GASPOL GRUDUK BPN CIANJUR >>MASALAH SENGKETA TANAH SPBU CIPANAS MULAI ADA TITIK TERANG

20200205 092442 1024x768

20200205 092644

20200205 092702

GASPOL GRUDUK BPN CIANJUR >>MASALAH SENGKETA TANAH SPBU CIPANAS MULAI ADA TITIK TERANG

CIANJUR (Banyumas Pos)

Sekitar tiga puluh orang warga pendemo dari Massa Ampuh, Gaspol, dan Pemuda geruduk kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Cianjur, Selasa (04/02/2020).

Sekitar jam  11.30 WIB. Massa mulai berdatangan di depan pintu masuk kantor ATR/BPN dan Setelah berorasi, perwakilan massa aksi diterima oleh  kepala kantor ATR/BPN Anthony Tarigan untuk audensi.

Dalam audensi terjadi perdebatan antara ketua Ampuh, Yana Nurzaman dengan kepala kantor ATR/BPN Anthony Tarigan dengan argumentasi masing masing mengenai buruknya kinerja ATR/BPN yang dinilai lamban dalam pelayanan juga ijin pertek peralihan fungsi lahan pertanian yang cukup sporadis sehingga dikhawatirkan lahan pertanian di wilayah kabupaten Cianjur semakin sempit dan bisa hilangnya simbul kabupaten Cianjur sebagai lumbung padi Nasional. Juga mengecam diberikannya keistimewaan kepada kelompok kelompok tertentu dalam penggunaan pertek.(pertimbangan Teknis)

Ketika diwawancarai oleh awak media ketua ampuh Yana Nurzaman menuturkan “ada penyelesaian dari piin-poin yang kami utarakan seperti masalah sengketa tanah di Cipanas yang sudah pindah menjadi SPBU. Penyelasaiannya adalah pembentukan tim terpadu,” tuturnya.

Lambannya kinerja BPN juga menjadi sorotan Yana

“Kalau kita mempelajari peraturan kepala BPN Nomor 1 Tahun 2010 untuk sertifikat atas nama pribadi itu hanya memerlukan 38 hari. Paling lama sertifikat untuk badan hukum yang lahannya lebih dari 2000 Hektar,” tambahnya

Sementara itu, Kepala ATR/BPN Kabupaten Cianjur, Anthony Tarigan, mengatakan “kantor pertahanan mengalami kebakaran pada 2009. Akibatnya seluruh dokumen tanah yang ada ludes terbakar.Sehingga kami dalam pemulihan data baru mengawali lagi arsip sertifikat yang ada bagi masyarakat yang mengajukan permohonan,” ungkapnya.

Anthony mengungkapkan, pihaknya pun telah menerima tugas dari Kanwil BPN Jawa Barat untuk melakukan penelitian dan pengkajian data fisik dan yuridis.

“Terhadap penerbitan sertifikatnya HGB (Hak Guna Bangunan) tahun 1983 dan juga atas klaim masyarakat tersebut,” jelasnya.

Anthony, menegasksn tanah yang dikenal dengan SPBU Cipanas yang sudah diberhentikan pembangunannya oleh Pemkab Cianjur pernah mengalami pembatalan.

“Hak itu pernah dibatalkan tahun 1990 dengan kebutusan dari BPN pusat. Lalu, pada tahun 1999, terbit SK ang membatalkan pembatalan tersebut. Permasalahan ini pun naik ke PTUN dan dinyatakan keputusan 1999 itu sah,” Dengan demikian, berdasarkan pemulihan data yang ada dan dalam sertifikat atas nama Beni itu dengan dasar putusan PTUN, sudah beralih dengan PT Hisam.

Menanggapi gugatan oleh ahli waris. Tanah tersebut Kami juga butuh data,
Sebagai tindak lanjut, Anthony pun akan memerintahkan tiga orang staffnya untuk berkomunikasi dengan ahli waris pada Kamis (06/02/2020) mendatang. “Dan meminta data itu untuk penyelesaiannya.”kata Anthony(red taufik winata)

Next Post

Polisi Sukabumi "Buru" Pelaku Kejahatan Jalanan

Rab Feb 5 , 2020
Polisi Sukabumi “Buru” Pelaku Kejahatan Jalanan SUKABUMI(Banyumas Pos) polres sukabumi […]
img 20200205 wa0001