BANYUMASPOS.COM

CABLAKA – OPTIMIS – BERANI

img 20200612 wa0030

Bedah Rumah Di Desa karangdadap Diduga ada Penyimpangan

img 20200612 wa0030

Banyumas (Banyumas Pos) Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ,BSPS, Rumah Tidak Layak Huni .RTLH, Di Desa Karangndadap , Kecamtan Kalibagor Kabupaten Banyumas Diduga Ada penyimpangan Anggaran hal tersebut Ditemukan tidak tertulis harga satuan matrial ,yang tercantum hanya jenis nama matrial hal itu terbukti dalam nota yang di terima oleh penerima manfaat penerima bantuan,sedangkan nota yang bahannya diambil dari toko penerima tidak dikasih nota seperti besi,semen dan juga dalam RAB tercantum harga material diatas rata – rata .

img 20200612 134256

Adapun Sejumlah per penerima manfaat BSPS,RTLH.sebesar .RP 17.500.000,-sebanyak 50 Unit yang Bersumber Dari Dana aspirasi.Nur Idawati.SE.Selaku kepala Desa karangndadap saat Di wawancara oleh Awak Media Mengatakan Bahwa Desa Tersebut Tidak terlibat atau mengetahui Dalam Susunan RAB Rencana anggaran Biaya Dalam pembangunanb BSPS ,RTLH sungguh ironis serta kurang mengedepankan profesionalitas seorang pemangku kebijakan didesa saat dikonfirmasi awak media menjawab

img 20200612 134240

 

” Saya tidak tau adanya RAB yang seperti itu ,dan adanya nota yang tidak ada harga satuan matrial”,,,

Sungguh sangat luar biasa seorang kades yang notabennya sebagai pengawas dan dalam pemangku kebijakan di desa dalam penyampaian adanya bantuan BSPS – RTLH didesa ya.

Dan anehnya IDA selaku kades Desa karangndadap mengarahkan Awak media agar mencari informasi ke Disperkimta.Dinas Pemukiman Tata ruang Kota Kabupaten Banyumas , serta diarah kan Ke pendamping BSPS , RTLH .Di Desa karangndadap yaitu Almas ” kata kades” karena dia yang lebih tahu karena desa tidak dilibatkan oleh pendamping bah kantidak pernah di kasih tahu adanya RAB harga dan nota ,, Kamis Pagi (11/06/2020).

,” Sudah ada sistem ibarat pembangunan 50,%otomatis sudah cair sendiri ,masuknya Tujuh belas juta lima ratus yang Dua juta lima ratus itu untuk pekerja”. Kata Ida kades karangndadap,disaat menjelaskan kepada awak media,,yang anehnya lagi suami dari Ida selaku kades ikut hadir di ruangan kepala desa karangdadap padahal suaminya bukan perangkat ,,ini sangat aneh bagi kami awak media padahal di jam kerja ,,,dan ikut nimbrung dalam pembicaraan ikut memberi penjelasan padahal ini bukan Rana dia ,karena dia bukan pejabat atau perangkat dalam desa karangdadap ,,inilah kurang profesional dari seorang kades yang seharusnya bisa bersifat obyektif,,dan mengedepankan fungsi serta profesi jabatan dalam mengambil kebijakan bukan mengedepankan keluarga dalam hal pekerjaaan.(Warto)