IAIN Purwokerto Gandeng Pemkab Banyumas Kembangkan Budaya Pangiyongan

Banyumas pos

PURWOKERTO – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (7/10/2019) di Hotel Java Heritage Purwokerto. Kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Sinergitas IAIN Purwokerto dan Pemerintah Kabupaten Banyumas Dalam Pengembangan Budaya Panginyongan Sebagai Persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2020”, dengan menghadirkan 2 orang narasumber yaitu Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein dan Rektor IAIN Purwokerto Dr. Moh. Roqib, M.Ag. Turut hadir Civitas Akademika IAIN Purwokerto.

Sebagai narasumber pertama, Dr. Moh. Roqib, M.Ag. menyampaikan bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi IAIN Purwokerto akan bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU). Menurutnya dipilihnya tema selaras dengan adanya rencana pengembangan IAIN Purwokerto menjadi UIN SAIZU.

“Visi dari UIN SAIZU adalah untuk menjadi pusat dan referensi pengembangan ilmu keislaman yang terkait budaya panginyongan,” kata Rektor.

Secara geografis budaya, panginyongan mencakup wilayah tidak hanya Kabupaten Banyumas saja, tetapi juga meliputi wilayah kabupaten di sekitarnya atau lebih dikenal dengan wilayah Banyumas Raya yang mencakup Barlingmascakeb dan juga Tegal. Dengan keadaan ini maka diharapkan budaya panginyongan ini akan melahirkan sikap yang lebih egaliter dan juga demokratis dengan memahami Islam yang nusantara dengan konteks budaya lokal.

“Pendaftar pada tahun ini berjumlah 18.472 orang, sedangkan yang diterima dan melakukan daftar ulang sebanyak 2.615. Jumlah mahasiswa yang diterima sedikit dikarenakan masih terbatasnya ruangan yang ada sehingga dengan bertransformasinya menjadi UIN SAIZU optimis akan menerima mahasiswa lebih banyak lagi” katanya.

Masih menurut Moh, Roqib “Proses untuk menjadi UIN sudah memenuhi syarat penilaian yang telah dilakukan oleh Tim Penilai di Bogor dan Jakarta. Untuk menjadi UIN dibutuhkan nilai minimal 300, sedangkan IAIN Purwokerto mendapat nilai 325,8

Ir. Achmad Husein yang dalam gilirannya sebagai narasumber kedua menyampaikan agar budaya panginyongan tidak hanya sebagai simbol kebanggaan saja namun harus digali lebih dalam lagi hakekat dari panginyongan.

“Mengangkat budaya panginyongan juga harus bisa meningkatkan kemakmuran dan mengentaskan kemiskinan serta pengangguran masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Banyumas” katanya.

Bupati menambahkan Pariwisata dan Perguruan Tinggi merupakan sektor yang cocok untuk masyarakat Banyumas. Perguruan tinggi bisa memberikan peluang berdirinya banyak tempat kost untuk mahasiswa dan juga kuliner.

“Hal ini didasarkan pada fakta bahwa masyarakat Banyumas yang hanya lulus Sekolah Dasar (SD) sampai dengan saat ini berjumlah 60%. Sehingga adanya transformasi IAIN Purwokerto diharapkan tetap dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Kabupaten Banyumas pada sektor pendidikan,” pungkasnya. (Lia)

Berita Terkait

Leave a Comment