BAHAYA MENGANCAM WARGA “CAR FREE DAY” DI BANTARAN REL DESA MAYAK PERLU PERHATIAN PEMERINTAHAN DAN APARAT TERKAIT

img 20200202 wa0002

20200202 104857

BAHAYA MENGANCAM WARGA “CAR FREE DAY” DI BANTARAN REL DESA MAYAK PERLU PERHATIAN PEMERINTAHAN DAN APARAT TERKAIT

CIANJUR (Banyumas Pos)

Minggu 02/02/20 Ratusan warga masyarakat yang berolahraga di bantaran rel kereta api jalur Cianjur- Sukabumi tepatnya di wilayah desa Mayak memicu pasar jajanan dadakan.

Hal ini menambah semaraknya situasi di kegiatan para warga yang berolahraga tanpa mereka sadari bahaya setiap saat mengancam jiwa mereka, ini menjadi PR untuk pemerintahan desa serta aparat kepolisian untuk bisa mengamankan kegiatan tersebut terlebih lagi bahaya tertabraknya warga oleh kereta api yang melintas,juga potensi tindak kejahatan juga sangat besar dari curanmor,penculikan anak,dan pelecehan seksual.dan jika bisa dikelola oleh pihak pemdes setempat akan menjadi tambahan buat PAD dengan mengelola parkir juga retribusi bagi para pedagang dengan catatan pihak pemdes mengelola area tersebut dengan baik.

Perlintasan jalur kereta api di jalan desa yang menghubungkan kampung mayak dengan kampung cisalak ini ramai dipadati warga setiap hari minggu tidak kurang dari 500 warga memadati area tersebut, setiap minggunya. ada warga yang berolahraga adapula yang hanya berjalan santai bersama keluarga, bahkan ada warga justru ingin melihat keramaian warga dan melihat kereta api yang melintas.

Puluhan pedagang berjejer di sekitar area perlintasan salah satunya adalah Deny pedagang sosis bakar dan burger
Menuturkan ” ini dulunya car free day itu di tamakbaya(jl menuju situs megatilikum gunung padang*red) namun baru dua tahun belakangan ini warga pindah car free day nya kesini, mungkin disini lebih luas,dan ada kereta api yang melintas jadi lebih menarik disini” ungkapnya.

Diapun menyampaikan pendapatan yang di raih di setiap minggu berjualan di area car free day tersebut bisa mencapai 200-400 ribu rupiah dalam hanya hitungan jam. Masa puncak warga berada di area tersebut sekitar jam 07.00 pagi sesuai jadwal kereta api yang melintas yaitu jam 06.50 pagi.

Adapula warga yang menyampaikan keinginannya agar dibangun fasilitas olahraga di area Car free day tersebut adalah Sodikin warga kampung Cisalak hilir pecinta olarhaga menuturkan ” harapan saya sebagai warga semoga pemerintah bisa memfasilitasi lapangan untuk berolahraga di area sini, selain bisa mengurangi kepadatan warga yang berolah raga di atas lintasan rel kereta api juga akan menambah ramai dikunjungi warga lainnya” tuturnya.

Perlintasan rel kereta api ini sempat terbengkalai dan tidak difungsikan sekitar tahun 2010-2014 namun kini PT.KAI kembali melayani masyarakat dengan rute Cianjur – Sukabumi. Dan akan segera kembali di fungsikan rute Sukabumi-Cianjur-Bandung.

Pengunjung datang ke area car free day tersebut dari berbagai kampung yaitu dari sebelah utara datang warga dari kampung pasir kalapa ,dari sebelah barat dari warga kampung mayak,dari sebelah timur dari kampung cisalak girang,cisalak hilir juga dari cibeber dan dari sebelah selatan datang dari warga kampung songgom dan babakan sinyar (red Taufik winata)

Next Post

PERAYAAN NATAL 2019 DAN KUNCI TAONG KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA

Ming Feb 2 , 2020
PERAYAAN NATAL 2019 DAN KUNCI TAONG KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA BANYUMAS […]
img 20200202 wa0001