DI PONDOK BORO SEMARANG ADA PERANTAU ASAL GOMBONG – KEBUMEN

img 20200423 wa0001

img 20200423 wa0000

DI PONDOK BORO SEMARANG ADA PERANTAU ASAL GOMBONG – KEBUMEN

Semarang—(Banyumas Pos)Kunjungi Pondok Boro Semarang, Ganjar Dengar Curhatan Para Perantau.Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terenyuh saat melihat kondisi ratusan perantau di Pondok Boro, Kampung Sumeneban Kota Semarang, Kamis (23/4/2020).

Selain karena melihat warganya itu tinggal di bangunan tidak layak huni, para penghuni juga tidur di tempat seadanya, yakni papan los panjang yang dilapisi baliho bekas, tanpa perabot, kasur maupun bantal.

Saat berkunjung, Ganjar juga mendengar curhatan para perantau yang makin kesulitan mencari uang semenjak wabah covid-19 melanda. Kepada para perantau tersebut, Ganjar mengatakan akan membantu kebutuhan logistik secukupnya dan menanggung ongkos penginapan para penghuni Pondok Boro selama sebulan.

“Nanti ongkos nginep di sini saya bayari sebulan. Tapi jangan mudik ya, tetap di sini saja supaya keluarga di rumah tidak tertular penyakit,” pesan Ganjar.

Seorang perantau asal Gombong, Kebumen, Siswadi (45), tidak menyangka atas bantuan yang diberikan orang nomor satu di Jawa Tengah itu. Dia bahkan tidak menyangka Ganjar akan datang dan menengok para penghuni Pondok Boro.

“Alhamdulillah kabare sehat pak, sing mboten sehat dompete (yang tidak sehat dompetnya – Red),” jawab Siswadi saat Ganjar menanyai kabarnya.

Siswadi menuturkan, semenjak wabah corona melanda, pemasukannya makin berkurang bahkan ada hari-hari tertentu di mana dia tidak mendapatkan hasil sama sekali. Sementara setiap hari dia harus membeli makan dan membayar biaya sewa los di Pondok Boro tempatnya menginap.

“Kalau dulu sebelum ada corona, penghasilannya bisa diandalkan. Tapi sekarang sudah sepi, pemasukan berkurang bahkan tidak ada. Sementara kami di sini butuh makan dan butuh untuk membayar ongkos menginap pak, sehari Rp 3 ribu,” keluhnya.

Keluhan yang sama disampaikan para penghuni Pondok Boro lainnya. Para perantau yang sebagian besar bekerja sebagai kuli bangunan, jualan asongan keliling, aksesoris, warung makan dan sektor informal lainnya, mengaku bingung karena di Semarang mereka tidak bisa lagi berjualan, juga tidak bisa mudik ke kampung halaman.

“Katanya ndak boleh pulang pak, terus nasib kami gimana di sini? Siapa yang akan menjamin kami pak?” tanya Rohimah (50), penghuni Pondok Boro lainnya.

Mendengar keluhan itu, Ganjar meminta Ketua RT yang ada di lingkungan Pondok Boro untuk mendata dan mengajukan bantuan ke pemerintah. Di samping itu, Ganjar tetap berharap masyarakat sekitar yang mampu, bergotong royong memberikan bantuan.

“Ya meskipun kondisi seperti ini, semua harus berusaha untuk tetap survive. Nanti tolong pak RT dibantu mereka untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Warga sekitar yang mampu juga saya minta digerakkan untuk gotong royong membantu,” imbuhnya.

Dari kunjungannya itu, Ganjar lega karena kondisi ratusan perantau yang ada di Pondok Boro Semarang itu semuanya sehat. Meski terdampak, namun sebagian besar masih dalam kondisi aman.

“Alhamdulillah semua sehat, dan sebagian besar masih bisa survive dengan kondisi ini. Nanti kami bantu untuk meringankan beban mereka, sekaligus kami mengajak masyarakat yang mampu, untuk ikut gotong royong bersama membantu saudara-saudara kita ini. Saya berharap mereka semua tidak mudik, tetap di sini sampai kondisi lebih baik,” pungkasnya. (Red lia)

Next Post

Pemuda Pancasila Banyumas Bagi Masker ke Pengguna Jalan

Jum Apr 24 , 2020
Pemuda Pancasila Banyumas Bagi Masker ke Pengguna Jalan Purwokerto—(Banyumas Pos)MPC […]
img 20200423 wa0003