DENGAN FORMAT BARU PENATARAN P4 INDONESIA MENUJU ROH KEHIDUPAN DAN KEARIFAN INDONESIA YANG HAKIKI

img 20200218 wa0036

img 20200218 wa0037

DENGAN FORMAT BARU PENATARAN P4 INDONESIA MENUJU ROH KEHIDUPAN DAN KEARIFAN INDONESIA YANG HAKIKI

Perikehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini akhir-akhir ini memang menciutkan hati dan mendegradasi Budipekerti bagi orang yang beradabkan ketimuran, Bangsa Indonesia.
Situasi yang terjadi akhir-akhir ini di negara kita yang berbineka tunggal ika seolah terkoyak dan direspon sungguh oleh Pemerintahan Jokowi melalui Menko Polhukam, Mahmud MD.

Sasaran dihidupkannya kembali P4 masyarakat berharap agar Pemerintah bisa mengupgrade agar bangsa Indonesia kembali pada watak saling menghormati, bertoleransi dalam kancah hidup berbangsa dan bernegara dengan prinsip kesantunan. Karena diakui atau tidak perilaku tenggang rasa lisan maupun tulisan sudah terkoyak oleh kebebasan demokrasi dengan kedok kebebasan mengeluarkan pendapat. Sehingga seorang intelektual yang diberi kesempatan manggung sebagai ajang ambisi popularitas, dengan enteng dan tanpa beban mengatakan kepada pejabat negara plonga plongo. Sudah kebayang seorang Intelektual saja sudah tidak punya perasaan apa yang dikeluarkan dari moncongnya akan membuat orang lain direndahkan.

Apalagi didorong dengan kekuatan berpendapat Pemerintah Indonesia adalah Thogut, dan siapa berani mengkritisi apalagi yang berani asal beda dengan Pemerintah akan menjadi populer tanpa rasa rekuh pekewuh dengan semangat permusuhan.

Jadi seakan kalau sudah berjenggot bebas berbuat dan bicara menurut kesantunan kelompoknya sendiri dan menganggap ini negara nenek moyangnya. Apapun dalam menyampaikan pendapat bagi orang yang tidak sealiran akan gampang menjadi istilah penistaan agama, khafir, dan dinerakakan. Mereka gampang mengasapi masalah yang belum tentu salah.

Seperti pernyataan Ketua BPIP, Musuhnya Pancasila hanya agama. Kalau menurut pendapat orang awam bahwa,di Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila agama tidak hanya Islam, kebetulan mayoritas. Kalau toh sampai maaf “tega menuduh Islam” pun jelas tentu Islam yang selalu berusaha setengah mati untuk mengubah sistim Pemerintahan berdasarkan Pancasila akan dirubah dengan paham Pemerintahan Khilafah, yang komunitasnya belum seberapa (tapi merasa besar) dibanding pemeluk agama Islam yang masih sangat mencintai negeri tanah tumpah darahnya sendiri. NKRI tercinta.

Langkah pemerintah yang elok untuk membangun kembali budi pekerti bangsa Indonesia, seperti karakter asli berbudi luhur. Layaknya Santri di Pondok-pondok Pesantren sebelum mempelajari ilmu yang lain, Budi pekerti terlebih dahulu untuk menggembleng kepribadian agar kelak Kepatuhan, Saling menghormati, kesantunan akan menjadi bekal dalam mengimplemtasikan predikat maupun ilmunya di dalam bermasyarakat dan bernegara.

Tentu sebaik apapun nyiyiran akan berseliweran baik dari para pengamat dan pakar maupun sekelompok yang nampak jelas nynyirannya adalah yang selalu berusaha mati-matian untuk merubah sistim pemerintahan yang berdasarkan Pancasila menuju sistim pemerintahan berdasar khilafah. Kalau para Pakar dan Pemgamat, orang awam jelas tidak nalar. Karena kalau kesimpulan menurut kebanyakan orang awam adalah melecehkan, membully, dan merendahkan Simbul Negara, kata mereka adalah kritik.
Tapi yang berpaham khilafah, tentu kebakaran jenggot karena kawatir bahwa rakyat Indonsia akan sadar bahwa faham khilafah adalah menyalahi tatanan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Sebagai bangsa Indonesia yang berharap kehidupan di Tanah Air akan lebih terasa ke Indonesiaannya dan budaya nampak ternikmati keluhuran budayanya tanpa terkontaminasi dengan firus budaya padang pasir, maka selayaknya kita dukung dengan penuh semangat dan kita kawal bersama. Terasa program pengaktifan kembali Penataran P 4 akan nampak geliat dan gregetnya Pemerintah melalui TNI dan POLRI harus mulai berani tegas untuk menjinakkan mereka yang selalu nyinyir kepada Simbol negara, TNI & POLRI maupun Aparatur Negara lainnya. Rakyat Indonesia yang masih waras dan para Relawan siap mejadi garda terdepan. Demi NKRI harga mati. Berani dan Optimis tetap Santun.(santo).

Next Post

Danrem 071/Wijayakusuma Pimpin Apel Persada Pemberangkatan Jenazah Almarhum Sertu (Anumerta) Dita Ilham Primojati

Sel Feb 18 , 2020
Danrem 071/Wijayakusuma Pimpin Apel Persada Pemberangkatan Jenazah Almarhum Sertu (Anumerta) […]
img 20200218 wa0031