“Art in Mental Health” Merubah Stigma Tentang ODGJ Dimata Masyarakat

img 20200312 wa0003

img 20200312 wa0004

img 20200312 wa0005

“Art in Mental Health” Merubah Stigma Tentang ODGJ Dimata Masyarakat

CIANJUR (Banyumas Pos)

Kiprah Istana KSJ memang sudah tidak diragukan lagi totalitasnya dalam menangani ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) nama Istana KSJ yang dulu dikenal hanya KSJ saja namun dengan pindahnya lokasi ke tempat baru menempati sebuah rumah Vila di kawasan Palasari Cipanas Cianjur hasil sumbangan seorang Dermawan pengusaha Restoran terkenal di Cianjur.

Nama tambahan “Istana”yang dibubuhkan di nama KSJ bukanlah tidak bermakna, tambahan kata Istana itu mengartikan bahwa ODGJ yang hidupnya terbiasa dengan dengan hidup dijalanan terkadang ada juga dalam pasungan sebuah tempat yang sangat jauh dari kata manusiawi kini mereka menempati sebuah rumah yang indah dilokasi yang cukup berharga tinggi yaitu di kawasan puncak Cipanas.

Istana KSJ dalam merubah stigma di masyarakat tentang ODGJ menggelar sebuah acara bertajuk “Art in Mental Health” bekerjasama dengan relawan komunitas seniman menggelar acara pameran seni dengan tema ‘Caring in Art’, di istana KSJ, kampung Padarincang desa Palasari Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Kamis (12/3/2020).

Asda II yang mewakili Plt Bupati Cianjur H.Herman Suherman membuka cara tersebut, hadir pula Ketua Fraksi DPRD Cianjur, dari Partai Gerindra, Frasetyo Harsanto.

Dalam acara tersebut ketua Panitia Pameran Art in Mental Health, Elizabeth Pasaribu mengatakan, bahwa hasil penjualan dari lukisan para seniman akan disumbangkan sebagian kepada para penghuni istana KSJ.

“Nah, ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai seniman kepada mereka,” katanya.

Menurut Elizabeth, Sesungguhnya pasien ODGJ itu bisa disembuhkan, hanya sedikit sekali yg tahu hal itu, kebanyakan orang2 punya stigma, bahwa orang gila itu menakutkan. Jadi lebih bnyak dijauhi, atau bahkan dipasung oleh keluarganya.

“Karena ketidaktahuan masyarakat dan lewat kegiatan seperti inilah ingin kita sampaikan kepada masyarakat luas,” tuturnya, Elizabeth didampingi asisten psikiater ODGJ KSJ, dr Rizky Utama dan, Ketua Yayasan Istana KSJ, Hadi Komara.

Dengan perhatian dan pengobatan yg benar, ODGJ bisa sembuh, dan melalui seni kami peduli. Mudah- mudah dengan acara ini bisa membuka mata dan hati masyarakat.

“Serta pemerintah, untuk sama-sama lebih peduli pada para penderita gangguan jiwa,” pintanya.

Acara digelar selama tiga hari dari tanggal 5 hingga 8 Maret 2020. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu pameran seni antara lain mural, workshop dan pameran lukisan karya para pelukis Cianjur, Bogor dan Jakarta yaitu Erik Cakrabuana, Ridwan Manantik, dan Yayat Lesmana.

Para pasien ODGJ penerima manfaat yang sudah sembuh namun masih tergantung obat membaca puisi karya Nia Rohania yang berjudul AKU GILA dan BIASA KAU PANGGIL AKU GILA mereka adalah Gita,Mahendra,Febry,Yani dan Riska.

Dipamerkan pula Workshop seni rupa, serta pameran hasil karya para penerima manfaat di Istana KSJ, yang berdaya berupa kaos kaki dan lainnya.

“Itu bahannya dari limbah kaos kaki sebagai souvenir,” ujarnya.

Dalam acara tersebut digelar diskusi interaktif opeh para mahasiswa dan mahasiswi dari AKBID Cianjur, AKPER Cianjur dan NuMyseed Academy.

“Mereka semua sebagai promotor kesehatan jiwa khususnya di Cianjur,” pungkasnya.

Wakil Ketua Panitia Pameran Art in Mental Health, Yuli Hendrika Sugiharti mengatakan bahwa kegiatan Art in Mental Health ini digelar juga seni Mural, yaitu melukis dinding area istana KSJ oleh para pelukis handal. Sehingga istana KSJ menjadi lebih indah, dan nyaman.

“Ya, diharapkan akan menciptakan suasana baru yang akan merubah image seram mengenai ODGJ di masyarakat. Hal ini
sebagai bentuk kepedulian beliau terhadap pasen ODGJ Asda II dan pak Pras juga membeli lukisan,” ujar, Yuli, didampingi selaku tenaga teknis Yayasan Istana KSJ, H. Nurhamid.

Sementara penulis puisi Nia Rohani dalam wawancaranya mengatakan, bahwa puisi itu mewakili perasaan para pasen ODGJ. Bercerita tentang pengalaman mereka pada saat mengalami gangguan jiwa. Dan, puisi ini merupakan pesan kepada masyarakat, bahwa mereka butuh perhatian dan dukungan.(red.taufik winata)

Next Post

Danrem 071/Wijayakusuma Cek Kesiapan Pembukaan TMMD Reguler Pekalongan

Kam Mar 12 , 2020
Danrem 071/Wijayakusuma Cek Kesiapan Pembukaan TMMD Reguler Pekalongan Pekalongan – […]
img 20200312 wa0006