DOUBLE TRACK PROGRAM SMA N 1 BATUR GANDENG POLITEKNIK

img 20200903 wa0004

Banjarnegara – Banyumas pos 02/09/2020.Tidak bisa dipungkiri bahwa di setiap kabupaten pihak penyumbang pengangguran terbanyak salah satunya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Lulusan SLTA yang tidak melanjutkan kuliah terlebih lebih yang minim keterampilan dan kecakapan hidup (life skills) banyak yang tidak terserap ke dunia kerja sehingga keberadaannya kurang dan tidak produktif dalam menunjang proses pembangunan di daerah.

Permasalahan klasik ini lantas mengusik SMA N 1 Batur di Pegunungan Tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara untuk mengadopsi sebuah program unggulan secara mandiri dengan sebutan “Double Track Program”.

Melalui program ini lulusan SMA tidak hanya menguasai ilmu yang bersifat teoritis-lebih dari itu mereka akan memiliki keterampilan (vocational skills) yang tersertifikasi sebagai salah satu bekal menjalani kehidupan yang produktif sebagai pembangun di daerahnya masing-masing.

Linovia Karmelita, S.Sos, Kepala SMA N 1 Batur, menyatakan pihaknya dengan cekatan dan cermat memanfaatkan keberadaan dan potensi Perguruan Tinggi Vokasi milik Pemerintah Daerah yakni Politeknik Banjarnegara sebagai mitra dalam menjalankan “Double Track Program” di bidang pertanian yang pertama di kabupaten Banjarnegara tersebut.

Tahap pertama kerjasama akan dilakukan untuk tiga tahun mulai tahun pelajaran 2020/2021.
“Keterampilan vokasi yang tersertifikasi jelas membutuhkan mentor profesional-dan dosen-dosen Politeknik Banjarnegara adalah pilihan terbaik kami. Melalui Program Studi D-3 Agroindustri, “Double Track Program” SMA N 1 Batur menyentuh 3 bidang keterampilan yaitu Pengolahan dan Pengemasan Roti, Kultur Jaringan dan Hidroponik, serta Pemasaran Hasil Pertanian.

Ketiganya sangat strategis untuk membekali lulusan SMA di daerah Batur yang nota bene kaya dengan lahan pertanian. Kami berharap apa yang kami lakukan secara mandiri ini mendapatkan support dari pemerintah,” jelas Linovia.
Dr Tuswadi, Direktur Politeknik Banjarnegara, sangat mengapresiasi langkah cerdas SMA N 1 Batur. Menurutnya “Double Track Program SMA” di beberapa provinsi termasuk Jawa Timur ditopang dana oleh Pemprov.

Program tersebut diyakini memantik keberanian lulusan SMA untuk siap masuk dunia kerja secara mandiri.

Misalnya, seorang tamatan SMA yang memiliki keterampilan dan keahlian Hidroponik dan Kultur Jaringan bisa membuka layanan kursus hidroponik berbayar bagi masyarakat.

Selain itu diyakini banyak perusahaan-perusahaan bidang pertanian yang membutuhkan tenaga lulusan SLTA yang memiliki sertifikat kompetensi bidang pertanian.

Dengan dukungan modal dari keluarga atau pemerintah daerah (Kredit Usaha Rakyat), alumni SLTA dengan kepintaran membuat dan mengemas roti bisa membuka usaha jual roti.

Lulusan Double Track SMA N 1 Batur akan mendapatkan sertifikasi keahlian mengingat betapa pentingnya standar yang tersertifikasi dari seluruh profesi.

Institusi kami bermitra dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Nasional di Malang Jawa Timur. Jadi setelah satu semester peserta didik kelas XII SMA N 1 Batur mengikuti pelatihan intensif bidang pertanian di Politeknik baik secara teori dan praktek nantinya akan diuji oleh LSP Pertanian Nasional untuk mendapatkan sertifikat kompetensi level nasional,” terang Dr Tuswadi.

img 20200903 wa0005

Politeknik Banjarnegara membuka seluas-luasnya bagi SMA baik Negeri maupun Swasta di Kabupaten Banjarnegara untuk bermitra mengadopsi “Double Track Program” seperti yang telah dicontohkan oleh SMA N 1 Batur.

Untuk informasi dan konsultasi kerjasama, pihak sekolah bisa menghubungi Humas Polibara melalui email: humas@polibara.ac.id atau Telp/SMS/WA ke 081327997397/ 085227961372. (red Umar Nurs)

Next Post

PENJARINGAN KESEHATAN DAN PROGRAM BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH ( BIAS )

Kam Sep 3 , 2020
Banyumas Pos , Jakarta Penjaringan Kesehatan dan Program Bulan Imunisasi […]
img 20200903 wa0023