Ilmuwan Jepang Indonesia Menginspirasi SMA N 1 Bobotsari

img 20200302 wa0008

img 20200302 wa0009

Ilmuwan Jepang Indonesia Menginspirasi SMA N 1 Bobotsari

Purbalingga-Banyumas pos 02/03/2020. SMA Negeri 1 Bobotsari di Purbalingga menggelar Kegiatan Ilmuwan Bertemu Guru dan Peserta Didik hari ini (2/3). Bertempat di ruang aula sekolah, kegiatan perdana yang didukung oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Politeknik Banjarnegara, dan Waku Pro Jepang, diikuti oleh seratusan peserta didik terpilih dari berbagai kelompok ekstrakurikuler dan puluhan guru pendamping.
Joko Suryanto, Kepala Sekolah, mengatakan bahwa kegiatan ilmuwan bertemu guru dan peserta didik yang dikemas dalam Kelas Inspirasi Ilmuwan Indonesia-Jepang Goes to SMA N 1 Bobotsari menghadirkan tiga pembicara yaitu Dr Tuswadi (ilmuwan ALMI-Direktur Politeknik Banjarnegara, Dr Fujikawa Yoshinori (ilmuwan Waku Pro Hijiyama University), dan Adi Riski Hidayat, S.Pd (guru berprestasi SMA N 1 Sigaluh-Lulusan S-1 Terbaik UNNES 2019).
Meniru Negara Maju
Dr Tuswadi dalam presentasinya yang sangat memukau menceritakan kisah heroiknya mencapai ilmu dan gelar Master & Doktor di Hiroshima University di Jepang dan menyampaikan 6 tips menjadi generasi unggul untuk Indonesia Maju. Dr Fujikawa Yoshinori berbagi pengetahuan mengenai rahasia bangkitnya bangsa Jepang dengan teknologi tinggi paska Jepang kalah pada Perang Dunia II. Sedangkan Adi Riski Hidayat, Sarjana Unggul penerima beasiswa bidik misi yang menjadi lulusan terbaik UNNES 2019 menjelaskan pengalamannya sebagai generasi yang visioner, tahan banting, dan menjadi diri sendiri dalam meraih cita-cita.
Menurut Dr Tuswadi, generasi muda Indonesia harus mempunyai ruang yang nyaman untuk belajar di rumah; rajin membaca buku, pandai mengatur waktu secara produktif dan efektif, hati-hati dalam bergaul supaya tidak terbawa ke lingkungan yang negatif, mau berlelah-lelah belajar dan bekerja keras untuk berprestasi, serta selalu berdoa kepada Tuhan. Selama 8.5 tahun studi dan riset di Hiroshima, Dr Tuswadi menemukan 11 karakter sukses bangsa Jepang termasuk di antaranya hidup dengan etika, kejujuran dan integritas, bertanggung jawab, menghargai waktu, berkomitmen pada tugas/pekerjaan, tidak suka mengeluh dan pantang menyerah, serta rajin menabung.
Berhubungan dengan mitigasi bencana di Jepang, Dr Fujikawa menjelaskan ada tiga lapis proses penanganan bencana alam di negaranya yang mungkin bisa diterapkan secara efektif di Indonesia yaitu langkah individu berpedoman pada ilmu (science) yang benar dimana masing-masing diri harus mempunyai alasan rasional untuk bertindak secara efektif guna meminimalisir dampak bencana; langkah kerjasama dengan orang lain (cooperative) untuk bersana-sama selamat dari efek bencana, dan langkah pemerintah yang bertanggung jawab serta efektif. Dalam situasi bencana setiap individu di Jepang pantang merugikan orang lain—sehingga tidak ada penjarahan atau pencurian terjadi. Di Jepang polisi bertugas memberikan konseling kepada korban bencana dan bukan menjaga keamanan barang-barang penduduk. (Red Nur S DR. TS)

Next Post

PERNYATAAN KABARESKRIM SULUT EMOSI YANG MERASA ANTI NKRI DAN PANCASILA

Sen Mar 2 , 2020
PERNYATAAN KABARESKRIM SULUT EMOSI YANG MERASA ANTI NKRI DAN PANCASILA […]
img 20200302 wa0003