GELAR PRESIDIUM RAKYAT MENGGUGAT KYAI RIZAL ASYIK KETUA BIDANG DAKWAH SEKNAS JOKOWI DKI AJAK PESERTA AKSI DAMAI (MAHKAMAH AGUNG) PERANGI INTOLERANSI

img 20200304 wa0002

img 20200304 wa0003

20200304 061444

GELAR PRESIDIUM RAKYAT MENGGUGAT KYAI RIZAL ASYIK KETUA BIDANG DAKWAH SEKNAS JOKOWI DKI AJAK PESERTA AKSI DAMAI (MAHKAMAH AGUNG) PERANGI INTOLERANSI

Jakarta (Banyumas Pos) – Bermunculannya di berbagai belahan Negara Kesatuan Republik Indonesia terkait diskriminasi beribadah kepada Sang Khalik, yang tersohor di belahan dunia bahwa Indonesia adalah negara yang ramah, dalam peradapan yang penuh toleransi terasa terkoyak, Presidium Rakyat Menggugat gelar aksi damai di depan Kantor Mahkamah Agung. Selasa, 03 Pebruari 2020.

Gelar aksi yang berjalan tertib dan dihadiri dari berbagai komunitas suku yang ada melalui perwakilan masing-masing bergilir menyampaikan orasi yang mencerminkan kegalauan akibat revisi Perber 2 (dua) Menteri no. : 8, dan 9 tahun 2006 dengan mencabut pasal 13 dan 14.

Kyai Rizal Asyik (Ustad Rizal Maulana) Ketua Dewan Dakwah Seknas Jokowi DKI Jakarta dan Bodetabek dalam orasinya yang runtut menggugah semangat berjuang. Marilah kita lawan dan perangi tindakan-tindakan intoleransi di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Yang lebih menarik dalam kesempatan yang sama Kyai Rizal Asyik mengajak mendoakan oknum-oknum yang berbuat intoleransi mendapat hidayah dari Alloh Swt. Inilah ketauladanan dari seorang Kyai NU agar menjadi contoh bahwa Kyai yang sebenarnya adalah mengikuti ketauladanan Rosululloh Nabi besar Muhammad Saw., yang tidak pernah mencaci apalagi mengkapling-kapling surga dan neraka. Karena sesungguhnya Surga dan Neraka adalah hak perogatif Alloh Swt.

Surat Keputusan Bersama(SKB) ini adalah biangnya keributan, lahirnya FPI, HTI dan kelompok-kelompok intoleransi lainnya yang menganggap bahwa dirinya adalah pengawal dan tentara maupun polisinya agama, ini tidak dibenarkan ungkap Gus Nuril. Lebih lanjut Gus Nuril juga menyinggung adanya 2 (dua) SKB Menteri ini juga memunculkan adanya GMPF dan GMPF-MUI yang berperan melakukan tugas-tugas kepolisian dengan melakukan pemberangusan di negara Pancasila, yang warga negaranya bebas melakukan ibadahnya masing-masing yang dilindungi oleh Undang-undang.

Perwakilan dari komunitas suku Dayak, dengan tegas kami ada di Jakarta kamipun bila dipaksakan siap untuk membunuh kalau sampai NKRI dan Pancasila dicolek dan diganggu-ganggu.
Ketua Umum GIJ, Rachmat Zainal menjawab pertanyaan salah satu awak media bahwa kita akan terus berjuang sampai berhasil, kalau perlu juga berjilid-jilid.

Para peserta aksi damai semakin bersemangat ketika para pengacara keluar dari halaman Kantor Mahkamah Agung dikawal oleh barisan komunitas suku Dayak menuju panggung, yang selanjutnya memperkenalkan diri masing-masing sebagai punggawa hukum dan menyampaikan bahwa permohonan gugatan dikabulkan.

Untuk selanjutnya mohon dukungan dan mengajak seluruh Rakyat Indonesia yang mencintai NKRI dan Dasar Negara Pancasila tetap tegak, mari kita berjuang barsama dan tidak lupa berdoa mohon petunjuk Alloh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Nampak hadir ikut mendukung acara Relawan Seknas Jokowi DKI Jakarta yang di Komandani Monisyah, S.Sos. sebagai Ketua dan Jon Malanton Sinaga, SH.,MH. selaku Sekertaris Jenderalnya.

Pada kesimpulannya, untuk tidak semakin besar kepala kelompok-kelompok radikal dan intoleransi yang berani berucap dan bertindak seakan diri dan kelompoknya yang punya negara, dengan meremehkan institusi negara, baik Pemerintah dan TNI – POLRI maka apabila ada yang bertindak radikal dan intoleransi segera ditindak dan dikerdili. Tetap Indonesia Merdeka Kikis habis Intoleransi dan Radikalisme.(santo).

Next Post

SKh. Terpadu Al Banun: Anak Tunagrahita Main Film!

Rab Mar 4 , 2020
SKh. Terpadu Al Banun: Anak Tunagrahita Main Film! Kesugihan, Banyumas […]
img 20200304 wa0008 800x600