Gandeng Palang Merah Jepang, PMI Kebumen Gelar Program Pengurangan Risiko Bencana

img 20201102 wa0070

KEBUMENBanyumaspos.com

Bupati KH Yazid Mahfudz meluncurkan Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat Dukungan Japanese Red Cross Society (JRCS). Peluncuran dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati
Kebumen, Senin, 2 November 2020.

Program pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat itu diselenggarakan atas kerjasama PMI dengan Japan Red Cross Society (JRCS) atau Palang Merah Jepang.

Acara itu dihadiri Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI, Letjen TNI (Purn) Sumarsono, Ketua PMI Provinsi Jateng H Imam Triyanto dan Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto, serta Perwakilan dari Japanese Red
Cross Society. Selain itu. juga dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, para camat dan perwakilan kepala sekolah.

“Saya menyambut baik kegiatan ini. Terimakasih saya ucapkan kepada JRCS atas kerjasama dan dukungannya terhadap penanggulangan bencana di Kabupaten Kebumen,” kata Yazid Mahfudz, dalam sambutannya.

Bupati mengungkapkan, Kabupaten Kebumen memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap ancaman bencana alam. Baik banjir, tanah longsor, tsunami, maupun angin ribut. Seperti yang terjadi saat ini, ada banjir dan tanah
longsor.

“Penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana merupakan tanggungjawab semua pihak. Oleh karena itu, kerjasama antara pemerintah dan pihak-pihak non pemerintah merupakan suatu hal penting dalam upaya
pengurangan risiko bencana,” ujarnya.

Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto, menjelaskan program ini dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memahami bahaya, kerentanan, kapasitas dan risiko bencana yang ada di lingkungan
mereka.

“Kami pertaruhan PMI Kebumen untuk keberhasilan program ini,” tegasnya.

Menurutnya, program ini momennya pas dengan adanya potensi megatrust yang mengancam wilayah Kabupaten Kebumen.

img 20201102 wa0069

“Karena masayrakat pesisir kita siapkan kapasaitas mereka untuk menghadapi bencana,” ucapnya.

PMI bersama JRCS akan melakukan pendampingan selama 3 tahun untuk merubah budaya mengenal bencana.

“Seharusnya ini sudah dilakukan sejak April lalu, karena adanya Covid-19 baru kita lakukan saat ini,” imbuhnya.

Ketua Bidang penanggulangan PMI Sumarsono, mengatakan program kerjasama pertama dilaksanakan di Banten, kemudian berlanjut di Bengkulu, Malang dan kali ini di Kebumen.

“Saya berharap ini kemudian direplikasi di daerah lain,” tandasnya.

Penulis : Lia

Next Post

TIGA WARGA DESA SUKAMAJU KEC CIBEBER POSITIF COVID 19

Sel Nov 3 , 2020
CIANJUR – Banyumaspos.com Tim Medis dari Puskesmas Cibaregbeg Kecamatan Cibeber […]
img 20201103 140747