DPRD Kebumen Desak ASN Rapid Test

img 20200618 wa0013

KEBUMEN—(Banyumas Pos) Munculnya kembali kasus Covid-19 di Kebumen disikapi DPRD Kebumen dengan mendesak aparatur sipil negara (ASN) melakukan rapid test.

Selama ini, rapid test baru dilakukan kepada masyarakat, terutama di pasar-pasar tradisional. Bahkan Bupati Yazid Mahfudz dan istrinya Zuhroh mengikuti rapid test di Pasar Dorowati.

Jumlah yang telah diperiksa selama rapid test di 31 lokasi terdapat 12.589 orang, dengan rincian 12.438 nonreaktif dan 151 orang reaktif dan ditindaklanjuti dengan test berikutnya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kebumen Yuniarti Widayaningsih, pelaksanaan rapid test kepada ASN penting untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Bukan malah cukur gundhul, yang dipersepsikan masyarakat bahwa Kebumen telah terbebas dari Covid-19,” kata Sheally, panggilan akrab Yuniarti Widayaningsih saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6).

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, tindakan cukur gundhul yang dilakukan sejumlah pejabat pemkab sebagai ungkapan suka cita atas kondisi new normal beberapa waktu lalu, dinilai terlalu prematur. Pihaknya pun telah memeringatkannya. Hingga kemudian dikritik langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo atas deklarasi new normal di Kebumen yang terlalu dini itu.

Kekhawatiran Sheally pun terbukti dengan adanya euforia atas new normal tersebut. Di mana masyarakat lantas berbondong-bondong menyerbu objek wisata Pantai Setrojenar,Kecamatan Buluspesantren. Dan petugas pun kewalahan mencegahnya. Kendati, kini sudah bisa ditutup sementara.

“Dikhawatirkan juga masyarakat jadi ayem-ayem. Beda ketika saat Kebumen pertama kali, yang ada satu orang meninggal dunia karena positif Covid-19, diantisipasi oleh semuanya,” terang Sheally.

Dengan deklarasi new normal yang diikuti cukur gundhul, bahkan sujud syukur, maka persepsi masyarakat terhadap korona langsung hilang. Alhasil, dua jam setelah pegawai Dinkes Kebumen sujud syukur atas zero Covid-19, kemudian muncul kembali kasus tersebut yang kian membuat masyarakat tersentak. “Ini tentu menjadi pekerjaan gugus tugas,” imbuhnya.

Saat ini diketahui bertambah dua pasien positif Covid-19 setelah penerapan new normal. Total menjadi 36 orang, di mana 32 orang dinyatakan sembuh dan dua meninggal. Sedangkan dua lainnya dirawat di rumah sakit.

Dalam penanganan Covid-19, Sheally melihat pemkab hanya menonjolkan hasil semata. Sayangnya hasil tersebut tidak linier dengan kinerja. Bahkan kinerja yang dilakukan tidak menyeluruh.” Buktinya sampai sekarang, ASN belum dirapid test. Padahal, anggaran yang disediakan cukup besar,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kebumen Aden Andri Susilo membeberkan, alokasi anggaran sesuai penerapan perbup untuk penanganan korona sebesar Rp 2,6 miliar pada belanja tidak terduga (BTT). Sedangkan totalnya mencapai Rp 89,2 miliar. “Tapi itu di dalamnya ada untuk pemenuhan pilkada dan penanganan paska Covid-19,” jelas Aden.

Pihaknya mengaku belum bisa menentukan besaran rincian anggaran paska Covid-19 lantaran masih fokus untuk biaya pilkada. “Ini revisi PKPU baru jadi,” sambungnya. (Lia)

Next Post

Penyandang Difab D Repid Test Di Mutiara Handycraft Secara Massal

Kam Jun 18 , 2020
Gombong—(Banyumas Pos) Mutira handycraft ,Desa karang sari kecamatan buayan kabupaten […]
img 20200618 wa0014