Eksistensi Budaya di Era Milineal Mengajarkan Tentang Etika

img 20200118 wa0017

img 20200118 wa0018

Eksistensi Budaya di Era Milineal Mengajarkan Tentang Etika

Kebumen (Banyumas Pos)

Dalam perkembangan yang semakin modern ini, kita jumpai budaya dan tradisi asing masuk ke Indonesia. Budaya dan tradisi asing tersebut turut mewarnai dinamika kultur masyarakat sehingga terkadang kita sulit membedakan antara budaya asing dan budaya local. Hal tersebut dapat meyebabkan lunturnya jati diri suatu bangsa, sehingga perlu kita mengikhtiari untuk mengkaji tradisi dan budaya local Indonesia yang membentuk jati diri bangsa Indonesia. Karena di lain sisi, penyalah gunaan media juga turut andil dalam mengklaim identitas budaya dan tradisi yang berkembang di masyarakat luas.

Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka ragam suku bangsa dan kaya akan budaya. Kita sebagai warga negara Indonesia harus mengenali dan wajib melestarikan budaya bangsaya sendiri. Karena banyak negara lain yang tidak memiliki budaya berusaha untuk mengikuti bahkan mencuri budaya bangsa ini. Oleh karena itu diperlukan pengenalan budaya Bangsa Indonesia sejak usia dini, agar kelak mereka dapat menjaga dan melestarikannya.
Dengan menggunakan Ikatan Keluarga Alumni MAN 2 Kebumen, berusaha mengangkat dan mengkaji kembali budaya Nusantara dengan sumber terpercaya salah satunya budayawan Sastro Al Ngatowi (ketua Lesbumi 2004 – 2009)

Hal inilah yang menjadi landasan kami untuk menyelenggarakan kegiatan Kongkow Budaya Nusantara di Gor Gembira di jalan Pemuda Kebumen,Sabtu18/01/2020.

Tujuannya,Memotivasi seluruh siswa, alumni, dan masyarakat luas dalam pembentukan sikap terhadap Adat dan Seni Budaya Nusantara.
Mencintai budaya lokal Nusantara.
Mberikan pengenalan budaya Nusantara kepada seluruh siswa, alumni, dan masyarakat luas .
Mempertahankan budaya Indonesia dan melestarikan budaya otentik Nusantara.
Narasumber ada 3 yaitu Fahmi MalikMumus Akbar,Gus Aguk Irawan,R.Ng.Arif Priyantono.

Salah satu narasumber Arif dalam wawancaranya dengan wartawati Banyumas Pos menyampaikan, sejarah tentang Kebumen kemudian ngaji keris karena filosofi didalam keris itu sangat banyak sekali mengandung tentang keuntungan budi pekerti di dalam keris juga banyak mengandung tentang ajaran Toto kromo,anggah ungguh yang di era sekarang anak-anak muda itu sudah sangat lelah luntur .Dengan cara ini kita berharap bisa menumbuhkan kembali tentang ajaran-ajaran leluhur yang sangat luhur dan kita terapkan kembali dalam era sekarang adalah sebuah visualisasi tentang tuntunan budi pekerti setiap bagiannya itu mengandung tentang tuntunan budi pekerti yang luhur,Ungkap Arif

Dan harapannya,anak muda bahwa anak muda nanti akan bisa lebih menerapkan kembali tentang ajaran Toto kromo,karena di dalam karya sendiri nanti ada ajaran tentang bagaimana cara menyampaikan ke yang lebih muda intinya dalam pakem perkerisan juga mengajarkan tentang Toto kromo.Jadi hubungan manusia dengan manusia,dalam bagian keris itu selalu mengingat kita bahwa sejatinya kita hanyalah seorang hamba yang pasti akan kembali pada sang Penciptanya.ketika kita ingat bahwa kita adalah seorang hamba pastilah kita akan selalu mengingat atau berhati-hati dalam kita melakukan segala sesuatunya karena kita akan mempertanggung jawabkan semuanya kelak,tandasnya. (Lia)

Next Post

Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang

Ming Jan 19 , 2020
Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang Kebumen (Banyumas Pos) Natal […]
img 20200119 wa0000