Gerak Cepat, Pemkab Kebumen Segera Perbaiki Tanggul Jebol

img 20201027 wa0005

PURINGBanyumaspos.com

Bupati KH Yazid Mahfudz, meninjau tanggul jebol di Desa Madureja, Kecamatan Puring, Senin, 26 Oktober 2020. Tanggul Sungai Telomoyo itu jebol sepanjang 45 meter setelah diguyur hujan deras
semalaman. Yang mengakibatkan air masuk ke pemukiman warga dengan ketinggian kurang lebih 30 cm hingga 1 meter.

Sehingga memaksa 995 warga di 6 RT Dukuh Tunggalsari mengungsi ke SD Madureja. Dampak dari jebolnya tanggul Sungai Telomoyo juga mengakibatkan genangan air di Desa Sidobunder dengan tinggi genangan
30cm-1 meter. Akibatnya 300 KK diungsikan ke tempat pengungsian di Rumah Panggung.

Bupati memastikan akan segera memperbaiki tanggul yang jebol tersebut. Sehingga masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing dan beraktifitas seperti semula.

“Kita akan langsung tangani bersama BBWS. Secepatnya,” tegas Yazid Mahfudz.

Bupati meminta warga tetap waspada, mengingat saat ini curah hujan tinggi masih bisa terjadi di wilayah Kabupaten Kebumen.

img 20201027 wa0004

“Bantuan-bantuan juga sudah kita salurkan kepada masyarakat. Baik yangt terkena banjir maupun longsor,” imbuhnya.

Sejumlah pejabat mendampingi Bupati, diantaranya Sekda H Ahmad Ujang Sugiono SH, Kepala DPU PR Haryono Wahyudi, Plt Kalakhar BPBD Kebumen Teguh Kristiyanto. Serta sejumlah pejabat lainnya.

Sedikitnya 27 desa terendam banjir dan 24 desa lainnya di Kabupaten Kebumen diterjang tanah longsor, Senin, 26 Oktober 2020.

Peristiwa ini terjadi setelah wilayah Kabupaten Kebumen diguyur sejak Minggu 25 Oktober 2020 mulai pukul 14.00 hingga Senin dini hari.

Di Kecamatan Prembun, banjir akibat meluapnya Sungai Lesung merendam tiga desa. Yaitu Desa Pesuningan, Merden dan Kedungbulus. Air masuk ke pemukiman warga dengan ketinggian 30cm-50 cm.

Meluapnya aliran Sungai Lukulo mengakibatkan peternakan New Assa pagar jebol terkena banjir di Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan.

Sebanyak 11 desa di Kecamatan Alian dan Kebumen juga terendam air karena Sungai Kedungbener meluap. Bahkan, sebanyak 170 jiwa warga Desa Krakal, Kecamatan Alian sempat mengungsi ke balai desa setempat.
Itu lantaran rumah mereka terendam banjir setinggi 1,6 meter.

Adapun desa yang terendam, yaitu Krakal, Kalirancang, Sawangan, Seliling, Surotrunan dan Bojongsari di Kecamatan Alian. Kemudian, Roworejo, Tanahsari, Sumberadi, Wonosari dan Jatisari di Kecamatan Kebumen.

Di Desa Bojongsari, tanggul sungai jebol mengakibatkan air sungai meluap kurang lebih 1 meter.

Aliran Sungai Karanganyar di Kecamatan Karanganyar juga meluap. Akibatnya, 5 desa terendam. Yaitu Candi, Karanganyar, Panjatan, Jatiluhur dan Plarangan. Meluapnya aliran Sungai Kemit di Kecamatan Karanganyar
dan Adimulyo merendam tiga desa. Yaitu Desa Grenggeng, Panjangsari dan Adimulyo, dengan ketinggian genangan 30cm – 50cm.

Dua desa di Kecamatan Sempor juga terendam banjir akibat luapan Sungai Jatinegara. Yaitu Desa Kalibeji dan Sidoharu, dengan tinggi genangan antara 30cm-50cm. Sedangkan, tanah longsor menimpa rumah warga dan
jalan desa. Yakni di wilayah Kecamatan Padureso, Alian, Pejagoan, Karanggayam, Sruweng, Rowokele dan Sempor.

Penulis : Lia

Next Post

Bupati Sidak Pembangunan Puskesmas, Jalan Hingga Penahan Ombak Pantai Suwuk

Sel Okt 27 , 2020
PURING – Banyumaspos.com Bupati KH Yazid Mahfudz, memimpin monitoring kegiatan […]
img 20201027 wa0006