BERPOLITIK DI DALAM DEMOKRASI

 

BERPOLITIK DI DALAM DEMOKRASI

Oleh :Heritata(analis politik)
Ngawi,banyumas pos.dengan maraknya pilkada serentak di tahun 2020 ini,agaknya para calon pemimpin banyak menawarkan kebaikan kepada masyarakat.mulai turun kelapangan sampai memberikan berupa bantuan yg di butuhkan masyarakat dan n
Banyak cara lain yang sifatnya untuk mengambil simpati rakyat.
Tidak jarang para calon pemimpin bangsa ini memasang strategi dengan berbagai cara memasang gambar gambar,pamplet,slogan slogan yang di pasang di pinggir pinggir jalan di tempat yang di anggap strategis.mereka menawarkan diri agar di pilih sebagai calon pemimpin.tidak cukup sampai di situ para calon pemimpin dan wakilnya jiga giat mempromosikan diri lewat media elektronik,media cetak,majalah bahkan secara langsong mengadakan kunjungan kepada masyarakat.sudah barang tentu untuk mempertajam strategi tim sukarelawan dan timses di gerakan secara maksimal.
Perlu kita sadari menjadi seorang pemimpin ternyata tidak mudah,sekali gus juga tidak murah.jadi seorang pemimpin tidak cukup mengandalkan kepiawean dan kecerdasan.modalpun tentunya amat sangat mendukung untuk perjalanan kelancaran pemilihan.
Ketika masing masing partai polotik masih memegang teguh idiologi yang jelas,masyarakat bisa di gerakan melalui kekuatan idiologi itu sendiri.bahkan para pendukungnya dengan sukarela berkorban ikut berjuang untuk memenangkan calon pemimpinya.pada saat sekarang justru keadaan perpolitikan indonesia semakin parah,para pemilih merasa di manjakan dan rakyat semakin tau bahwa berpolitik juga terkait dengan ekonomi ,idiologi dan politik menyatu dalam suasana seperti itu.perpolitikan ini sangat dapat di rasakan dengan kenyataan yang ada.ekonomi dan politik telah menyatu berjalan beriringan.

img 20200911 wa0019

Foto : Heritata (analis Politik)

berjuang juga berubah menjadi bertransaksi.sebagai masyarakat, kita di paksakan dan di bodohi untuk memilih salah satu calon pemimpin, karna tuntutan jual beli suara.dalam percaturan politik di masa demokrasi seperti ini apa yang harus di jawab..?
Sudah jelas masyarakat akan bertanya siapa dan berapa.
Keadaan yang demikian sudah bukan menjadi mafhum di ketahui secara umum.manakala terdapat calon pemimpin yang bersih dan tidak mengeluarkan dana besar maka justru akan di pertànyakan,mengapa hàl itu bisa terjadi.sebenarnya hanya orang2 tertentu yang memiliki kelebihan secara khusus dan benar benar telah di kenal dàn di cintai oleh rakyat.tetapi tokoh seperti itu jumlahnya tidak banyak dan akan sulit di cari.
Apa yang di harapkan masyarakat untuk memperjuangkan aspirasinya, masyarakat sendiri merasa tidak pernah tercapai.wajah perpolitikan bangsa ini agaknya masih belom sehat.para calon pemimpin masih mencari cari bahkan memperebutkan berbagai cara terhadap suara rakyat.padahal bila kita kaji lebih jauh semestinya rakyatlah yang seharusnya mencari siapa yang layak di calonkan.keadaan yang berbalik seperti itu tentunya tidak sehat,ketika kondisi seperti itu tetap di teruskan maka bangsa ini akan semakin jauh dari tujuan.proses politik yang beridiologi jauh akan menghasilkan calon pemimpin yang berkwalitas.bukan jatuh ketangan pemimpin yang hanya bisa membeli suara rakyat.akibatnya rakyat tidak saja di perebutkan,tetapi suara rakyat juga di perdagangkan.tentu saja posisinya tergantung pada siapa yang memperdagangkan.

kalau politik sudah seperti itu maka bukan berdemokrasi lagi secara murni melainkan demokrasi yang di perdagangkan “WALLAHU A’llAm”

Analisis politik
(Heri tata)

Next Post

KAPOLRES CIANJUR GOWES SEPEDA SANTAI SAMBIL BERBAGI MASKER

Jum Sep 11 , 2020
CIANJUR – Banyumas Pos Bersama para PJU Polres Cianjur, AKBP.Moch […]
img 20200911 wa0130