Demam dan Nyeri persendian di Sempor bukan Chikungunya dan bukan KLB

img 20200111 wa0011

Banyumaspos

Demam dan Nyeri persendian di Sempor bukan Chikungunya dan bukan KLB

Kebumen (Banyumas Pos)

Team Penanggulangan KLB Dinas Kesehatan Kebumen, terjun kelapangan untuk menegakkkan diagnose kasus yang diduga Chikungunya, Jumat (10/01) pagi.

Dr. Budi Satrio Kepala DInas Kesehatan Kabupaten Kebumen memimpin sendiri team KLB tersebut.Selain dari DInas Kesehatan Kabupaten, team juga dibantu oleh Kepala Puskesmas Sempor I dr. Toto beserta staf, dan analis laboratorium dari Puskesmas Gombong 2 (Semondo).

Budi mengatakan,“Kami terjunkan team KLB untuk melakukan assessment sekaligus intervensi agar perkembangan penyakit yang diduga Chikungunya ini segera reda.” Kata dr. Budi Satrio. Berdasarkan data laporan mingguan puskesmas tidak ada kenaikan kasus, sehingga informasi kenaikan kasus yang oleh awam dikatakan wabah sangat kami hargai.

Hasil assessment yang didapatkan, di lokasi menunjukkan bahwa penderita panas sudah sebagian besar sembuh setelah berobat ke puskesmas Sempor 1 dan dokter praktek mandiri. Tidak ada yang dirawat di Rumah Sakit, ataupun meninggal. Panas, demam menjadi gejala utama yang diikuti dengan nyeri seluruh badan, mual, muntah, dan nada yang ruam merah. Ada yang menderita Campak, tetapi tetap saja dikatakan Chikungunya. Hasil sampling tes darah dengan menggunakan rapid test, tidak satupun positip Chikungunya. Sehingga diduga merupakan Common cold atau Spotted fever.

Faktor resiko kesakitan ini adalah daya tahan tubuh yang menurun, misalnya karena kelelahan, hujan-hujanan, ditambah dengan pancaroba atau awal musin hujan seperti saat ini. Penyakit ini banyak terjadi pada pemukiman yang padat seperti desa Jatinegara.
Pemeriksaan vector penyebar Chikungunya (Nyamuk Aedes albopictus atau Aedes aegypti) juga dilakukan dengan dibantu Kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik nyamuk) setempat, dengan hasil tidak ditemukan jentik nyamuk pada bak-bak mandi.

“Dari hasil assessment, pemeriksaan medis kasus, uji laboratorium yang negatip serta pengamatan vector, dan lingkungan maka kami menyatakan belum menetapkan sebagai KLB Chikungunya. Tetapi kami akan terus mengadakan pengamatan sampai dengan 2 minggu kasus terakhir” kata dr. Budi Satrio yang baru 2 hari menjabat tugas sebagai Kepala DInas Kesehatan Kabupaten Kebumen.

“Kami akan terus mengadakan pengamatan di wilayah yang terjangkit, dan besok pagi kami sudah mendapat ijin dari kepala DInas untuk mengadakan pengobatan masal di wilayah terjangkit” tambah dr. Toto Kepala Puskesmas Sempor1. Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tetap harus waspada. Jangan sungkan- untuk datang ke puskesmas,lanjutnya. (Lia)

Admin Online

Next Post

PEMERINTAH INDONESIA TIDAK ADA TAWAR MENAWAR DENGAN PEMERINTAH REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK (RRT) SOAL LAUT NATUNA

Ming Jan 12 , 2020
PEMERINTAH INDONESIA TIDAK ADA TAWAR MENAWAR DENGAN PEMERINTAH REPUBLIK RAKYAT […]
20200112 044959