyanto memergoki Misto ke rumah. Sayang Kosim menanyakan kehilangan kepada dukun yang menuju kearah orang disekitar yang mengambil. Kosim meyakini Misto yang mengambil uangnya tersebut, ketika ditanya sdr Misto tidak mengakui dan membuat emosi kosim, kemudian pada malam Hari Sekitar Kamis 21 Mei 2020 Pukul 22.00 WIB Kosim dengan emosi ditemani Satim (adik kosim) melakukan perusakan tanaman kapulaga, tanaman cabe, pisang dan albasia tidak ada saksi pada saat itu kejadian, jumlah kerugian diperkitakan tidak melebihi nilai Rp 2.500.000,- (dua lima juta rupiah) yg merupakan tindak pidana ringan.

img 20200704 wa0015

Kemudian Kosim pada hari Jumat malam ( 22 Mei 2020), dirumahnya Kadus Tarsono Alias Dirin dilakukan musyawarah penyelesaian permasalahan tersebut, karena tekanan Kosim akhirnya mengakui karena ada tekanan dari beberapa tokoh yang hadir maka menandatangani kesepakatan yang dibawah tekanan tanpa membaca isi perjanjian karena kosim buta hurup, dengan kesepakatan kerugian sebesar Rp 43.500.000,- (Empat Puluh tiga juta limaratus ribu rupiah) kepada Misto yang kebunya dirusak dan Kosim tidak boleh meninggalkan rumah RW saat tersebut bahasa lainya disekap selama satu malam. Pada Malam Itu Kosim disuruh menandatangani kesepakatan itu dengan ditekan oleh Kadus Mengatakan akan mengundang Polisi apabila tidak ditandatangani dan akan menjebloskan ke penjara, setelah itu tidak diperbolehkan keluar rumah semalam di rumah Ketua RW 06 yang bernama Jandi. Kosim mengakui ganti rugi diluar kemampuan klien kami dan perhitungan kerugian dari kerusakan tanaman yang dirusak klien kami diluar nalar. Karena selama semalam tidak diperbolehkan pulang pagi harinya disuruh mencari uang ganti rugi sebesar 43juta, pada Senin 25 Mei 2020 Kosim dengan terpaksa menyerahkan Uang sebesar Rp 17.000.000,- (Tujuh Belas Juta rupiah) hasil pinjam dari uang Margiyanto atas dasar anaknya yang bernama Satin turut menemani ditambah dengan jaminan Sertifikat tanah kepunyaan kosim yang nilai jualnya Rp 50 juta.

img 20200704 wa0011

Akhirnya Kosim meminta bantuan DPC Ikadin Banjarnegara untuk mendampingi laporan di Poksek Punggelan Banjarnegara. Harmono, SH MM, CLA menyatakan ketika pada 09 Juni 2020, menerima pengaduan kosim, yang akan melaporkan terlapor yang lima orang (kadus, ketua RT, ketua RW,, pemuda hansip) dapat dijerat melanggar pasal pasal 368 ayat (1) KUHP: “Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat utang atau menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun”.pada hari itu juga akhirnya kosim melaporkan kepolsek Punggelan. Kades Listiyanto ketika dia mendampingi (23/6) warganya di Polsek menyatakan seakan akan melindungi kadus, rt, rw dan pemuda yg menekan kosim, “semua sudah selesai.” Ini sudah selesai, semua warga desanya, semua harus rukun,” Ucapnya saat itu. Karena itu semua warganya seakan-akan menutupi perbuatan anak buahnya yang sering melakukan perbuatan pemerasan kepada warganya. Menurut informasi dilapangan Kadus Tarsono alias Dirin yang dilaporkan pun pernah di peras oleh warga dan pemuda terkait memacari berselingkuh dengan warganya dengan nilai Rp 25 jutaan. Menurut polsek setempat ada tiga desa di Punggelan yg sering melakukan perkara pidana diselesaikan dibelakang tanpa melibatkan kepolisian (TIM)

Next Post

POLRES CIANJUR KAWAL AKSI LONGMARCH DPW FPI CIANJUR TOLAK RUU HIP

Sen Jul 6 , 2020
  CIANJUR – Banyumas Pos Polres Cianjur laksanakan pengamanan Aksi […]
img 20200705 wa0034