Bupati Tinjau Pembangunan Rehabilitasi RTLH di Berbagai Tempat

img 20200831 wa0064

BANYUMAS—(Banyumas Pos) Bupati Banyumas Achmad Husein meninjau pembangunan program bantuan sosial rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Jumat (28/08) di Keluarahan Bancarkembar Purwokerto Utara, Keluarahan Kober Purwokerto Barat dan Desa Kebocoran Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Pada kesempatan ini Bupati ikut mencoba memasang plester tembok di Kober dan Kebocoran. Turut menghadiri acara tersebut, kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Ir Junaidi MT, beberapa kepala SKPD, camat beserta forkopimca setempat.

Bupati Banyumas mengatakan rehabilitasi rumah tidak layak huni merupakan salah satu program yang dicanangkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah agar menempati rumah yang layak huni. Pihaknya akan terus memrioritaskan pembangunan rumah warga yang memang sangat membutuhkan, mengingat masih banyaknya warga yang rumahnya kurang layak huni.

“Kami akan akan terus berupaya melakukan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat, namun memang tidak bisa terpenuhi seluruhnya sekaligus. Ada tahapan, proses, prosedur dan penentuan skala prioritas dalam menentukan sasaran kegiatan ini,” katanya

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Ir Junaidi MT mengatakan posisi rumah tidak layak huni yang ada di Kabupaten Banyumas sampai 2020 itu masih 92.660 unit. Artinya pemerintah Kabupaten Banyumas masih punya PR dalam rangka untuk meningkatkan rumah layak huni bagi warga Banyumas. Upaya yang dilakukan sampai saat ini adalah dengan mengupayakan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), tahun ini kurang lebih ada sekitar 1.230-an, itu yang melalui BSPS, kemudian ada yang melalui DAK bidang perumahan tahun ini dapat alokasi 195 dan ada alokasi dari Bankeuprop itu sebanyak 156 desa masing-masing desa 3 unit, artinya 496 unit.

“Ditotal sekitar 3.200 sekian unit RTLH yang kita tangani tahun ini. Selain dari dana pemerintah, kami juga mengupayakan dana dari CSR misalnya BASNAS, LAZISNU LAZISMU, REI, perbankan, dan lain sebagainya,” jelasnya

Sehingga penanganan dari 2017 sampai 2020 ini yang sudah kita tangani sebanyak 24 ribu unit kurang lebih. Data awal RTLH Kabupaten Banyumas tahun 2015 dari BDT itu sebesar 116.700 hingga saat ini sisanya masih 92.660 unit.

Besaran Bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sebesar Rp 17,5 juta dengan peruntukan Rp 15 juta untuk material dan Rp 2,5 juta untuk membantu upah tenaga kerja. Sedangkan untuk Bantuan Keuangan Propinsi sebesar Rp10 juta.

“Berbeda dengan bantuan sebelumnya bahwa bantuan ini harus ada kesanggupan swadaya dan ada pendampingan sehingga pembangunan rumah betul-betul maksimal,” pungkas Junaidi

img 20200831 wa0065

Sukarso (54 tahun) warga RT 03 RW 07 Keluarahan Bancarkembar mengaku senang mendapat bantuan rehab rumah. Menurutnya rumahnya dulu sering bocor kalo turun hujan.

“Alhamdulilah sekarang sudah permanen dan sudah bisa tenang,” katanya

Hal yang sama diungkapkan oleh Eko (27) warga Bancarkembar, dia bersyukur selain mendapat bantuan dari pemerintah juga mendapat bantuan dari keluarga dan tetangga.

“Terima kasih kepada semua, pemerintah, keluarga dan tetangga yang ikut membantu merehabilitasi rumahnya,” katanya. (Lia)

Next Post

Pelepasan Haru KKN Covid 19 Mahasiswa/i Di Desa Kalikidang Bersama Kades Jono

Sel Sep 1 , 2020
Banyumas, Banyumas Pos- Tampaknya waktu akhir bulan Agustus, yang bertepatan […]
img 20200901 wa0003