Cara Treatment Untuk Masyarakat Untuk Pilbup 2020 Menuju Pilkada 2020

img 20200219 wa0000

Cara Treatment Untuk Masyarakat Untuk Pilbup 2020 Menuju Pilkada 2020

Kebumen–(Banyumas Pos)Selasa,18/02/2020 di Gedung KPRI Korwil Dinas Pendidikan Kec. Klirong, Kab. Kebumen. Kegiatan Forum Diskusi Politik dengan tema “Penguatan Demokrasi Menyongsong Suksesnya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen Tahun 2020” dari Kesbangpol.

Forum Diskusi Politik Maksud dan Tujuan diadakan pendidikan politik,sebagai Media diskusi untuk lebih memahami demokrasi dalam proses pemilihan Bupati/Wakil Bupati menuju Pilkada Tahun 2020.Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran akan Hak dan Kewajiban dalam Pemilu serta Demokrasi untuk mencapai kuwalitatif maupun kwantitatif.

Sambutan Wakil Bupati Kebumen yang di bacakan oleh H. Nur Taqwa Setyabudhi, SH (Ka Kesbangpol Kab. Kebumen) mengatakan, Kami menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini, semoga kegiatan ini akan menambah energi bagi awal terlaksananya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen tahun 2020 secara demokratis jujur adil dan bermartabat.Pemilu merupakan mekanisme politik untuk mengartikulasikan aspirasi dan kepentingan warga negara.

Penyampaian materi oleh Drs. Joko J. Prihatmoko, M. Si ( Dosen Universitas Wahid Hasyim Semarang) tentang Pilkada dan Penguatan Demokrasi dalam wawancaranya kepada wartawan mengatakan,kita harus memberikan treatment kepada masyarakat supaya tidak wuwuran dengan cara mendeklarasikan supaya tidak money politik

Tahapan Kesbangpol mengundang ketua KPU ketua Bawaslu tentang resiko sebagai pemilih ketika melaksanakan mereka ikut berinisiasi menjadi salah satu masyarakat yang mengikuti pola politik.

Kesbangpol juga mengundang para pakar.Dan para pakar juga menyampaikan bahaya secara psikologis dan secara material tentang kondisi ketika kita tidak menolak upaya-upaya calon bupati atau wakil bupati yang mengedepankan uang sebagai salah satu cara untuk meraih kesuksesan.

Harapan Nur Taqwa Setyabudhi.SH ( Ka.Kesbangpol Kabupaten Kebumen ),menjadi agen-agen dari Bawaslu dan KPU untuk mensosialisasikan kepada masyarakat yang paling bawah tentang bahayanya money politik,bahaya mereka tidak menggunakan hak pilih,dan untuk kami bahwa mereka itu tidak tahu bagaimana menjadi pemilih yang cerdas dan merdeka.

Kuncinya adalah masyarakat harus menjadi masyarakat pemilih cerdas dan merdeka,kata Nur.

Merdeka dari masalah uang,merdeka dari provokasi,merdeka dari tekanan dan psikologi yang lain,apa yang mereka dapatkan bahwa mereka bisa menjadi agen sosialisasi,bahwa mari kita sukseskan pemilu yang dilaksanakan puncaknya pada tanggal 23 September yang akan datang.

Dengan pola bahwa pemilu adalah sebuah pesta demokrasi,pesta itu harus bahagia,masyarakat harus tidak ada keterikatan tidak ada tekanan dan tidak ada pola-pola yang mengarah pada pelanggaran-pelanggaran dan Kebumen harus kondusif karena Kebumen pancen maen, Imbuhnya. (Lia)

Next Post

Banser Husada, ATS Kerjasama dengan Karangtaruna di Desa Maruyungsari

Rab Feb 19 , 2020
Banser Husada, ATS Kerjasama dengan Karangtaruna di Desa Maruyungsari. Pangandaran […]
img 20200219 wa0007