BAZNAS DKI JAKARTA BEBASKAN PENAHANAN IJAZAH SISWA DIDIK OLEH PIHAK SEKOLAH

img 20191227 wa0015

huulahBAZNAS DKI JAKARTA BEBASKAN PENAHANAN IJAZAH SISWA DIDIK OLEH PIHAK SEKOLAH

Jakarta (Banyumas Pos) – Acara program bantuan tebus ijasah, diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya oleh para undangan yang hadir, di Balaikota DKI Jakarta. Kamis, 19 Desember 2019. Undangan dihadiri, diantaranya Sekwilda DKI Jakarta, DR H.Saefullah, M.Pd mewakili Gubernur DKI yang berhalangan hadir, Ka Dinas Pendidikan, beberapa anggota Dewan (DPR D) DKI Jakarta., dan Kepala Badan Zakat Nasional (Baznas) DKI, KH. Ahmad Luthfi Fatullah. Dalam kata sambutannya KH. Fatullah katakan, bahwa dari kurang lebih 500 orang yang mengujukan program tebus ijasah, ternyata setelah melalui seleksi dinyatakan memenuhi persyaratan dan dipanggil hari ini sebanyak 171 orang, dengan jumlah dana yang dialokasikan sebesar Rp. 680.140.775,- ( Enam ratus delapan puluh juta seratus empat puluh ribu tujuh ratus tujuh puluh lima ribu rp.)
Lebih lanjut Fatullah sampaikan agar pengalaman yang sudah dirasakan hari ini, kelak setelah berhasil agar bisa berbuat dan tergerak membantu orang lain.

Program seperti ini tentu akan terus berlanjut, tapi untuk menghindari hal-hal yang kurang kurang mendidik, kami akan rubah simtim dengan cara turun langsung ke Sekolah-Sekolah, adakah sekolah yang kami datangi ada anak didik yang nunggak SPP nya. Tentu melalui persyaratan yang sudah ditentukan oleh pihak Baznas DKI Jakarta, demikian Fatullah mengakhiri kata sambutannya.

Tidak ketinggalan Saefullah menyampaikan selamat kepada para penerima bantuan Tebus Ijasah, karena mereka ini ada yang sampai sudah bekerja,dan ada pula yang sudah sekolah di kelas 12. Nampak rasa haru di mimik Sekwilda DKI, Saefulloh. Tidak lupa Saefullah menyampaikan salam permintaan maaf dari Gubernur DKI yang sedang menjalankan tugas ke luar daerah, sehingga tidak bisa menghadiri acara pada siang hari ini.

Awalnya, mendapat masukan dari teman-teman anggota dewan yang menyampaikan, bahwa adanya aduan dari masyarakat yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan administrasi sekolah, kemudian ijasah anak-anak di tahan oleh pihak sekolah. Kemudian kami langsung adakan rapat dengan pihak anggota dewan untuk mencari solusinya. Karena dari pihak Pemerintah Daerah sendiri lagi kesulitan untuk penempatan anggaran, akhirnya kami coba untuk menggandeng Baznas DKI. Alhamdulillah KH. Ahmad Luthfi Fatullah, Ketua Baznas DKI membuka jalan.

Fenomena penahanan ijasah anak didik oleh pihak Sekolah ini, apakah selama ini dana Bos dari Pemerintah tidak tepat sasaran ataukah ada kebocoran yang mengalami pembiaran sehingga anak didik yang orang tuanya belum bernasib baik secara perlahan akan mengalami kehampaan pendidikan. Bantuan Operasional Sekolah merupakan sarana berupa bantuan yang diutamakan sasarannya adalah anak didik yang orang tuanya, tidak mampu.

Tapi bagi kita yang masih membutuhkan generasi yang berkwalitas, intelektual tentu harus tetap positif thanking terhadap perilaku Sekolah- Sekolah swasta untuk tetap berkiprah mencetak anak-anak bangsa yang handal dan berakhlak Indonesia. Perlu kita sadari pula bahwa tidak semua Sekolah swasta tidak kompromis dalam menghadapi orang tua murid yang belum bernasib baik.
Dan ini perlu adanya kepekaan dari pihak Dinas Pendidikan yang menaunginya, serta dari pihak Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang membidangi soal pendidikan untuk sidak agar diketahui, sudahkah BOS di alokasikan sesuai pada pos-posnya.
Tidak lupa disampaikan terima kasih kepada Sekwan Partai Amanat Nasional yang telah berjuang hingga berhasilnya program tebus Ijasah. Khususnya Ibu Fitri, yang menerima masyarakat yang butuh bebasnya penahanan Ijasah anak didik oleh pihak Sekolah.(santo)

Next Post

Bupati Banyumas Lantik 2 Pejabat Tinggi Pratama

Sab Des 28 , 2019
Bupati Banyumas Lantik 2 Pejabat Tinggi Pratama Bupati Banyumas Ir […]
img 20191228 wa0004