Cukup Dengan Senter Jentik Hilang

img 20200208 wa0000

img 20200208 wa0001

Cukup Dengan Senter Jentik Hilang

Kebumen—(Banyumas Pos)Jumat 7/02/2020,Datangnya musim penghujan apalagi diikuti dengan merebaknya Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak di sejumlah titik.

Ada tiga titik yang menjadi sasaran PSN kemarin. Yakni Desa Gumawang Kecamatan Kuwarasan, Desa Klegenwonosari Kecamatan Klirong dan Pasar Poncowarno.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Forkompimcam, Kepala Kemenag Kebumen, Kepala Desa se Kecamatan Kuwarasan serta Ibu ibu penggerak PKK. Tak hanya itu sejumlah pejabat juga dilibatkan dan dibagi di tiga titik lokasi tersebut.
Rombongan Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dokter Dwi Budi Satrio MKes memimpin langsung Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk berada di Desa Gumawang.

Dititik kedua dihadiri Sekda Ahmad Ujang Sugiyono mengikuti PSN di Desa Klegenwonwosari Kecamatan Klirong.Diwilayah Buayan, pencanangan dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr Hj Yohanita Rini Kristiani MKes.

Pada kegiatan ini di Gumawang Wakil Bupati dan Dr.Budi Satrio M.Kes bersama Forkompincam sambil membawa senter yang menyala melakukan kunjungan ke rumah-rumah untuk melihat apakah masih ada jentik-jentik di tiap penampungan air.

Kegiatan nyata yang dilakukan oleh wabup dan ka.Dinkes dan seluruh jajarannya kepada masyarakat,dari 5 rumah ini ternyata ada 3 rumah yang positif masih ada jentik didalam kamar mandi dan di genangan air.

Wabup juga memberikan contoh kepada masyakat botol-botol kosong yang tidak terpakai dikubur ditanah supaya tidak digenang air.

Dan selesai mengunjungi rumah masyarakat,dilanjut ketiga titik tersebut mereka saling melakukan teleconference dan melakukan dialog langsung bersama warga.

Wakil Bupati H.Arif Sugianto,S.H mengatakan kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti,ungkapnya.

Wabup mengatakan,bahwa saat ini masih banyak ditemukan jentik nyamuk aedes aegypti di lingkungan rumah tangga, instansi dan tempat-tempat umum. Selanjutnya Wabup menghimbau agar masyarakat melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah dan lingkungannya,juga melaksanakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara menguras, mengubur, mendaur ulang (PSN 3M Plus) secara rutin setiap minggu,tambahnya

Pengasapan atau fogging mengunakan insektisida hanya mampu membunuh nyamuk dewasa saja dan dapat membahayakan kondisi kesehatan manusia. Oleh karenanya fogging (pengasapan) tidak dilakukan secara rutin dan bukan setrategi yang baik dalam pencegahan DBD.

Pencegahan DBD bukan melalui fogging tapi dengan menjaga kebersihan lingkungan yaitu memastikan tidak adanya sampah atau wadah yang menjadi sarang nyamuk aedes aegypti. Menghilangkan jentik nyamuk lebih mudah dan sangat efektif sebagai strategi dalam pencegahan DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, dr Budi Satrio dalam wawancara kepada wartawan mengatakan,bahwa angka bebas jentik di Kebumen masih rendah yakni kisaran 80 %.
Padahal semestinya angka bebas jentik 95 %. Untuk itu bahwa cara efektik mencegah penyakit DBD adalah melalui gerakan Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN) plus, dengan mengatifkan kader juru pemantau jentik (jumantik) di masing-masing rumah tangga. “Pemberantasan sarang nyamuk harus terus digelorakan untuk menekan angka kasus demam berdarah,” ujarnya. (Lia)

Next Post

SAT RESKRIM POLRES CIANJUR GENCAR GELAR RAZIA MIRAS DALAM RANGKA CIPTA KONDISI 2020

Sel Feb 11 , 2020
SAT RESKRIM POLRES CIANJUR GENCAR GELAR RAZIA MIRAS DALAM RANGKA […]
img 20200211 wa0006